Ganti Rugi Korban Lumpur Perum Tas I Belum Jelas

Selasa, 12 Juni 2007  13:53:00 Republika
Sidoarjo-RoL– Nasib ganti rugi korban lumpur lapindo bagi warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) I hingga kini masih belum jelas.

Bahkan, usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika berdialog dengan warga beberapa waktu lalu, yaitu ganti rugi dibayarkan dengan sistem cicilan 20 persen dimuka dan sisanya 80 persen dibayarkan kemudian dalam jangka waktu paling lama satu tahun, hingga saat ini tak jelas.

“Usulan Wapres ini memang belum ada keputusan yang mengikat, bahkan Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar ganti rugi juga menolaknya,” ungkap salah seorang koordinator warga, Imam Agustinus di Sidoarjo, Selasa.

Sementara, Vice Presiden PT MInarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabussala dihubungi terpisah bersikukuh bahwa ganti rugi yang akan dibayarkan perusahaan bentukan Lapindo ini hanya akan berpatokan pada Peraturan Presiden No 14 tahun 2007, yaitu ganti rugi dibayarkan 20 persen dimuka dan sisanya diberikan paling lambat dua tahun, bukan satu tahun seperti usulan Wapres.

“Dalam Perpres pembayaran paling lambat dua tahun, tapi sesuai usulan Wapres satu tahun. Kami tetap berpedoman pada Perpres No 14 Tahun 2007,” kilahnya menegaskan.

Menanggapi proses pembayaran saat ini yang terkesan lamban, Andi menyatakan, tetap akan dibayar apabila sudah final dalam proses verifikasi. “Sampai kapanpun dan berapa jumlahnya kalau sudah melalui proses verifikasi akan kami bayar,” ucapnya.

Atas pernyataan inilah, kemudian beberapa warga Perum TAS I, khususnya warga blok AA, saat ini malah menginginkan ganti rugi diberikan dengan sistem 20 persen dan sisanya 80 persen dirupakan ke dalam bentuk relokasi perumahan.

“Kalau disetujui yang 80 persen berupa rumah, kita tidak usah khawatir, kapan sisa 80 persen dibayar dan mudah-mudahan ini bisa disetujui, sehingga kami tetap dapat dana 20 persen plus rumah pengganti yang baru,” papar Agustinus.

Warga yang menginginkan format ini, tambah dia, sudah ada sekitar 500 keluarga, yang kesemuanya berada di blok AA dari perumahan yang kini sudah ditenggelamkan oleh lumpur tersebut.

Tuntas Dibangun
Sementara itu, tanggul yang menahan lumpur agar tidak meluber ke Utara di Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perum TAS) I Desa Kedung Bendo, akhirnya berhasil dibangun.

Tanggul dengan lebar 4,5 meter dan panjang kurang lebih satu km itu, akan membentengi daerah di Utara Perum TAS I dari luberan lumpur. Ada sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan tanggul tersebut, diantaranya sebagian Desa Ketapang dan sebagian Desa Kedungbendo.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Achmad Zulkarnain mengemukakan, pengerjaan tanggul itu menjadi prioritas semenjak BPLS menerima mandat untuk melakukan penanggulangan lumpur di Sidoarjo.

“Kami melaksanakan pembuatan tanggul ini sejak akhir April 2007. Secara efektif, waktu yang kami gunakan untuk membangun tanggul ini selama tiga pekan, karena konsentrasi pembangunan tanggul terpecah saat tanggul utama di bagian Utara dan tanggul ring dua di Desa Siring jebol,” tuturnya.

Menurut dia, dengan terbangunnya tanggul di bagian Utara ini diharapkan daerah terdampak lumpur secara langsung bisa terus dilokalisir agar tidak ke Utara.

Sementara, penguatan dan perawatan tanggul, akan terus dilakukan untuk mengatasi tekanan lumpur, bila “overflow” dari tanggul utama terus terjadi seperti yang berlangsung belakangan ini.

Untuk diketahui, di sebelah utara tanggul tersebut terdapat sentra perekonomian dan pemerintahan yang penting antara lain Tanggulangin, Kota Sidoarjo, dan Kota Surabaya. antara

abi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: