BPK Larang Beri Dana Sekolah Korban Lumpur

RADAR SIDOARJO      Jumat, 25 Mei 2007
SIDOARJO – Tidak hanya nasib warga korban lumpur yang terkatung-katung. Nasib sekolah yang telah tenggelam di lumpur pun juga tak jelas. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melarang pemkab merelokasi dan membangun kembali gedung sekolah yang terendam lumpur dengan mengambil dana APBD maupun APBN.

Kepala Pendidikan Nasional (Diknas) Pemkab Sidoarjo M.G. Hadi Sutjipto kemarin mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah memikirkan untuk segera merelokasi sekolah-sekolah yang terendam lumpur. “Namun, masih terbentur sejumlah hal,” jelasnya.

Yang utama, kata dia, adalah imbauan dari BPK. Di sana disebutkan, relokasi gedung sekolah yang terendam lumpur Lapindo tidak boleh menggunakan dana dari APBD maupun APBN.

Alasannya, fasilitas tersebut rusa atau hilang karena lumpur Lapindo. Karena itu, Lapindo yang harus bertanggung jawab dalam hal pendanaan. “Saya pun akhirnya tak bisa berbuat banyak dan jadi serba salah,” jelas mantan Kadis Infokom Pemkab Sidoarjo itu.

Hingga saat ini, sejumlah sekolah yang telah terendam terpaksa menumpang di sekolah lain sekitarnya yang masih selamat. Namun, kata Sutjipto, tentu saja kondisi seperti itu pasti memengaruhi kualitas belajar siswa. “Ini kan tidak boleh dibiarkan terlalu lama, harus segera ada solusi,” ungkapnya.

Saat ini, 33 gedung sekolah negeri dan swasta, mulai tingkat TK hingga SMA, terendam lumpur. Namun, Diknas baru mengajukan gedung SMPN 2 Porong untuk segera direlokasi.

Pengajuan yang ditujukan ke pihak Lapindo itu sebesar Rp 10 miliar. “Tapi, saya belum optimistis bisa segera disetujui,” ujarnya. Karena itulah, dia berharap, pemerintah segera mengambil alih. Bisa dengan menekan Lapindo untuk segera mencairkan dana tersebut atau memberikan izin untuk menggunakan dana pemerintah.

Selain sementara dititipkan ke sekolah lain, Diknas Pemkab Sidoarjo juga terpaksa melakukan merger beberapa sekolah di lokasi lumpur. Misalnya, SDN Siring I dan II yang telah dijadikan satu serta SDN Jatirejo I yang telah digabung dengan SDN Jatirejo II.

“Langkah itu kami tempuh karena sejumlah siswa juga banyak yang telah pindah,” ungkap Sutjipto. Namun, hingga saat ini, SDN Kedungbendo I, II, dan II yang terendam lumpur belum dimerger. Proses belajar mengajar dilakukan di SDN Ketapang I dan II. Siswa-siswa dari SDN Kedungbendo pun harus rela masuk siang agar bisa tetap sekolah.

Warga pengontrak Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) I menyatakan kecewa kepada PT Lapindo Brantas. Mereka mengaku dijanjikan dapat uang jatah hidup (jadup), tapi ternyata hanya memperoleh ganti uang kontrak.

Puluhan warga pengontrak kemarin mendatangi Kantor PT Lapindo Brantas Inc. di Gedangan. Mereka menanyakan uang jadup yang dijanjikan pada Februari lalu. Datang sekitar pukul 09.00, mereka kemudian ditemui Humas Lapindo Brantas Inc Diaz Roychan dan beberapa staf lain Lapindo.

Hasilnya mengecewakan. Lapindo berpegang pada Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara warga korban lumpur dan Lapindo pada 19 Januari 2007 lalu. Dalam kesepakatan tersebut, warga pengontrak mendapat uang kontrak, namun tak bisa memperoleh uang jadup.

“Kami sangat kecewa,” ungkap Agus Harianto, salah seorang wakil warga. Menurut Agus, Februari lalu, mereka pernah diberi penjelasan oleh Lapindo bahwa warga pengontrak mendapatkan jadup, asalkan bisa menunjukkan KTP setempat. “Bahkan, perkembangan selanjutnya, kipem (kartu identitas penduduk musiman) pun bisa,” tambahnya.

Namun, pencairan jadup itu tidak kunjung jelas. Warga berinisiatif menanyakannya lagi kemarin. Di Perum TAS, sebut Agus, terdapat sekitar 4.629 KK atau sekitar 17.723 jiwa yang telah jadi korban lumpur. Hampir separonya merupakan pengontrak.

Saat menemui warga, Diaz Roychan mengatakan dirinya tidak punya kapasitas sebagai pengambil keputusan. “Jika sekadar menyampaikan, pasti akan kami lanjutkan aspirasi para warga,” ujarnya. Dia meminta warga bisa memahami bahwa Lapindo berpegang pada SKB 19 Januari. Kesepakatan itu juga ditandatangani warga Perum TAS, termasuk yang berstatus pengontrak.(dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: