Prihatin Lihat Lumpur Lapindo

Selasa, 29 Mei 2007,JawaPOS 
UNTUK kali pertama setelah dua tahun menempati pos sebagai wakil menteri luar negeri (Menlu) Amerika Serikat untuk Asia Timur dan Pasifik, Christopher R. Hill berkunjung ke Surabaya kemarin. Dalam kunjungan singkatnya itu, Hill yang didampingi Pejabat Duta Besar AS untuk Indonesia John Heffern bertemu dengan beberapa pengusaha Surabaya serta meninjau lokasi luapan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo.

Sekitar dua jam di lokasi luapan lumpur, Hill yang kemarin juga didampingi Konsul Jenderal AS untuk Surabaya Claire Pierangelo dan wakilnya, Dave Williams, juga meninjau spill way, pompa-pompa pendukungnya, serta ke penampungan korban lumpur di Pasar Porong. Hanya, selama di Pasar Porong, Hill tidak sempat berbincang dengan para pengungsi.

Sekembali dari Sidoarjo, Hill menerima Wartawan Jawa Pos Nany Wijaya dan Produser Eksekutif JTV Nanang Purwono di kediaman Claire Pierangelo. Berikut ini kutipan wawancara khusus itu:

Apa yang membuat Anda mendahulukan Surabaya sebelum ke Jakarta?
Pertama, karena kami punya konsulat di sini. Kemudian, ya karena komitmen saya untuk mengunjungi semua kedutaan dan konsulat kami yang ada di negara-negara di Asia Timur. Ketika berada di negara-negara itu, saya selalu sempatkan untuk melihat dari dekat apa yang dikerjakan oleh konsulat dan dengan siapa saja mereka berhubungan. Itulah yang saya lakukan di Surabaya sebagai kota penting. Konsulat di Surabaya ini merupakan konsulat yang sangat besar dan penting karena meng-cover lebih dari 100 juta penduduk.

Setelah berkunjung ke lokasi lumpur Lapindo, bagaimana pendapat Anda? Adakah sesuatu yang bisa dilakukan AS untuk membantu mengatasi masalah yang sudah berjalan setahun itu?
Dalam hal ini, saya ingin benar-benar memahami masalah ini. Karena selama ini saya hanya membaca di surat kabar dan dari laporan-laporan konsulat kami di Surabaya. Syukur hari ini kami berkesempatan melihat langsung ke sana. Benar-benar prihatin saya melihat bencana yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia itu. Saya melihat penduduknya harus tinggal di penampungan. Dan hari ini, setelah berkunjung ke sana, saya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah itu.

Apa pendapat Anda tentang banyaknya anak muda dan mahasiswa di sini, termasuk di Surabaya, yang memprotes pemerintah AS?
Saya paham dan mengerti. Hak mereka untuk melakukan itu. Dan itu adalah bagian dari sistem demokrasi. Selama itu merupakan aksi damai dan sesuai dengan aturan yang berlaku, tidak masalah.

Bagaimana pendapat Anda tentang hubungan sister city Surabaya-Seattle? Bisakah itu ditingkatkan di masa mendatang?
Program sister city sangat baik. Di negara kami, itu dilakukan oleh pihak swasta. Surabaya dan Seattle memang sangat cocok meski Surabaya tak punya tim basket profesional. Karena keduanya sama-sama memiliki pelabuhan. Dengan perkembangan pusat-pusat industri di Indonesia, dan Surabaya adalah salah satunya, saya yakin kota ini kelak akan jadi pemain besar dalam pasar impor AS. Saya akan sampaikan ini sekembali saya ke Washington DC.

Menurut Anda, bagaimana hubungan Indonesia-AS saat ini?
Menurut saya, sangat bagus. Seperti Anda ketahui, hubungan antara presiden kita sangat akrab. Presiden Yudoyono dan Presiden Bush sudah beberapa kali bertemu dan bersama-sama membahas banyak hal. Kerja sama kita di bidang ekonomi, perdagangan, militer, keamanan, dan politik juga sangat baik. Apalagi sekarang Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Sehingga kita bisa bekerja sama juga dalam banyak masalah internasional.

Tentang kerja sama militer dengan Indonesia. Bagaimana AS akan meningkatkan hubungan itu sehingga kerja samanya tidak hanya sebatas latihan bersama?
Seperti Anda ketahui, kerja sama antara militer kita sempat ditangguhkan selama beberapa tahun. Tetapi sekarang kan sudah diaktifkan kembali. Dan sudah semakin banyak perwira militer sini yang belajar ke sana. Dengan begitu banyaknya hal yang direformasi di tubuh militer Indonesia, saya yakin kerja sama militer kita sangat bisa ditingkatkan. Dan dihilangkannya banyak praktik buruk militer Indonesia merupakan hal yang sangat positif bagi perkembangan kerja sama itu.

Apa hal terbaru yang penting dalam hubungan bilateral Indonesia dengan AS?
Hal terpenting dalam hubungan bilateral kita adalah ditariknya Duta Besar Pascoe (Lynn B. Pascoe; Dubes untuk Indonesia, Red) untuk melaksanakan tugas di PBB. Senang sekali bisa mengabarkan bahwa penggantinya sudah disahkan Senat AS. Dan segera tiba di sini dalam waktu dekat. Ini merupakan perkembangan yang penting dan sangat menggembirakan dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan AS.

AS pernah menyebut bahwa praktik demokrasi di Indonesia sangat baik. Dukungan apa yang akan diberikan AS kepada Indonesia agar bisa mempertahankan hal itu?
Indonesia telah melangkah ke arah yang benar. Dan itu sangat penting bagi Indonesia. Karena ada negara yang langkahnya benar, tetapi menuju ke arah yang salah. Tetapi Indonesia sudah menuju ke arah yang benar. Semua orang di semua negara, setiap bangun pagi harus berpikir bagaimana meningkatkan yang ada agar menjadi lebih baik. Tak ada negara yang sempurna dalam demokrasi atau pun hak asasi manusia. Termasuk negara kami. Pertanyaannya adalah, bagaimana menjadikan hal itu semakin baik. Meski di peta letak kita sangat berjauhan, namun itu bukan halangan bagi negara kita untuk berdekatan. Sejauh ini, kami punya hubungan yang aktif dengan Indonesia. Kami punya kedutaan yang kuat di sini, kami juga punya konsulat yang sangat kuat di Surabaya, kami juga punya banyak bisnis dengan nilai investasi miliaran dolar di sini. Hubungan kita di bidang militer, penegakan hukum, dan counter terrorism juga baik. Kami juga peduli dan secara aktif membantu Indonesia dalam setiap bencana.

Bagaimana AS membantu Indonesia untuk menarik lebih banyak investor, khususnya dari AS?
Menarik investor sebenarnya adalah tugas Indonesia sendiri. Kapan hari saya ke Vietnam. Saya lihat mereka melakukan segala cara untuk bisa berkompetisi di pasar internasional yang kompetitif. Saya kira Indonesia tak punya kesulitan untuk itu karena Anda punya tenaga kerja yang kuat dan pekerja keras. Orang-orangnya juga ramah. Saya kira ini merupakan poin yang kuat untuk menarik investor asing.

Indonesia kini menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Menurut Anda, bagaimana peran Indonesia secara internasional?
Well, bicara tentang Dewan Keamanan adalah bicara tentang masalah-masalah berat. Seperti soal Iran, soal nuklir, soal Timur Tengah, soal Lebanon, dan soal Kosovo. Sebuah negara kecil yang hanya berpenduduk 1,5 juta orang di Eropa. Mungkin orang sini heran, kenapa masalah di negara sekecil itu harus dibahas di Dewan Keamanan. Meski kecil, masalah di sana sangat unik. Hal-hal itulah antara lain yang akan saya bahas ketika bertemu dengan Menlu di Jakarta besok. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: