Buka Tutup Spillway Berbahaya

RADAR SIDOARJO      Senin, 21 Mei 2007
SPILLWAY masuk dalam agenda evaluasi BPLS. Selain belum bisa optimal, metode membuang lumpur ke Sungai Porong itu masih dinilai membahayakan masyarakat sekitar. Warga di sekitar spillway, khususnya warga Pejarakan, meminta kawasan mereka dimasukkan dalam peta terdampak.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnaen, pihaknya masih menunggu tim ahli mengkaji spillway. “Kalau hasilnya dinilai tak layak, pasti akan dicari alternatif lain,” ungkapnya.

Meski sempat mengalirkan air lumpur ke Sungai Porong sejak beberapa hari lalu, spillway belum bisa beroperasi secara penuh. Jika terlalu panas, secara otomatis pompa akan berhenti. Hal itu disebabkan, aliran lumpur dari pusat semburan yang masuk dari pond 5 juga masih cukup panas. “Kalau sudah begitu, pintu aliran di pond 5 akan kami tutup,” jelasnya.

Meski menyebut akan ada evaluasi menyangkut penerapan metode membuang lumpur ke Sungai Porong, BPLS masih melakukan sejumlah usaha optimalisasi.

Salah satunya, merealisasikan over flow, semacam pintu saluran buka tutup yang ditempatkan di batas antara spillway dan Sungai Porong. Dengan hanya dibuka klepnya, lumpur bisa mengalir dengan sendirinya. “Sekarang terus kami sosialisasikan ke warga agar mengizinkannya,” ungkapnya.

Selama ini, metode tersebut ditolak warga karena dinilai berbahaya. Mereka khawatir, lumpur akan kembali meluber ke permukiman seperti sebelumnya.

Pengalaman terdahulu, luberan lumpur dari spillway selalu diawali dengan matinya pompa. Padahal, aliran lumpur terus masuk ke saluran pembuang tersebut. “Kami anggap over flow adalah pilihan pahit,” kata Zulkarnaen.

Salah seorang perwakilan warga Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Muhamad Zakaria mengatakan, kekhawatiran warga selalu muncul seiring datangnya lumpur ke spillway. Desa mereka merupakan desa terdekat dengan lokasi spillway. Beberapa kali, desa tersebut tenggelam karena spillway yang meluber. “Malam sulit tidur kalau lumpur sudah sampai sini,” jelasnya. Warga, kata dia, masih trauma dengan kejadian-kejadian sebelumnya. (dyn)

Iklan

2 Responses to Buka Tutup Spillway Berbahaya

  1. PvdBerg berkata:

    Two samples of the mud were taken by us when we visited this disaster; (1) from Kedungbendo, (2) from the centre mudspill. We were there in febr 07. It has been analysed in a mass ionizing spectrometer, and the result is: 80% Iron. We will visit the site again, and take more samples. If this outcome is really true, and consistent, it could mean that 8 million tons of mud is worth approx. 400 million US $. It could be interesting for other scientists to verify this result, analyze it, and make conclusions.

  2. Dimas berkata:

    May I contact you personally? I would like to ask you about oil and gas law in Indonesia for my thesis 🙂

    I do really appreciate for your help… Thanks.

    dimasnovriandi@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: