DEBIT SEMBURAN LUMPUR PANAS MENURUN

DEBIT SEMBURAN LUMPUR PANAS MENURUN
Lumpur panas di sumur utama di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Debit semburan lumpur panas Lapindo dari sumur utama dilaporkan semakin turun. Namun ini justru semaikin menyulitkan upaya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan PT Lapindo Brantas untuk mengalirkan lumpur ke Kali Porong.

Debit semburan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, turun dari 120 meter per kubik menjadi sekitar 100 meter per kubik. Turunnya debit semburan tersebut juga mengakibatkan lambatnya aliran lumpur dari cincin utama ke Kali Porong. Proses pengaliran juga terhambat karena lumpur yang menyembur semakin pekat.

Pihak PT Lapindo Brantas tidak bisa bertindak lebih jauh karena alternatif untuk menambah laju dengan mengalirkan air ke cincin utama, tidak bisa dilakukan. Jika hal tersebut tetap dilakukan, dikhawatirkan akan merusak tanggul penahan utama sebagai akibat abrasi dari air yang akan dialirkan. Hingga saat ini, Lapindo menambahkan air di daerah tanggul yang mengalirkan lumpur dari cincin utama ke Kali Porong untuk mengurangi kepekatan lumpur agar lebih mudah dialirkan.(DEN)

Iklan

8 Responses to DEBIT SEMBURAN LUMPUR PANAS MENURUN

  1. usil berkata:

    OmPapang kurang postingnya!!!
    Ada yang lagi menunggu posting ini di judul TIM INSERSI BOLA…
    Boleh gak Om posting lagi ini, dijudul itu?

  2. ompapang berkata:

    omong-omong kalau lumpur tambah ENCER katanya BOLTON berhasil, tetapi kalau lumpur tambah PEKAT ,apa BOLTON masih dapat diklaim berhasil? Menurut tim HDCB, kalau debit menurun dan lumpur mengencer, berarti BOLTON sukses, bagaimana pak ini kok kontradiksi? Mungkin juga lho lumpurnya tidak tambah pekat tapi juga tidak tambah encer, tapi ngukurnya gimana? Apa tiap hari sudah disampling?

  3. Dedi Ganedi berkata:

    Ompapang, sumber air kemungkinan adalah gabungan dari gunung, dari laut, dan dari danau purba (tersimpan dalam pori tanah).

    Ini hanya dugaan. Air dari gunung dan laut yang keluar dari lapisan tertentu terhisap karena adanya tekanan rendah dalam ruang pori sekitar jalur semburan sebagai akibat terjadinya aliran uap ke permukaan.

    Air dari danau purba pada lapisan tertentu juga akan mengalir kepermukaan, kandungan air dalam pori berubah jadi uap atau diganti dengan gas yang sumbernya berada di lapisan bawahnya.

  4. rino berkata:

    Debit menurun dan lumpur semakin pekat ini diketahuinya gimana ya? Di ukur kah?
    Kalau diukur kuantitas gimana caranya?

    Curiganya debit menurun dan lumpur tambah pekat ini hanya bersifat relatif dan berupa laporan pandangan mata aja. Mungkin aja lumpur tambah pekat, jadi dari cincin utama udah susah ngalirnya sehingga di katakan debit menurun. Atau malah debit emang menurun dan yang ngalir tidak selancar biasa lalu dibilang lumpur tambah pekat.

    Sepertinya BPLS agak cepat release berita deh. Kesannya harus ada yang diomongin. Baru kemaren ngomong kalo debit lumpur naik sekarang udah bertolak belakang.

  5. ompapang berkata:

    Pak Dedi, kalau pasokan air dipengaruhi musim hujan, bisa jadi air yang menyembur menjadi lumpur bukan dari danau purba, tetapi air dari gunung ( gunung Penanggungan ?) ,yang berarti sumber tekanannya “sebagian” ada yang hidrostatis. Apa begitu pak ?

  6. Dedi Ganedi berkata:

    Ini karena tanda-tanda musim kemarau, pasokan air berkurang.

  7. Rovicky berkata:

    Susah menyimpulkannya Oom.
    Saya kira perludi plot dalam skala waktu. Ada kalanya beberapa waktu lalu ketika berhenti total diikuti dengan “ambles” yang mengakibatkan over topping (luber).
    Jadi pengurangan debit ini perlu diwasapadai dan diamati terus menerus. Pengalaman menunjukkan bahwa badai masih “belum” berlalu.

  8. ompapang berkata:

    Apa ini tanda -tanda semburan akan berhenti pak dhe ? Kalau ya, maka kita bisa nicil ayem dan BPLS dapat fokus pada penanggulangan dampak sosial ekonominya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: