Disahkan Bupati, Ditolak Minarak

RADAR SIDOARJO      Kamis, 14 Juni 2007
SIDOARJO – Pengesahan Bupati Win Hendrarso atas data tanah/bangunan milik warga korban lumpur Lapindo ternyata tidak laku. Kemarin PT Minarak Lapindo Jaya menolak pengajuan klaim ganti rugi atas tiga berkas data bangunan besertifikat milik tiga orang warga korban Lapindo yang sudah mendapatkan pengesahan bupati.

“Saya tanya ke koordinator tim legal Minarak, katanya belum ada kejelasan pembayarannya. Mereka beralasan, masih menunggu format baru,” ungkap Joko Suprastowo, warga RT 08 RW 02, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, yang mengajukan ketiga berkas tersebut.

Berkas yang diajukan Joko itu adalah formulir C yang merupakan surat pernyataan dari pemilik objek tentang data-data luasan persil bangunan. Masing-masing atas nama Siti Anisah, warga RT 02 RW 01, Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin; Taufik Hidayat, warga RT 05 RW 02, Kelurahan Siring; dan Joko Suprastowo sendiri. “Ini semua adalah percobaan. Kalau ini ditolak, berarti proses verifikasi yang dilakukan tim verifikasi BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) akan mandek,” tandas Joko.

Dalam ketiga berkas itu tercatat bahwa Siti Anisah mengajukan klaim atas bangunan berupa rumah tinggal seluas 269,81 m2 yang dibangun di atas tanah 405 m2. Keabsahan atas kepemilikan bangunan itu tertuang dalam SHM (sertifikat hak milik) nomor 326.

Joko mengajukan klaim atas bangunan rumah tinggal seluas 106,47 m2 yang dibangun di atas tanah pekarangan 520 m2. Kepemilikan rumah Joko itu disahkan dengan SHM nomor 80. Taufik juga mengajukan klaim ganti rugi atas bangunan rumah tinggal seluas 163,5 m2 di atas tanah pekarangan 243 m2. Untuk keabsahan atas kepemilikan bangunan rumah itu, Taufik mengantongi SHM nomor 11.

Joko mengatakan, ketiga bangunan rumah tinggal itu tidak dilengkapi IMB (izin mendirikan bangunan). Namun, para pemilik sudah mendapatkan pengesahan dari Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (PPM) Sidoarjo Didiek Setyono sekitar 2 minggu lalu.

Pengesahan dari Kepala Dinas PPM Sidoarjo itu diperkuat pengesahan dari Bupati Win Hendrarso pada 12 Juni lalu. Pengesahan dari bupati itu semacam legalisasi berupa tanda tangan Win yang dibubuhi stempel pada formulir C tersebut.

“Saya sudah konfirmasi ke BPLS pada Jumat (8/6) lalu. Katanya, format semacam ini adalah format resmi dari pemerintah. Tidak perlu diubah-ubah lagi,” kata Joko. Dia menambahkan, kalau Minarak masih juga mempersulit, warga bisa bergejolak lagi. “Mungkin bisa (protes) sampai ke presiden,” imbuhnya.

Di bagian lain, Vice President Minarak Andi Darussalam Tabusalla menyatakan sudah merundingkan dengan BPLS tentang format baru proses transaksi jual beli (pembayaran ganti rugi, Red) untuk bangunan milik warga korban lumpur Lapindo yang tidak dilengkapi IMB.

“Format baru itu menunggu hasil cross check data berdasar surat pernyataan warga dengan data yang dikumpulkan tim verifikasi independen dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” tuturnya.

Tapi, bukankah tanda tangan dan stempel bupati adalah pengesahan atas validitas data yang diajukan warga tersebut? Dan, bukankah pengesahan bupati itu yang dituntut Minarak selama ini? “Ya, benar. Tapi, kalau cuma stempel seperti itu, itu tidak sesuai prosedur dalam format baru yang kami rundingkan dengan BPLS,” ujar Andi.

Minarak kembali menjalin transaksi jual beli aset warga korban lumpur Lapindo kemarin. Rinciannya; 4 bidang sawah besertifikat milik 4 warga Siring (6.453 m2), 34 bidang sawah dan tanah pekarangan kosong milik 26 warga Jatirejo (45.881 m2), dan 5 bidang tanah pekarangan kosong milik 3 warga Kedungbendo (7.955 m2).

Total nilai aset tersebut Rp 15.049.960.000. Sedangkan uang muka 20 persen yang harus dibayarkan Minarak dalam waktu dekat ini Rp 3.009.992.000. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: