BPLS Akan Ceburkan Sensor Sonar Untuk Ketahui Dasar Lumpur

06/06/07 18:58 Sidoarjo (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) merencanakan menceburkan alat sensor/sonar di pusat semburan lumpur. Alat ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi terakhir bawah permukaan pusat semburan lumpur Lapindo.

Deputi Operasi BPLS Sofyan Hadi saat ditemui di lokasi pusat semburan lumpur Porong, Sidoarjo, Rabu, mengemukakan, penceburan alat ini sangat penting untuk membantu tim BPLS dalam mengambil langkah selanjutnya.

Untuk itu, pihaknya sangat memerlukan informasi terkini mengenai bawah permukaan semburan lumpur.

Menurut rencana, alat ini diceburkan ke pusat semburan lumpur pekan depan. Saat ini alat yang dirancang masih dalam tahap evaluasi ulang dan finishing.

Apabila alat ini dapat bekerja seperti yang diharapkan, maka hasilnya akan menjadi dasar penentuan langkah/metode baru apa yang akan digunakan untuk menghentikan semburan Lumpur.

Dia menuturkan, BPLS perlu mengetahui informasi terkini kondisi di bawah permukaan kolam pusat semburan lumpur. Beberapa informasi yang dibutuhkan itu, meliputi konfigurasi bawah tanah pusat semburan, suhu udara serta tekanannya.

Dalam pembuatan dan uji coba alat ini, tim BPLS bekerja sama dengan pakar lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sistem kerja alat itu, memang belum pernah ada dan baru akan diujicobakan. Setelah melalui beberapa proses penelitian dan diperoleh gambaran manfaat dari alat sensor sonar ini, maka BPLS akan mencoba kemampuan alat ini.

Dia menuturkan, bola beton dan relief well (pengeboran miring) sudah dilakukan, tapi masih belum berhasil mengatasi semburan lumpur. Untuk itu, BPLS akan mencoba metode lain, yakni menceburkan alat sonar.

“Mengenai rencana pembuatan cerobong bertingkat hingga saat ini tidak bisa dilakukan, karena belum ada informasi awal mengenai bawah permukaan pusat semburan,” paparnya.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

4 Responses to BPLS Akan Ceburkan Sensor Sonar Untuk Ketahui Dasar Lumpur

  1. DSDion berkata:

    Kita tunggu hasil sensor dan kita lihat kondisi bawah permukaan itu seperti apa; diameter lubang dari atas sampai bawah permukaan sampai kedalamn tertentu diharapkan bisa diketahui seberapa besarnya. Selanjutnya perlu dipikirkan metode selanjutnya seperti apa. Misalkan saya punya usul nih, gimana kalau digunakan metode insersi silinder beton berduri, dimana pada saat silinder beton dimasukkan silinder dalam keadaan mulus. Dikedalaman tertentu melalui sensornya silinder tersebut mengeluarkan duri-duri besi berdiameter 5 cm dg panjang 50 cm sehingga akan mengunci posisi silinder beton pada kedalaman tertentu. Selanjutnya diikuti dg insersi bola beton.

  2. rino berkata:

    Pakar lingkungan ITB? Ini siapa ya pak sofyan?
    Perasaan orang2 lingkungan ga ada main2 dengan sensor(instrumen) deh? apa mungkin?
    Biasanya orang2 elektro, Fisika teknik ata Fisika.

    Atau jangan2 para dari tim bola beton? Kalau ga salah tim bola betonnya ITB juga pernah nyebut2 masalah sensor-sensor ini?

  3. aj berkata:

    mgkn ini saatny membuka pintu ke ilmuwan2 luar negri bikin penelitian. (baca2 insinyur terkait dgn lapindo – penemu bolton – bkn michael bolton haha, ini nutup pintu buat ilmuwan luar masuk).

  4. RIrawan berkata:

    Bagus, menceburkan sensor sonar ini perlu, malah harusnya dari dulu.
    Ini adalah pengukuran, langkah awal yang harus dilakukan sebagai awal. Tetapi ini sama sekali bukan pengganti metode relief well dan bola beton, yang merupakan action langsung untuk penyumbatan.

    Dan pembuatan cerobong, baik yang bertingkat, atau tumpeng a’la menara-tzc atau cover-dam Katahira atau bernouli ITS atau cincin-doublenya pak Bahiro, itu semua tidak mutlak memerlukan hasil pengukuran sensor sonar, sebab urusannya penanganan di permukaan, sepanjang maksudnya untuk mengendalikan aliran lumpur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: