Setahun Lumpur, Warga korban Gelar Aksi Besar-besaran

Rabu, 23 Mei 2007  19:42:00 Republika
Sidoarjo- RoL– Warga korban lumpur dari empat desa dan Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I mengancam akan menggelar aksi massa besar-besaran bila sampai 29 Mei 2007 bertepatan setahun bencana lumpur Porong, tidak ada permohonan yang dinyatakan lolos verifikasi.

Ancaman ini disampaikan perwakilan warga korban lumpur dalam pertemuan sosialisasi tentang verifikasi di Kantor Bappekab Sidoarjo, Rabu.  Keempat desa itu meliputi Desa Mindi, Kedung Cangkring, Besuki, dan Pejarakan Kecamatan Jabon, yang daerahnya kini dijadikan penampungan lumpur (pond).

Nasiruddin, perwakilan warga Jatirejo mengatakan, selama ini warga korban lumpur sudah berupaya mengikuti prosedur yang ada dengan mengajukan permohonan ganti rugi tanah maupun bangunan pada PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), namun hingga kini belum ada satupun pemohon non sertifikat yang diproses. 

Ia mengatakan pengajuan tanah dan bangunan non sertifikat belum ada satupun yang diproses, sementara untuk pengajuan tanah bersertifikat bernasib lebih baik, meskipun prosesnya sangat lamban.

Hingga kini tercatat 522 bidang tanah pemohon yang dikembalikan berkasnya karena kurang lengkap.  Sementara itu, Joko Suprastowo, perwakilan warga Desa Siring mengatakan, setelah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengeluarkan petunjuk pelaksanaan (juklak), muncul format baru verifikasi yang harus dimulai dari awal lagi.

“Sekarang ada blangko baru yang harus diisi, dimana blangko itu berbeda dengan yang lama. Kalau yang lama tak ada tandatangan RT/RW, sekarang ada. Lha ini, khan harus diulang lagi prosesnya. Saya tidak yakin apakah warga cukup sabar dengan ini,” katanya menegaskan.

Ketua Tim Verifikasi Yusuf Purnama menjelaskan tak perlu ada proses yang dimulai lagi dari nol, warga korban lumpur tinggal menuliskan ulang saja di surat permohonan yang sudah disediakan gratis agar segera diproses dengan cepat.
“Kami akan bekerja lembur, tapi dengan satu harapan agar warga juga kooperatif mengumpulkan semua persyaratan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, pada peringatan setahun lumpur Porong yang jatuh 29 Mei 2007 mendatang, Bupati Sidoarjo Win Hendarso mengimbau masyarakat tidak melakukan unjukrasa. Pemkab Sidoarjo sendiri pada setahun lumpur Porong ini akan menyelenggarakan istighotsah dan ruwatan. “Mungkin Sidoarjo ini tidak pernah diruwat, jadi nanti akan kita buat acara ruwatan,” katanya.

Sebelumnya, warga empat desa dari Mindi, Kedung Cangkring, Besuki, dan Pejarakan yang wilayahnya berada di luar peta 22 Maret 2007 berencana melakukan aksi tutup spillway, memblokade truk sirtu, dan menghentikan operasi pipa-pipa lumpur.

Win berharap warga empat desa yang berencana unjukrasa agar bisa mengendalikan diri dan tidak terpancing melakukan aksi-aksi yang merugikan masyarakat luas. “Peta 22 Maret 2007 sudah final,” katanya.

Menurut dia, peta yang dikuatkan dengan Perpres 14/2007 ini merupakan panduan bagi BPLS dalam melakukan kerjanya. BPLS diserahi tugas agar wilayah genangan lumpur tidak sampai melebihi peta yang ada.

Kendati demikian, Win bisa memahami keinginan dan kerisauan warga Desa Mindi, Kedung Cangkring, Besuki, dan Pejarakan yang sebagian wilayahnya sudah dijadikan pond penampung lumpur dan pemukimannya sudah sangat dekat dengan lumpur. antara

mim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: