PT Minarak Ganti Rugi Tanah Korban Lumpur

Debu lumpur Sidoarjo dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan bagi yang menghirupnya(ANT)

Jumat, 08 Juni 2007 17:12:00 Sidoarjo-RoL Lapindo Brantas Inc melalui anak perusahaannya PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) kembali melakukan transaksi ganti rugi tanah pada korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jumat.Pembayaran ganti rugi ini merupakan yang ke sepuluh kalinya dibayarkan oleh PT MLJ. Transaksi ganti rugi ini dilakukan untuk lahan sawah seluas 27.215 meter persegi, pekarangan seluas 7.140 meter persegi, dan bangunan seluas 122,5 meter persegi milik 24 warga Desa Kedungbendo, Jarirejo dan Siring.

Wakil Presiden PT MLJ, Andi Darussalam Tabussala, saat transaksi di eks gedung BTPN Sidoarjo, mengemukakan total transaksi uang muka 20 persen yang dilakukan pihaknya kali ini mencapai Rp10,9 miliar. Sejak transaksi ganti rugi pertama pada 26 Maret 2007 lalu hingga 31 Mei 2007, MLJ sudah melakukan transaksi senilai Rp46,2 miliar dengan uang muka 20 persen senilai Rp9,2 miliar.

“Jadi total nilai transaksi yang kami lakukan mencapai Rp57 miliar lebih, dan uang muka senilai Rp11 miliar,” ungkapnya.
Warga yang melakukan transaksi kali ini masing-masing 10 pemilik lahan pekarangan bersertifikat dari Desa Kedungbendo. Satu diantaranya sudah memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB), tujuh lahan sawah milik warga Desa Jatirejo dan tujuh lahan sawah lagi milik warga Desa Siring.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menyatakan, meminta persyaratan baru dalam transaksi jual beli aset warga korban lumpur Lapindo. Persyaratan yang diajukan itu adalah Peta Kretek dan Buku Kerawangan yang dimiliki oleh kepala desa atau lurah, meskipun syarat ini tidak dibahas dalam kesepakatan ganti rugi sebelumnya.

Peta Kretek dan Buku Kerawangan ini, menurut Andi sangat penting untuk proses verifikasi tanah yang hanya memiliki petok D maupun letter C. “Kami antisipasi, agar di kemudian hari tidak terjadi konflik seperti di Pasuruan dan Meruya Selatan Jakarta,” dalihnya.

Dalam peta kretek, tercantum persil petok D atas nama pemilik dan dilengkapi nomornya. Peta itu nantinya akan dicocokkan di Buku Kerawangan, saat disaksikan oleh jaksa dan polisi, untuk membenarkan tanah itu bermasalah atau tidak. antara

mim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: