Geometri Lubang Lumpur Lapindo Akan Dipetakan

Rabu, 30 Mei 2007 | 02:28 WIB TEMPO Interaktif, BANDUNG:

Sampai saat ini kepastian melanjutkan insersi belum diketahui. Bagus menduga ada masalah dana dari Lapindo Brantas. “Yang pasti badan penanggulangan lumpur belum menyatakan dihentikan,” kata anggota tim insersi.

Ke depan, tim insersi berencana melengkapi teknologi bola beton dengan teknik spider-web agar lebih sempurna. Layaknya jaring laba-laba, sistem jaring baja ini didesain akan membuka pada kedalaman 1.200 meter. Jaring berdiameter empat meter itu berfungsi menahan bola beton pada kedalaman yang diperkirakan sebagai pusat semburan lumpur itu.


Pada saat ini, tim insersi sudah selesai mendesain alat yang dinamai Drop Rise Sonic Scanner itu. Alat seharga Rp 500 juta ini mirip dengan Caliper Log yang dipakai di dunia perminyakan, namun cara kerjanya berbeda. Harganya juga jauh lebih murah dibanding alat senilai Rp 3 miliar itu.

Alat berupa tabung ini berdimensi panjang 1,2 meter dan diameter 35 centimeter. Di dalamnya terpasang alat elektronik yang memancarkan gelombang sonik sekaligus merekam pantulannya. Alat itu didesain tahan temperatur dan tekanan hingga kedalaman seribu meter sambil terus merekam.

Alat itu dilengkapi ejector, yang otomatis akan melepaskan bagian penyimpan rekaman data ke permukaan. Data itu berisi rekaman bentuk geometri lubang semburan.

l ahmad fikri

Iklan

10 Responses to Geometri Lubang Lumpur Lapindo Akan Dipetakan

  1. daeng berkata:

    gax ada namanya lari dari permasalah ini…
    kalian harus tahu dan memikirkan orang kecil tertindas oleh ulah orang yg ingin meraja lela….

  2. daeng berkata:

    manusia kandang tidak mengerti apa maksut bencana ini…..

  3. daeng berkata:

    mengapa kalau lumpur lapindo tidak dapat di atasi padahal itu kan ulah manusia sendiri….

  4. daeng berkata:

    kenapa gak ada balasannya dari kalian….

  5. daeng berkata:

    saya sangat ingin membantu saudara yang terkena lumpur lapindo.

  6. yusuf berkata:

    itu kalo pake pipa dengan kran bertekanan tinggi apa gak bisa..??
    dengan teknik teknik tertentu pipa2 kecil bisa dipasang dengan jumlah yang banyak.
    setelah semua ta=erpasang llubang lumpur ditutup dan kran bisa di off kan…

  7. bebe berkata:

    pokonya apapun usahanya . .kita doain SUKSES dah .!!!

  8. Arsolim berkata:

    Ada suatu alat (devices) semacam “GEO RADAR” yang mampu melakukan penetrasi ke sub surface, yang mampu mem “plot” morphology lubang semburan dibawah sana, sehingga ada suatu gambaran yang jelas, tapi ada syaratnya MUD elecrical conductivity tidak boleh terlalu tinggi, kalau tidak penetrasinya rendah.

    Adakah diantara bpk/sdr yang pernah mengukur / punya info berapa ukuran electrical conductivitynya, agar bisa sy tindak lanjuti ?

  9. RIrawan berkata:

    Mempetakan bentuk geometri lubang semburan, ini benar dan seharusnya dilakukan lebih dahulu sejak awal.

    Mengganti BOLTON (yang rumit tapi tidak jelas asal-usul, hitungan dan tujuannya) dengan batu dari gunung api, seperti usul ompapang, adalah ide yang rasionil. Lebih murah, lebih kuat, lebih gampang, lebih rapat, lebih efektif menangkap lumpur padat.

  10. ompapang berkata:

    Bolton yang sudah masuk, bablas ditelan bumi to? Ato hancur dikedalaman 3000 meter ! Kalo mau terus , sama-sama pakai jaring, GANTI AJA BOLTON DENGAN BATU dari gunung api yang biasa untuk buat bronjong/matras penguat tebing. Lebih murah dan tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi serta menjadikan aliran lebih turbulen hingga lebih efektif mengerem laju aliran lumpur. Trial ya trial,tetapi jangan mau jadi keledai , terperosok untuk kedua kali pada lubang (semburan) yang sama.
    Dan jangan hanya 1200 meter kedalamannya , kalo bisa 3000 meter, ITU BARU NAMANYA PUSAT SEMBURAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: