Raya Porong Jangan Tutup Lagi

RADAR SIDOARJO      Kamis, 31 Mei 2007
BPLS Diminta Mengamankan
SIDOARJO – Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim meminta Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengamankan Jalan Raya Porong dari luberan lumpur. Hal itu perlu dilakukan, paling tidak, selama pelaksanaan pelebaran dan perbaikan jalan di sejumlah ruas yang bertujuan mengurangi kemacetan.

“Raya Porong jangan sampai tutup lagi,” ujar Kasubdin Perencanaan Teknis Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim Hadi Roseno. Menurut dia, jika sampai ditutup lagi, pihaknya kesulitan mengurangi kepadatan lalu lintas pasca ditutupnya ruas tol Porong-Gempol.

“Berdasar hasil evaluasi, penanganan kepadatan tak cukup hanya dengan rekayasa lalu lintas,” jelas Hadi. Tak hanya Jalan Raya Porong yang padat, sejumlah jalur alternatif juga tak kalah sesak. Menurut dia, perlu ada upaya lain, minimal pelebaran dan perbaikan jalan.

Mulai Juli, kata Hadi, perbaikan dan pelebaran jalan akan dilakukan di sejumlah jalur alternatif. Jalur tersebut dimulai dari Bunderan Tol Apollo, Japanan, Mojosari, Krian, Waru, hingga Sidoarjo. Di sejumlah ruas jalan itu, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi empat lajur.

“Dananya akan ditanggung pemerintah sesuai status jalan,” katanya. Jika jalan provinsi, biayanya akan diambilkan dari APBD Jatim. Begitu pula jika statusnya jalan kabupaten. Namun, semuanya bisa terlaksana jika kendaraan di ruas jalan alternatif itu tak begitu padat.

Seperti diketahui, sejak ledakan pipa gas Pertamina pada 22 November 2006, ruas jalan tol Porong-Gempol ditutup total. Akibatnya, sekitar 40 ribu pengguna tol rata-rata tiap hari harus dilimpahkan ke sejumlah jalan nasional, provinsi, bahkan jalan kabupaten.

Selama ini, sebagian besar kendaraan terkonsentrasi di Jalan Raya Porong. Namun, karena sering ditutup akibat terendam lumpur, arus kendaraan harus dialihkan ke jalur-jalur alternatif.

Hingga saat ini, pelebaran jalan baru dilakukan di Jalan Raya Porong dan sekitarnya. Di kawasan Kelurahan Siring, pelebaran dilakukan sepanjang 600 meter. Di simpang tiga Japanan baru sepanjang 100 meter dan Simpang Tiga Apollo juga sudah dijadikan empat lajur.

Terpisah, Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen menyatakan hanya berusaha agar lumpur tak lagi masuk ke Jalan Raya Porong. Selain upaya pengaliran lumpur yang berusaha dioptimalkan, sejumlah tanggul terus diperkuat.

Menurut dia, tanggul-tanggul yang ada selama ini relatif kuat. “Kami sudah tak memakai sistem tanggul dengan ban wall. Kami ratakan semuanya,” ujarnya. Tanggul dengan model ban wall adalah menggunakan semacam gundukan di sisi pinggir tanggul bagian dalam. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: