BPLS: Bupati Bertanggung Jawab

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 26 Mei 2007
Soal Rumah Retak di Siring Barat
SIDOARJO – Nasib warga di sekitar lokasi luapan lumpur yang rumahnya retak-retak masih belum jelas. Masalahnya, belum ada pihak yang mau mempertanggungjawabkan perbaikan rumah warga yang tak termasuk dalam peta terdampak itu.

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menegaskan, rumah retak-retak di kawasan Siring Barat dan lainnya bukan tanggung jawab mereka. Pemerintah daerah yang seharusnya mengatasi.

Kemarin Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen menyurvei salah satu rumah penduduk di kawasan Siring Barat. Di rumah Oky Andrianto, warga RT 3 RW 1 Siring, dia melihat beberapa tembok dan lantai retak-retak.

Meski demikian, kepada pemilik rumah, dia hanya menyarankan agar melaporkan hal itu ke pemerintah daerah. “Sebab, sesuai perpres, daerah di sini (Siring Barat, Red) bukan tanggung jawab kami,” jelas Zulkarnaen saat itu.

Menurut dia, karena berada di luar tanggung jawab BPLS, otomatis yang lebih berwenang adalah pemerintah daerah. “Tapi, bukan berarti kami tak turut prihatin,” ujarnya. Zulkarnaen menyatakan, BPLS siap terlibat, tapi sekadar merekomendasikan.

Hingga kini, sebagian besar rumah di kawasan Siring atau sebelah barat Jalan Raya Porong retak-retak. Tak hanya tembok, beberapa lantai rumah juga pecah. Diduga kuat, fenomena itu terkait gejala penurunan tanah (subsidence).

Empat RT di Kelurahan Siring yang masih tersisa itu hingga kini memang tidak termasuk dalam peta terdampak 22 Maret. Berbeda dengan 8 RT lain di Kelurahan Siring, empat RT tersebut belum kemasukan lumpur.

Secara terpisah, Kepala BPLS Sunarso menegaskan hal senada. Menurut dia, semua persoalan jangan selalu ditimpakan pada BPLS. “Kami ini bukan Superman,” ujarnya. Pekerjaan dan tanggung jawab BPLS selama ini sangat banyak dan berat.

“Sekarang yang punya rakyat itu siapa, bupati dong yang harus ngopeni rakyatnya,” katanya. Sunarso mengatakan, yang harus mengecek ke lapangan tak hanya BPLS, bupati pun harus melihat kondisi rakyat sekalian mengajak Lapindo.

Jika semuanya tahu kondisi di lapangan, kata dia, BPLS siap ikut mencari jalan keluar untuk persoalan tersebut. “Jangan semuanya BPLS,” ujarnya berulang-ulang.

Dikonfirmasi hal itu, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso hanya mengatakan bahwa saat ini tak perlu lagi mencari siapa yang salah atau siapa yang paling bertanggung jawab. “Apalagi kondisi rumah retak-retak itu kan masih berupa kemungkinan,” katanya.

Menurut dia, seluruh pihak, termasuk dirinya sebagai bupati, akan duduk bersama untuk mengidentifikasi persoalan tersebut. Hasil identifikasi dengan BPLS itu selanjutnya akan dilaporkan secara bersama-sama ke struktur di BPLS.

Semua persoalan terkait lumpur, kata Win, yang juga termasuk salah seorang anggota Dewan Pengarah BPLS itu, memang butuh perhatian bersama. “Tidak boleh dipisah-pisahkan,” ungkapnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: