BPLS PERKENALKAN FORMAT VERIFIKASI BARU

MediaCEnter
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Rabu (23/5) sore di gedung Bappekab Sidoarjo memperkenalkan format verifikasi tanah baru kepada sekitar 60 warga yang terdiri dari kepala desa, camat dan perwakilan warga korban luapan lumpur panas Lapindo Sidoarjo.
Menurut Ketua Verifikasi BPLS Yusuf Purnama SH, ada sejumlah poin penting di format baru ini yang tidak didapati di format lama yang dibuat timnas. Di antaranya, pengajuan klaim ganti rugi diajukan lewat blangko permohonan yang dapat diterima secara gratis oleh warga, tim verifikasi dilengkapi unsur kejaksaan dan kepolisian guna menjamin data yang dihasilkan benar-benar legal.
Tim verifikasi bekerja berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang diatur dalam Surat Keputusan Badan Pengarah BPLS Nomor 01/KPTS/DP-BPLS/2007 tentang Juklak Verifikasi Bukti Kepemilikan Atas Tanah Sawah, Pekarangan dan Bangunan Milik Warga Akibat Semburan Lumpur di Sidoarjo. Selain itu, juklak juga merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 tahun 2007 tentang pembentukan BPLS.
Jika PT Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) masih menolak, maka berhadapan langsung dengan pemerintah, karena dalam hal ini MLJ sudah menyalahi Keppres 14. “Jika MLJ konsisten kepada Keppres 14, tidak ada alasan lagi untuk tidak membayar ganti rugi kepada warga” kata Yusuf.
Dalam juklak juga disebutkan, ganti rugi tanah petok D dibayar setara dengan tanah bersertifikat. Sementara ganti rugi bangunan, menggunakan tiga acuan yakni IMB, data verifikasi dari tim ITS, atau perjanjian antara camat, warga kepala desa, diketahui pejabat kabupaten yang ditunjuk oleh bupati.
Ketua Pokja Perlindungan Sosial BPLS, Sahrul Arifin menambahkan, tim verifikasi BPLS dilengkapi empat subtim yakni subtim kelengkapan, kajian yuridis formal, evaluasi dan pelaporan serta subtim informasi dan konsultasi.
Sementara untuk alur verifikasi, Sahrul menjelaskan, warga yang sudah melengkapi blangko persyaratan, menyerahkan kepada tm verifikasi melalui kepala desa. Oleh tim I persyaratan diperiksa kembali sebelum diserahkan kepada tim II. Tim II dipelajari dan mencocokkan dengan yang ada di lapangan.
Setelah dicocokkan, tim akan membuatkan berita acara dan kemudian diberikan kepada MLJ untuk diproses. MLJ selanjutnya memberitahukan pengajuan-pengajuan yang lolos kepada BPLS. Lalu, BPLS akan memberitahukan kepada warga melalui kepala desa.
Salah seorang warga desa Jatirejo, Nasiruddin mengatakan, apapun format yang digunakan oleh BPLS, warga pasti akan mendukung. “Yang penting warga segera diberi ganti rugi,” ujarnya. Warga juga berharap, format baru itu sudah dikomunikasikan dengan MLJ sebelumnya. Hal ini agar warga tidak dibuat bingung ketika mengajukan permohonan.
Terhitung hingga 25 Mei 2007, MLJ telah merealisasikan 178 transaksi ganti rugi tanah bersertifikat dari 522 pengajuan, sisanya sebanyak 344, tim verifikasi meminta untuk segera direalisasikan sebelum 29 Mei, tepat pada peringatan satu tahun musibah lumpur panas Sidoarjo.
Sedangkan untuk tanah yang tidak bersertifikat (petok D atau leter C), dalam minggu ini tim mengupayakan sudah ada yang dibayar. ”Jika persyaratannya memenuhi, sebelum 29 Mei nanti kami upayakan sudah merealisasikan pembayaran ganti rugi untuk 15 bidang tanah pada satu desa,” kata Yusuf
Musibah lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, hampir satu tahun telah menggenangi sekitar 650 hektar lahan warga berupa sawah, pekarangan, dan bangunan di empat desa yakni Siring, Renokenongo, Jatirejo, dan Kedungbendo. Sebelumnya, Lapindo telah menetapakan harga ganti rugi tanah sawah Rp 120 ribu/meter, pekarangan Rp 1 juta/meter, dan bangunan Rp 1,5 juta/meter. Namun banyak warga yang merasa kecewa karena banyaknya persyaratan ganti rugi yang diajukan pihak Lapindo. Di antaranya, tanah harus bersertifkat dan bangunan harus memiliki IMB.

-amd, 2007-05-24 13:26:59

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: