Pembangunan Tanggul Kanal Sisi Timur Terhambat

Senin, 21 Mei 2007  20:56:00 Republikaonline
Sidoarjo-RoL–  Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengalami kesulitan membangun kanal pembuangan lumpur panas di sisi timur, karena harus dibangun di atas lahan berlumpur yang menyebabkan pondasi bawah tanggul kanal lemah dan alat-alat berat sulit untuk melewatinya.

Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen di Sidoarjo, Senin mengatakan kesulitan membangun kanal ini karena tanggul dibangun di atas lumpur. Sementara, kalau lumpur yang sudah kering itu diuruk dengan pasir-batu (sirtu), menyebabkan kekuatan tanggul melemah.

“Kalau kondisi ini tetap dipertahankan tanggul akan melorot terus. Karena itu, upaya penyambungan kanal di sisi timur dan barat sepanjang 800 meter terpaksa dihentikan, demi keselamatan para pekerja tanggul,” katanya.

Zulkarnaen juga mengatakan bahwa karena kurang lancarnya lumpur mengalir ke spill way (saluran pelimpah) menyebabkan beberapa titik tanggul kanal barat terkena luberan atau overtopping. Hal ini karena lumpur yang mengering telah menyumbat jalannya kanal.

Kontraktor Mengancam
Sementara itu para kontraktor tanggul yang pembiayaannya dari Lapindo Brantas Inc., beramai-ramai ingin hengkang, karena ketidakjelasan pembayaran pembuatan tanggul.  Menurut Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen, keinginan itu sudah disampaikan kepada BPLS, tapi pihaknnya mengakui bahwa kucuran dana dari Lapindo memang tidak lancar dan cenderung tersendat.

“Beberapa kontraktor mengajukan keinginan untuk mengerjakan proyek yang didanai APBN saja,” kata Ahmad Zulkarnaen, Senin. Ketua Pelaksana BPLS Sunarto sebelumnya pernah mengatakan bahwa sesuai Peraturan Presiden No 14/2007 dinyatakan pendanaan pembuatan tanggul dibagi dua.

Tanggul terluar pendanaannya dari APBN. Sementara, untuk tanggul di pusat semburan plus tanggul kanal dari pusat semburan menuju saluran pelimpah (spill way) pendanaannya ditanggung Lapindo Brantas Inc.

Pembagian itu telah disetujui dan dituangkan dalam bentuk keputusan berbentuk Peraturan Presiden No 14 tahun 2007, sehingga Lapindo harus mendanai pembuatan tanggul di titik semburan dan tanggul kanal harus dilakukan.  Namun kenyataannya para kontraktor mengeluh sejak ditangani Timnas hingga BPLS, karena pembayaran dari Lapindo selalu tersendat-sendat.

Menurut Zulkarnaen, tanggul terluar saat ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Brantas Abipraya yang semuanya adalah BUMN. Sementara, untuk tanggul di sekitar pusat semburan dikerjakan oleh PT Mustika, PT Guna Bangun Perkasa dan PT Tri Guna Utama.

“Meski dana dari APBN belum turun, tapi kontraktor yang mengerjakan tanggul luar tidak mengeluh,” tambahnya. Meski begitu, ia menambahkan bahwa pengerjaan proyek tanggul yang didanai Lapindo tidak ada yang berhenti. Semuanya hingga kini masih berjalan normal dan sesui dengan yang diagendakan BPLS. antara
mim

Iklan

One Response to Pembangunan Tanggul Kanal Sisi Timur Terhambat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: