RI Jajaki Intensif Teknologi Jepang Atasi Semburan Lumpur Lapindo

Selasa, 05 Juni 2007  16:35:00 Republika
Jakarta-RoL– Pemerintah Indonesia sedang menjajaki intensif teknologi canggih dari Jepang untuk mengatasi semburan liar lumpur PT Lapindo Brantas,di Porong, Sidoardjo sejak 29 Mei tahun 2006 yang hingga kini masih terus meluap.

“Betul, tim kita kini tengah membahas intensif bantuan teknologi dari Jepang untuk mengatasi luapan lumpur Lapindo,? kata Menteri Koordinator Bidang Kesra, Aburizal Bakrie di Jakarta, Selasa.

Ditemui usai menghadiri Sidang Paripurna DPR membahas interpelasi soal nuklir Iran, ia mengatakan, selain dari Jepang, maka pemerintah juga melakukan penjajakan ke beberapa negara lain seperti negara-negara Eropa, dan Rusia.

Namun, dari hasil penjajakan sementara teknologi yang ditawarkan belum bersifat konklusif untuk mengatasi luapan lumpur Lapindo, sedangkan dari Jepang masih dibahas intensif oleh tim, kata Aburizal menambahkan.

Sebelumnya, Rusia juga menawarkan dua teknologi sekaligus, yakni Stratum Well Field (SWF) dan Micro Seismic Monitor (MSM).  Meski berbeda fungsi, namun kombinasi dari teknologi itu diklaim mampu memetakan konfigurasi geologi di bawah permukaan bumi.

Pemerintah hingga kini terus berupaya untuk menghentikan semburan lumpur panas yang genap satu tahun menggenangi Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya. Upaya pemerintah yang kini dilakukan adalah metode saluran pelimpah (sering macet) dan metode memasukkan bola beton (sedang berlangsung). antara

Iklan

4 Responses to RI Jajaki Intensif Teknologi Jepang Atasi Semburan Lumpur Lapindo

  1. rino berkata:

    Benar kata pak Rirawan. Puluhan metode ada dan dari berbagai kalangan.
    Tapi kenapa yang dijajaki selalu dari luar?kenapa ga percaya orang dalam?
    Seathu saya alat Micro Seismic Monitor kita punya. Yang pasti Vulkanologi dept ESDM ada. kenapa ga kesana aja?

    Kita ini ga menghargai diri sendiri. sangat menyanjung orang luar.
    Ini belum lagi masalah dana2. Yang pasti sesuatu yang import hampir dipastikan lebih mahal.

  2. RIrawan berkata:

    Belum. belum semua metode dicoba.
    Setahun ini cuma 3 metode telah dicoba:
    Relief Well
    Spillway
    HDCB

    Puluhan, mungkin ratusan usul telah diajukan.
    Namun tidak jelas proses memilih yang 3 itu.

  3. Paijo berkata:

    Kalau semua metode canggih telah dicoba dan gagal, masih ada metode terakhir yaitu metoda membiarkan sampai berhenti sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: