APA ITU BLOKATH DOTHON?

Lepas dari masalah detil teknis yg accountable atau tidak, sebuah tulisan dibawah ini menunjukkan betapa konsennya masyarakat Indonesia terhadap krisis Lusi. Bencana lokal yang berkembang menuju krisis nasional yang sudah setahun lebih ini disatu sisi melahirkan pemikir-pemikir amatir (bukan bayaran) yg dengan usaha semampunya mengungkap kesetia kawanan antar warna sebangsa

Dampak peristiwa alam memang bisa bermacam-macam, terserah kita, terserah manusia bagaimana menanggapinya. Tapi sebagai rakyat Indonesia, saya bangga akan adanya pemikiran masyarakat yang sudah mulai mencoba menggunakan akal, bukan skedar emosi, okol dan berani terbuka akan opini dan pendapatnya

Salam

rdp

HATI2 DENGAN METODE YANG DITAWARKAN JEPANG DAN LAINNYA YANG MUSTAHIL AKAN DAPAT BERHASIL MENUTUP SEMBURAN LUMPUR DI SIDOARJO. KESALAHAN MEMILIH METODE, AKAN BERAKIBAT SANGAT FATAL, TERKECUALI MEMANG ITU YANG DIHARAPKAN.

Oleh : Bambang Bahriro (MPE=Masyarakat Peduli Energi) penggagas metode Blokath-Dothon.

Sudah setahun semburan lumpur di Porong Sidoarjo tidak bisa dihentikan. Penanganan bawah permukaan sudah tidak mungkin lagi bisa dilakukan. Reliefwell adalah peralatan pengeboran yang paling tercanggih atau termutakhir di dunia, yang sudah dicoba untuk menutup semburan di Porong Sidoarjo, tapi kenyataannya tidak mendapatkan hasil positif. Begitu juga dengan metode Bolton (Bola Beton).

Pada saat Reliefwell melakukan kegiatannya di Porong, penulis dengan teman-teman dari Masyarakat Peduli Energi melakukan pertemuan dimalam hari dengan Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo di Lt.7 Gedung Romerset Surabaya, dalam rangka menyampaikan proposal metode Blokath-Dothon untuk menutup semburan lumpur Sidoarjo langsung kepada Ketua Timnas Bapak Basoeki Hadimoelyono. Pagi harinya kami mendapat ijin untuk melihat dari dekat ke tempat semburan.

Tanggal 13 Oktober 2006 kami menggelar presentasi awal teknik Blokath-Dothon dihadapan para wartawan dan anggota Komisi-VII DPR RI, bertempat di Press Room DPR-RI Senayan Jakarta. Dengan diadakannya presentasi awal itu harapan kami adalah sebagai publikasi di berbagai media. Sehingga para pembuat keputusan mengetahui bahwa kami mempunya metode atau teknik untuk menutup semburan lumpur Lapindo dengan prosentase keberhasilannya 100%. Saat presentasi itu penulis sudah memberikan penjelasan bahwa untuk menutup semburan lumpur Sidoarjo tidak akan bersahabat dengan berbagai peralatan pengeboran. Kata-kata penulis terbukti, Reliefwell yang saat itu bekerja dengan harapan tingkat keberhasilannya 10% ternyata NOL BESAR. Hanya biayanya saja yang sangat besar.

Pada tgl.31 Maret 2007 penulis menyampaikan metode yang lebih detil kepada Timnas (diterima oleh Bapak Rudi/Jubir) di lokasi semburan Porong Sidoarjo. Saat itu pak Rudy sedang berada dititik semburan untuk mengawasi pemasukan bola-bola beton. Sekedar untuk pembaca ketahui bahwa penulis sengaja datang ke Porong Sidoarjo hanya dengan bersepeda motor sendirian. Kenapa? Jawabnya ada pada bagian paling bawah tulisan ini.

Tanggal 11 April 2007, masuk ke interaktif pada acara Live Pro Publik di TVRI Jakarta. Saat itu nara sumbernya adalah Menteri Pekerjaan Umum Bapak Joko Kirmanto dan Bapak Bur Maras anggota DPR RI. Penulis menyampaikan pemberitahuan metode Blokath-Dothon (BD)kepada beliau, dan Bapak Menteri memberikan petunjuk agar penulis datang ke Jakarta dengan membawa metode yang penulis buat untuk didiskusikan bersama. Dan pada tanggal 22 Mei 2007 penulis sudah menyampaikan metode BD kepada beliau.

Sebenarnya pengajuan proposal atau pemberitahuan kesanggupan untuk menutup semburan lumpur Sidoarjo sudah disampaikan pada bulan Agustus 2006 kepada pihak-pihak yang terkait hingga kepada Presiden serta KA.POLRI. Surat tembusan sengaja disampaikan kepada KA.POLRI agar apabila pengajuan teknik BD dari penulis tersebut tidak benar atau main-main, maka pihak kepolisian dapat mengambil tindakan hukum. Masalahnya di proposal itu saya mengatakan bahwa tingkat keberhasilannya 100%, sedangkan proposal itu datangnya hanya dari seorang satpam yang hanya lulusan STM. Masa iya sih?? Penanganan Lumpur Sidoarjo (LUSI) kan sudah ada tenaga propesional yang latar belakang pendidikannya mendukung. Bahkan para ahli dari seluruh dunia sudah pada datang dan memberikan tanggapan serta prediksi-prediksinya. Masa hanya seorang satpam apalagi hanya lulusan STM jurusan Listrik lagi, apa iya mempunyai metode untuk menutup LUSI?? Jangan-jangan hanya omong kosong, besar mulut dan hanya ingin mencari popularitas saja.

Dari sekian banyak penduduk didunia khususnya di Indonesia sendiri sebagai anak bangsa, pasti diantaranya banyak yang mempunyai gagasan atau ide untuk membuat metode atau teknik untuk menutup semburan lumpur Lapindo. Sebagai contoh yang sudah dipresentasikan oleh pihak Jepang dan ITS juga MPE (Masyarakat Peduli Energi).

Warga Indonesia yang baik adalah warga yang kritis. Jangan hanya berdiam saja.Tapi kritiknya harus benar-benar mengena atau tidak ngawur.

Maka oleh sebab itu penulis ingin menjadi warga Indonesia yang baik, berguna bagi nusa bangsa (ya namanya juga cita-cita, boleh kan?) Mengkritik metode yang ditawarkan oleh Jepang atau dari ITS. Kedua metode yang disebut dengan cerobong baja (metode dari Jepang) dan dum? (dari ITS) (maaf kalau ada kesalahan penulisan mohon dibetulkan), kedua-duanya penulis yakini tidak akan berhasil menghentikan semburan lumpur lapindo, kecuali suatu kebetulan saja semburannya berhenti dengan sendirinya.. Yang bisa saja pada saat baru memulai pekerjaan aktifitas semburan itu berhenti total karena alami. Mohon maaf, kalau ada yang merasa tidak enak atau tersinggung oleh pernyataan saya ini, silahkan kita berdiskusi atau berdebat dan bekerja sama memecahkan masalah-masalah yang dapat mencarikan solusinya untuk kepentingan negara dan bangsa bukan untuk kepentingan pribadi dengan menghalalkan segala macam cara yang tidak rasional agar membengkaknya rekening bank pribadi.

Penulis sendiri mempunyai metode atau teknik untuk menutup semburan lumpur Sidoarjo yang diberinama Blokath-Dothon yang sama-sama sudah dipresentasikan (hanya saja presentasinya didepan para wartawan dan anggota Komisi VII DPR-RI), bukan sombong atau takabur metode BD tingkat keberhasilannya insya Allah bisa 100%. Bukan pula sombong atau takabur, metode penulis siap di-diskusikan atau di-debat kebenarannya.

Untuk meyakinkan serta untuk menguji kebenaran metode atau teknik yang penulis buat, apakah iya dapat menutup semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo dengan berhasil 100%? Maka penulis telah menemukan seorang insinyur ahli kontruksi yang kebetulan sangat tertarik dengan metode BD. Dan setelah kami berdebat, dia mengatakan metode Blokath-Dothon sangat sederhana dan bagus sekali dengan perkiraan 100% bisa berhasil. Dia bersedia mendampingi penulis untuk membantu dan memberi dukungan dalam proses perhitungan secara detil material yang dibutuhkan sehingga dapat dihitung perkiraan biaya yang diperlukan. Penulis menganggap seandainya metode atau teknik Blokath-Dothon setelah didiskusikan ternyata memenuhi syarat untuk dipakai oleh BPLS, maka baru dilakukan perhitungan biayanya. Akan tetapi seandainya tidak mau dipakai oleh BPLS, maka melakukan perhitungan biaya dan menggambar detil kontruksi BD hanya akan buang-buang energi saja.

Dibawah ini penulis buat gambar skemanya, silahkan kepada siapa saja yang ingin memberikan tanggapan dapat menyampaikannya melalui e-mail penulis : blokathdothon@yahoo.co.id atau ke blog diskusi penanganan permukaan http://www.hotmudflow.wordpress.com.

Sekali lagi penulis hanya sekedar mengingatkan, kepada siapa saja agar mempunyai kepedulian terhadap keprihatinan musibah lumpur Lapindo di Sidoarjo. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran sebagai tanggapan untuk membantu memberikan support kepada BPLS agar dapat memilih metode yang tepat untuk dapat benar-benar menutup lumpur Lapindo. Kita harus memakai metode yang berdasarkan ilmu pasti, sehingga pasti bisa menghentikan semburan lumpur di Sidoarjo dengan timgkat keberhasilannya 100%. Jangan hanya berdasarkan coba-coba atau perkiraan saja.

Apabila BPLS salah dalam menentukan penunjukan metode yang ditawarkan dari beberapa penggagas, yang datangnya dari luar atau dari anak-anak bangsa Indonesia sendiri, maka penulis mengkhawatirkan akan terjadi adanya dampak yang sangat mengerikan. Semua biaya, tenaga yang telah banyak dicurahkan disana akan sia-sia saja. Semuanya akan masuk perut bumi. Semburan akan terhenti dengan sendirinya karena amblasnya tanah akan membuat semacam kawah raksasa yang sangat mengerikan. Selain itu Runtuhnya formasi tanah didalam wilayah Sidoarjo dampaknya akan sangat luas. Oleh karena itu penulis mengharapkan BPLS segera menghentikan semburan lumpur dengan metode yang tepat, yang berdasarkan teori atau ilmu yang pasti bukan dengan dasar coba-coba atau kira-kira. Kalau salah tunjuk, akan memperlambat proses penutupan sehingga berlarut-larut dan pada akhirnya apa yang penulis khawatirkan akan terjadi, biaya yang sudah dikeluarkan, harta benda dan nyawa yang tidak sedikit, akan menjadi korban yang sia-sia. Mudah-mudahan kekhawatiran penulis itu sangat berlebihan. Semoga tidak akan terjadi bencana yang sangat mengerikan seperti yang dikhawatirkan oleh penulis.

Ini adalah jawaban kenapa penulis datang ke Porong Sidoarjo untuk menyampaikan metode Blokath-Dothon hanya dengan bersepeda motor? Penulis hanyalah seorang anggota petugas satpam yang juga hanya lulusan STM. Dan saat ini bekerja di perusahaan swasta dengan sistim kontrak tiap tahun diperpanjang. yang penghasilannya pas-pasan. Jadi dengan bersepeda motor, lumayan bisa menghemat biaya daripada dengan kendaraan umum. Penulis dengan ribuan teman-teman senasib yang berada diseluruh Indonesia tidak habis mengerti kenapa bekerja dengan pengabdian 23 tahun (bahkan ada banyak yang lebih), bukannya tambah sejahtera malah sebaliknya. Kami iklas ridho, semuanya diserahkan kepada Yang Maha Mengatur. Saking ingin membantu pemerintah yang saat itu dipercayakan kepada Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo, dan saking sudah tidak tahan lagi melihat dan mendengar penderitaan masyarakat korban lumpur Lapindo, penulis dengan penuh semangat dan tidak mengenal lelah telah melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor dari Indramayu ke Sidoarjo.. Harapan penulis hanya satu, tolong berikan kesempatan untuk mempresentasikan atau menjelaskan metode yang diserahkan. Penulis tidak akan memaksakan kehendak seandainya setelah didiskusikan metode penulis tersebut tidak memenuhi syarat.

Kepada para pembaca yang budiman, dibawah ini penjelasan metode yang penulis sampaikan kepada Pemerintah. Sangat disayangkan ilustrasi berupa gambar atau skema hasil pemikiran penulis benar-benar tidak bisa dicopy ke hal ini (harap maklum, jujur saja penulis baru belajar internet). Walaupun sedikit penjelasan, semoga mudah dimengerti serta dapat bermanfaat untuk membantu pemerintah (BPLS)

APA ITU BLOKATH DOTHON?

BLOKATH-DOTHON (BLOkir seKAT seDOT beTON) disingkat = BD, yaitu metode atau teknik untuk menutup semburan lumpur dengan BETON dengan prosentase keberhasilannya  100% yang diciptakan hanya oleh seorang satpam lulusan STM.

Ya, Insya Allah bisa berhasil 100% kalau tidak ada halangan, terutama karena halangan bencana alam umpamanya karena tanah amblas, seperti menurut cerita yang entah benar tidaknya dan kapan kejadiannya, yaitu pernah terjadi di Dieng – Wonosobo, � satu desa amblas masuk perut bumi.

Beberapa metode yang ditawarkan kepada pemerintah (Timnas sekarang BPLS) oleh beberapa penggagas dari luar negeri maupun dari anak bangsa sendiri, semuanya mengandung resiko menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam terutama seperti tanah amblas. Namun pada metode BD, segala aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Salah satu teknik untuk keselamatan para pekerja yang mengerjakan teknik BD nantinya tidak akan terganggu atau terkontaminasi gas beracun Karena diareal titik semburan tidak akan ada asap sama sekali. Pokoknya semua aspek safety (keselamatan dan keamanan) bagi semua pekerja sangat kita utamakan, sehingga kemungkinan2 apabila terjadi bencana alam (tanah amblas, dll), kita sudah memikirkan dan menyiapkan teknik untuk mengantisipasinya.

Teknik BD akan memBLOKIR titik semburan dengan 2 ring (tanggul), yang masing-masing ring dilengkapi SEKAT berpipa. Jumlah serta diameter pipanya disesuaikan dengan banyaknya debit/volume cairan/lumpur yang keluar dari sumber semburan. Jumlah pipa (lubang) harus lebih banyak (besar) daripada jumlah debit air/lumpur yang keluar dari sumber semburan, supaya air/lumpur didalam ring I (pusat semburan) tidak meluap atau luber ke ruang antara ring I & II (untuk pekerjaan pondasi dan kontruksi Benton). Sehingga pada saat proses pelaksanaan pekerjaan hingga TSK (tunggu semen kering), lumpur terus mengalir melalui pipa, keluar ke penampungan diluar ring II.

Diantara ring I & II kita SEDOT (dibersihkan hingga dasar) untuk pondasi beton. Kemudian kita buat tangki (seperti pada umumnya tangki untuk penampung minyak di SP atau SPU Pertamina) yang dibuat berlapis sebagai bekesting BETON. Bekesting (tanki) bag. dalam yang nantinya langsung berhubungan  dengan cairan/lumpur, pada bagian yang nantinya berhubungan dengan beton dilapisi peredam panas. Sehingga nantinya konstruksi beton tidak akan terkena panas langsung dari uap/cairan/lumpur. Walaupun pada kenyataannya nanti setelah cairan/lumpur berhenti total, tidak akan ada lagi panas yang tinggi seperti saat ini, kecuali pada saat TSK (Tunggu Semen Kering), karena pipa aliran lumpur yang sejak awal proses pekerjaan dipasang pada kedua skat Ring I & II terus dibuka (diablas). Setelah semen atau beton benar-benar kering (sesuai dengan ketentuan kontruksi beton), maka pipa-pipa yang sejak awal pekerjaan sudah dilengkapi valve, ditutup semuanya. Maka aktifitas cairan lumpur dari perut bumi tidak akan keluar lagi karena tertahan, tidak akan kuat mengangkat beban beton yang sangat berat, sehigga didalam kubah beton tidak akan panas lagi. Untuk bekesting (tanki) pada bagian luar dibuat beberapa jendela untuk pengontrol dan tempat masuknya adukan.

Didalam ruang bejana beton akan panas apabila air/lumpur tetap dikeluarkan melalui pipa ber-keran (valve) yang dapat dikoneksikan untuk menggerakan turbin pembangkit listrik, mesin bata press, mesin tempa dll.

Metode BD akan LEBIH efektif dan efisien apabila dipakai pada saat semburan belum membesar seperti saat ini. Makanya, kemungkinan akan munculnya semburan liar yang baru, harus segera dihentikan dengan metode Blokath-Dothon yang pekerjaannya sangat sederhana dan mudah dilaksanakan, jangan sampai semburannya tambah membesar. Kalau semburannya masih kecil, paling-paling cukup dihentikan hanya dengan kubah beton sebesar pos jaga satpam (jondol) saja. Ingin bukti? Mari kita diskusikan atau silahkan kita berdebat. Motor baru Suzuki Smash yang dimiliki penulis akan diserahkan kepada pembaca yang menang berdebat dengan penulis. Ini penulis lakukan demi untuk meyakinkan kepada pemerintah bila perlu kepada dunia, bahwa teknik BD tidak main-main dapat menghentikan semburan Lumpur Lapindo. Motor baru penulis akan diserahkan sebagai hadiah kepada yang memenangkan diskusi bukan untuk sombong-sombongan. Kepada pembaca yang berminat untuk mengikuti diskusi agar sabar menunggu tanggal mainnya.Kami masih menunggu jawaban dari Bapak Joko Kirmanto (Menteri Pekerjaan Umum). Pengajuan permohonan presentasi metode Blokath-Dothon yang penulis sampaikan kepada beliau tanggal 22 Mei 2007 dengan nomor agenda surat 2572, mungkin karena terlalu banyaknya pengajuan penawaran berbagai macam metode untuk menutup lumpur Lapindo, serta pengajuannya masih baru beberapa hari, setelah dicek ke T.U. menteri tanggal 28 Mei 2007 kemarin, ternyata surat pengajuan dari penulis masih belum turun. Seandainya sampai akhir Juni 2007 permohonan penulis untuk mempresentasikan metode BD dihadapan pemerintah (BPLS) tidak ditanggapi, maka diskusi akan digelar secara terbuka untuk umum tanpa syarat. Untuk waktu dan tempat diskusi, akan beritahukan kepada umum awal Juli nanti. Sehingga kemungkinan diskusi akan digelar sekitar pertengahan Juli 2007.

Metode BD yang proses pekerjaannya lebih mudah dan sederhana hanya cukup dengan Sekat dan Beton, dapat kita pakai untuk menutup kawah-kawah aktif yang berukuran kecil seperti kawah Si Kidang di Dieng dan lainnya. Tekanan uapnya bisa kita pergunakan untuk menggerakan turbin listrik dan lain sebagainya yang bermanfaat.

Ide dan desain BD asli Bambang Bahriro (anggota satpam lulusan STM asal Indramayu).

———————————————————————–

Pak Dhe, kurang lebihnya saya serahkan kepada Pak Dhe untuk diperbaiki.
Terimakasih atas perhatian dan bantuan pak Dhe.
Hormat saya,

Bambang Bahriro

O ya lupa, ini alamat dan no HP saya barangkali dibutuhkan :

Bambang Bahriro
Jl.Gagak C-4 Komperta Cemara
Losarang – Indramayu – Jabar 45253
(0234) 484112 Ext. 3754 HP. 081 2230 2423 – 0852 2121 6555

Iklan

15 Responses to APA ITU BLOKATH DOTHON?

  1. BAMBANG BAHRIRO berkata:

    INSYA ALLAH MUSIBAH ATAU BENCANA BARU SEPERTI LuSi TIDAK AKAN TERJADI LAGI.

    Yth.Bapak Alive, seperti yang sudah saya jelaskan, bahwa Semua metode yang ditawarkan kepada pemerintah (BPLS) adalah untuk menghentikan atau menutup semburan utama yang terjadi sudah lebih dari 1 tahun itu. Jadi timbulnya musibah baru atau terjadinya semburan baru kemungkinan atau dipastikan akan terjadi terutama disekitar wilayah LuSi. Kalau timbulnya dipinggir laut sih tidak terlalu menjadi masalah, paling2 dampaknya terhadap para nelayan dan rusaknya lingkungan pantai.

    Oleh sebab itu, kalaupun terjadi semburan baru, tetapi diyakini semburannya tidak akan sekaligus membesar. Sehingga pada saat belum membesar itulah kita usahakan untuk segera menutupnya lagi agar lebih efisien biaya dllnya.
    Buktinya semburan utama yang terjadi hingga sampai saat ini awalnya kecil saja tidak langsung membesar atau tidak seperti gunung meletus.

    Kalau kita biarkan karena LuSi diperkirakan akan berhenti dengan sendirinya (kalau iya berhentinya dalam waktu yang tidak terlalu lama), seperti juga dari beberapa pernyataan yang disampaikan oleh para pembuat keputusan kepada publik (pada saat LuSi belum separah saat ini), maka akibatnya seperti yang terjadi sekarang ini pak Alive. Mungkin kalau tidak segera kita hentikan, kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi? Yang diperkirakan oleh kita hanya kemungkinan tanah amblas saja dengan radius mudah-mudahan tidak luas. Kejadian yang akan terjadi masih menjadi misteri buat kita. Apakah nantinya akan terjadi bencana yang sangat mengerikan hanya di disekitar Porong saja? Ataukan dampaknya akan sangat luas? Atau mungkinkah bisa mempengaruhi keadaan geologi di pulau Jawa bahkan wilayah lain di Indonesia? Itu merupakan misteri atau rahasia alam juga Rahasia Allah.

    Menduga atau memperkirakan segala sesuatu itu tidak salah, tetapi untuk urusan yang seperti LuSi, kita tidak boleh main-main dengan metode perkiraan lagi. Sehingga semburan yang tadinya masih jinak (kecil) dapat menjadi bencana.

    Pada dasarnya metode BD adalah untuk menutup Blow Out, yang efektif dan efisien apabila dipakai pada saat semburannya baru terjadi atau belum membesar. Sedangkan Blow Out LuSi sudah bertambah ganas, sehingga resiko penanganannya akan cukup tinggi (volume cairan/lumpur yang keluar sangat banyak, suhu panas sangat tinggi, tanah amblas, ketinggian lumpur cukup tinggi, biaya penanganannya dll). Akan tetapi walaupun demikian sikon-nya, kita kan dikasih akal oleh Allah, jadi selagi kita masih punya akal, insya Allah dengan metode BD si LuSi bisa kita jinakan.

    Pak Alive, jadi untuk perkiraan munculnya semburan baru itu pasti ada, tapi untuk menjadi musibah atau bencana baru seperti LuSi tidak akan terjadi lagi seandainya segera ditangani penutupannya.

    Terimakasih,
    Salam : Bambang Bahriro

  2. alive berkata:

    Metode anda hanya mempertimbangkan kondisi permukaan saja nih pak, bagaimana dengan kemungkinan perkembangan rekahan di dalam tanah?
    Yang dikhawatirkan kebanyakan engineer terutama adalah meluasnya rekahan saluran aliran lumpur.
    Sebenarnya dengan membiarkan kondisi semburan lumpur saat ini ada keuntungannya juga. Dengan membiarkan energi semburan habis dengan sendirinya dapat menghindarkan timbulnya musibah baru di tempat lain.

  3. BAMBANG BAHRIRO berkata:

    Pak Rirawan, kalau bapak kasih saya alamat yang lengkap ke e-mail saya blokathdothon@yahoo.co.id, akan saya kirim metode BD bergambar via post.

    Biar lebih jelas, semoga bermanfaat, terimakasih.

  4. aj berkata:

    hebat jg satpam bisa bicara teknik. malu deh yg uda focus blajar bertaon2 dikalahin satpam!

  5. dian berkata:

    ah kan enak jadi engineer di perusahaan asing atau perusahaan gedhe, gaji gedhe. kan ndak perlu mikiran lumpur lapindo. persetan, yang penting duwitku banyak. bisa beli mobil top, rumah top, anak sekolah di luar negeri.
    kan aku lulusan universitas terkenal, ndak level ama yang lulusan yang kayak gitu. biar aja.

  6. RIrawan berkata:

    Gagasan orisinil ini jauh lebih baik dan layak dikaji lebih dalam, daripada semuanya yang sudah dikerjakan selama setahun (kecuali relief well yang sudah baku namun sangat mahal).

    Kita layak angkat topi dan hormat atas semangat pak Bambang Bahiro.
    Saya akan coba mendalaminya.
    Menutup tuntas semburan kelihatannya sulit, namun gagasannya berangkat dari alur logika yang tertib dan runtut. Mungkin bisa dikombinasikan guna pengaturan pengaliran di permukaan.

  7. […] Semua pertanyaan, pendapat serta sanggahan yang disampaikan agar tidak jauh dengan metode atau teori, teknik, cara Blokath-Dothon untuk menutup Lusi seperti yang sudah saya sampaikan (lihat Arsip Mei 2007 judul : APA ITU BLOKATH DOTHON?). […]

  8. Asolim berkata:

    Pak Bambang, mohon tanggapannya, gimana kalau setelah Ring 1 & 2 katakanlah sudah berhasil dibangun lalu muncul semburan liar baru ditengah2nya, lalu kapan keringnya dan kapan mbetonnya , mengingat daerah sekitar pusat semburan sangat rawan (sedangkan diarea yang jaraknya sekitar 1 KM dari pusat semburan masih bisa muncul semburan liar baru), selain itu area Ring1 & 2 sangat rawan ambles, apakah fondasi beton ini cukup elastis untuk meredam amblesan yang sangat mungkin terjadi, sehingga konstruksi tidak ambruk ?

  9. BAMBANG BAHRIRO berkata:

    Salam bahagia buat semua aktivis blog ini, terutama buat pak Dhe Rovicky yang telah memuat tulisan saya. Terimakasih Pak Dhe, saya benar2 baru tahu kalau tulisan saya sudah dimuat.

    Mohon maaf kepada semua yang telah memberikan tanggapan terhadap tulisan saya “APA ITU BLOKATH-DOTHON?”.
    Sekedar untuk diketahui oleh semuanya, bahwa saya membuka e-mail tidak setiap hari. Jadi ya mohon maklum saja kalau saya selalu telat membalas tanggapan2 yang ditujukan kepada saya.

    Semuanya akan lebih jelas apabila melihat gambar islustrasi yang saya buat.

    Saat ini saya masih terus berusaha mengirim gambar atau ilustrasi teknik BD kepada Pak Dhe Rovicky, alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat, saya belum berhasil.
    Seperti yang pernah saya katakan sejujurnya, bahwa saya baru mengenal dan belajar internet. Jadi saya masih terus berusaha mencoba dan mencoba terus. (Maklum otodidak).

    Barangkali ada yang bisa memberi panduan agar saya bisa mengirim file word melalui internet?

    Permasalahannya sbb :
    File Gambar/ilustrasi teknik BD ada di Microsoft Word.

    Yang pernah saya coba sbb :
    Membalas tanggapan untuk hal diskusi ini dengan mengonsep surat terlebih dahulu di word. Kemudian baru di copy/paste ke halaman ini.

    Untuk Copy/Paste tulisan tidak ada masalah. Tapi mengCopy gambar yang saya buat dengan Autoshapes di word belum berhasil. Saya coba langsung dengan cara dikirim melalui open file, juga belum bisa. Harap makluu…m wong deso…

    Saya masih ada 1 buku teknik BD (print colour) yang sama dengan yang saya ajukan kepada Bapak Menteri P.U.
    Nanti saya kirim buat pak Dhe.

    Untuk Yang Terhormat :

    Bapak/Mas :
    1. Antoni,
    2. Leo Juliawan
    3. Joyo S
    4. Dedi Ganedi
    5. dan Ompapang

    Saya sangat menghargai tanggapan dari semuanya. Namun karena keterbatasan waktu, mohon maaf saya akan menjawab pasti dilain waktu saja.

    Hanya ada satu saja dulu yang ingin saya tanyakan lepada Mas Antoni :
    Mas Antoni mengatakan :
    “Tidak ada metode yang memiliki tingkat keberhasilannya 100%”.

    Mungkin ini adalah kebodohan saya yang belum tahu arti yang sebenarnya apa sih yang dinamakan “metode” itu?

    Kata “metode” yang saya maksudkan diatas adalah sama artinya dengan teknik atau cara.
    Jadi apakah maksud mas Antoni untuk semua metode atau teknik (cara) menutup LUSI tidak ada yang memiliki tingkat keberhasilannya 100%?
    Atau maksud mas Antoni untuk semua metode (teknik atau cara) apapun didunia ini tidak memiliki tingkat keberhasilannya 100% ?

    Saya mohon penjelasannya mas..
    Mohon maaf kalau saya telah salah mengartikan “metode” dengan “teknik” atau “cara”.

    Untuk memastikan MUNGKIN atau TIDAKNYA teknik atau cara Blokath-Dothon menutup LUSI (Lumpur Sidoarjo), saya berharap mas Antoni bisa datang di acara DISKUSI BD (kalau surat permohonan saya yang ditujukan kepada Bapak Menteri P.U sampai akhir Juni 2007 tidak ada tanggapan).
    Kalau argumentasi mas Antoni nanti dianggap kuat dan mengalahkan argumentasi saya, maka mas bisa ambil motor Suzuki Smash milik saya yang masih baru 2 bulan (bukan motor kridit lho mas.., jd jgn takut tidak akan over kridit).
    Maaf ya mas Antoni, seandainya mas menang, dan barangkali mas dari kalangan atas, sehingga tidak perlu motor, maka motor itu terserah mau dibagaimanakan. Apa mau dihibahkan atau di sumbangkan kepada korban LUSI. Terserahlah mas Antoni mau diapakan, yang jelas saya iklas ridho menerima kekalahan.

    Demikian mas Antoni…., ditunggu penjelasannya.
    Terimakasih.

    Bambang BahriRO,—- (Bukan Bambang BahriO)

    ================================================
    u/ Mas Antoni : Betul, kenapa tdk dari DN saja ya? TQ
    u/ Mas Leo Juliawan : (?) maaf belum sempat saya buka, nanti
    pasti saya baca, TQ
    u/ Mas Joyo S. : Saya do’akan semoga cepat berakhir sesuai
    dg yang Mas Joyo harapkan, amiin… TQ
    u/ Mas Dedi Ganedi : Semoga, amiin… TQ
    u/ Ompapang : Sabar ya Om… belum bisa bls, TQ

  10. ompapang berkata:

    eh tak ralat, maksud saya yang runtuh jembatan layang GROGOL bukan Glodok

  11. ompapang berkata:

    Pak Bambang Bahrio, sekarang dipusat semburan sudah ada tanggul cincin setinggi 20 meter, mestinya sudah dipikirkan bagaimana menyedot lumpur didalamnya apabila ring I dan ring II dipasang didalam tanggul cincin yang berdiameter 120 meter dan bagaimana memasang pipa ber”valve” yang menembus tanggul tersebut serta hendak dikemanakan lumpur yang mengalir ( kearah tertentu ?) melalui pipa tersebut sebelum valve ditutup.
    Juga diameter kawah semburan yang 50 meter, akan merupakan kesulitan tersendiri dalam membuat tutup tangki/kubah yang berdiameter minimal 50 meter.
    Bila pusat semburan ditutup dengan kubah beton, para ahli geologi bawah permukaan tentu mengkhawatirkan akan terjadinya semburan baru ditempat lain, paling tidak dalam bentuk semburan gas yang berpotensi dapat memecahkan lantai keramik rumah penduduk.
    Bila kubah dibuat diluar tanggul cincin, berarti diameternya lebih dari 120 meter. Dalam hal ini pemasangan pipa ber”valve” tentu lebih mudah, namun kesulitannya adalah membuat atap kubah/tangki lumpur yang berdiameter lebih dari 120 meter. Apakah bekistingnya kuat menahan berat beton yang dituangkan diatasnya. Bila dibawahnya ditopang genangan lumpur, mungkin cor-coran semen beton dapat mengering sesuai harapan, tetapi sebaliknya kalau bekisting tidak ditopang genangan lumpur karena lumpurnya dialirkan keluar oleh pipa-pipa bervalve, maka ia harus menahan sendiri berat cor-coran semen yang bersifat seperti membran raksasa. Oleh karena itu bisa jadi pada saat menunggu semen kering,konstruksi sudah runtuh seperti jembatan layang diGlodok beberapa tahun yang lalu.
    Masih ada kesulitan lain,yaitu kemampuan daya dukung tanah menahan berat konstruksi berupa kubah beton raksasa yang membebaninya. Bisa jadi kubah beton yang berhasil dibuat kemudian tenggelam ditelan bumi tanpa bekas seperti kasus rig pengeboran yang pernah dimuat didongeng geologi. (Di topik mana ya Pak Dhe, aku lupa je ?)
    Demikian Pak Bambang, mohon maaf kalau komen ini dianggap “ngendhas-endhasi” tak sabar menunggu tanggal main diskusinya.

  12. Dedi Ganedi berkata:

    Bambang Bahrio sudah berhasil 100% karena dengan status pendidikan dan pekerjaannya beliau dengan berani melontarkan gagasannya sampai ketingkat menteri dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Menurut saya ini adalah contoh manusia luar biasa. Ada 50% saja penduduk indonesia semangatnya seperti Bambang Bahrio ditambah lagi dengan semangat yang tak pernah luntur, maka Indonesia akan maju sangat pesat. Apalagi jika semangatnya dimiliki oleh manusia yang berpendidikan tinggi atau oleh seorang menteri atau kepala negara.

    Dengan mengandalkan intuisinya, Bambang Bahrio bisa maju dengan keyakinan 100% mengorbankan sepeda motornya.

    Lebih baik gagal daripada tidak sama sekali. Kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Salah satu keuntungan yang sangat besar dari kegagalan adalah kesabaran. Luar biasa.

  13. Joyo.S berkata:

    “APA ITU BLOKATH DOTHON?”
    ==========================

    🙂 Kami tak peduli dengan bermacam-macam metode, yang penting tanah kami dibayar dan bisa kelon normal dengan istri setiap hari 🙂

  14. Antoni berkata:

    Tidak ada metode yg memilki tingkat keberhasilan 100%.
    Keyakinan mas Bambang ini malah justru menunjukkan kekurangannya. Seolah memastikan keberhasilan. TIDAK MUNGKIN !
    Idenya sih boleh juga. Hanya saja BPLS tidak akan sembarangan saja mengkaji semua ide atau usulan.
    Tapi emang sayangnya kenapa ide harus dari LN supaya diterima idenya oleh SBY. Emangnya ga ada ide lain po ?
    Pak SBY dan BPLS mestinya mengkaji usulan2 dari DN juga lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: