Tidak Ada Alasan Tunda Bayar

RADAR SIDOARJO      Kamis, 24 Mei 2007
Tim Verifikasi Anggap Sama Bukti Kepemilikan ’
SIDOARJO – Tim Verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mempersempit celah molornya pembayaran ganti rugi aset korban lumpur. Tim verifikasi kemarin menyosialisasikan format formulir baru untuk memudahkan warga melengkapi berkas kepemilikan. Pembayaran ganti rugi diharapkan tidak lagi berbelit-belit.

“Format ini kami siapkan dengan matang untuk menutup lubang-lubang yang ada sebelumnya,” kata Ketua Tim Verifikasi BPLS Yusuf Purnama. Dalam formulir format baru itu, disebutkan lengkap apa saja yang harus dipenuhi warga korban lumpur. Baik yang sudah bersertifikat maupun belum. Misalnya, harus ada fotokopi KTP, KSK, SPPT, PBB, surat pernyataan tidak bersengketa, keterangan perolehan asal tanah.

Menurut Yusuf yang juga anggota tim verifikasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo itu, selama ini belum ada penjelasan detail berkas yang harus dipenuhi warga korban lumpur untuk menuntut ganti rugi. Mereka berinisiatif me-ngumpulkan bukti-bukti kepemilikan agar lolos verifikasi. “Jadi, tak ada alasan lagi untuk tak segera membayar jika verifikasi yang kami lakukan selesai,” tegasnya.

Format formulir baru tersebut dibuat tim berdasar petunjuk pelaksanaan(juklak) BPLS. Juklak itu disusun berdasar Perpres No 14 Tahun 2007 sebagai landasan hukum yang kuat dalam penanganan lumpur. Tim verifikasi baru juga punya posisi hukum yang kuat karena melibatkan unsur BPN, polisi, kejaksaan, dan pemerintahan.

Saat ini, ada 26 anggota tim verifikasi. Mereka dibagi dalam empat tim yang memiliki tugas berbeda-beda. “Kalau nanti kurang, pasti ditambah,” ungkap Yusuf.

Bagaimana bukti kepemilikan yang masih berupa pethok D dan letter C? Yusuf menyatakan, kualitas hukum antara bukti berupa sertifikat maupun letter C dan pethok D adalah sama. Formulirnya juga sama. “Tak ada yang berbeda, ini semua sudah sesuai dengan perpres,” ujarnya.

Menyinggung sikap PT Minarak Lapindo Jaya yang masih menuntut tanda tangan bupati sebagai jaminan keabsahan, Yusuf menyebut tanda tangan bupati cukup di berita acara verifikasi. Berita acara itu adalah rekapitulasi buktibukti kepemilikan yang sudah lolos verifikasi. “Jika Minarak masih berkelit, urusannya bukan lagi dengan kami, tapi dengan pemerintah pusat,” terang Yusuf.

Kemarin Tim Verifikasi mengatakan, buktibukti kepemilikan yang sudah lolos bakal diekspose secara terbuka kepada warga. Warga, melalui kelurahan atau desa, akan mendapat salinan laporan hasil verifikasi yang sudah lolos atau yang masih perlu dilengkapi. “Dengan begitu, jadi jelas siapa yang tak menjalankan tugas dan tanggung jawab,” kata Yusuf.

Langkah Tim Verifikasi itu disambut baik oleh warga. Namun, warga masih ragu, apakah PT Minarak sudah sepaham dengan tim mengenai langkah tersebut atau belum. “Kami masih kami ragu,” kata Khoirul Huda, wakil warga dari Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong. Dia khawatir, jika Minarak belum mau menerima langkah tim, akan ada lagi alasan untuk tidak segera membayar ganti rugi warga, terutama yang hanya letter C dan pethok D.

Menanggapi kekhawatiran warga itu, staf Deputi Sosial BPLS Syahrul Arif berjanji memperjuangkan dengan sungguh-sungguh kepentingan warga. “Dalihnya selama ini adalah kekuatan hukum. Maka, kami pun akan berusaha memperjuangkan dengan logika hukum,” tegasnya.

Menurut Syahrul, sekitar seminggu lagi, sebagian bukti kepemilikan warga berupa pehtok D dan letter C selesai diverifikasi dan diserahkan ke PT Minarak. Masing-masing desa 15 bidang. “Sekitar Jumat, kalau tidak ada kendala, mereka bisa segera dibayar,” ujarnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: