Sudetan Spillway Masih Mandek

RADAR SIDOARJO   Kamis, 14 Juni 2007
SIDOARJO – Pembuatan sudetan (over flow) dari spillway menuju Sungai Porong, hingga kini, masih terkendala persetujuan warga. Padahal, metode tersebut menjadi salah satu harapan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) agar bisa segera mengoptimalkan pembuangan lumpur ke Sungai Porong.

Selama ini, warga yang menolak pembangunan sudetan tersebut adalah warga Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon. Mereka khawatir, jika sudetan itu jadi dibangun, kemungkinan kawasan mereka akan tenggelam untuk kesekian kali jadi lebih besar. “Masyarakat di sini sudah sampai pada tingkat frustrasi yang sangat tinggi,” jelas Muhamad Zakaria, salah seorang tokoh masyarakat Desa Pejarakan.

Menurut dia, setelah dua kali kemasukan lumpur akibat luberan dari spillway, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap keamanan berbagai metode penanganan lumpur yang ada.

Saat akan membangun spillway, misalnya. Zakaria menyebut, Timnas Penanggulangan Lumpur, saat itu, terus meyakinkan pada masyarakat kalau metode tersebut akan benar-benar aman. “Tapi, kenyataannya justru sebaliknya,” ujarnya.

Meski demikian, kata Zakaria, warga sebenarnya masih bisa diajak bicara. Dia berharap, BPLS segera bertemu dengan warga dan membicarakan hal tersebut. “Selama ini, mereka sudah mencoba berbicara kepada orang per orang, termasuk saya. Namun, saat diajak ngumpul bersama-sama selalu belum berani,” papar dia.

Di lapangan, aliran lumpur dari pusat semburan, hingga kemarin, sebagian besar masih mengalir ke utara. Meski, pembuangan lumpur melalui spillway tetap jalan, namun jumlahnya masih sangat sedikit dibanding volume lumpur yang ke luar.

“Mau tidak mau, upaya mengalirkan lumpur ke selatan memang harus segera dioptimalkan,” ungkap Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen. Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah spillway benar-benar siap. “Kalau lumpur sudah mengalir deras ke sini, sementara spillway belum siap, bisa sangat bahaya,” jelas dia.

Kesiapan itu bisa dicapai, menurut Zulkarnaen, selain dengan akan mendatangkan sejumlah pompa tambahan, sudetan dari spillway ke Sungai Porong juga sangat penting. Sebab, jelas dia, jika sewaktu-waktu pompa macet atau mati, maka sudetan itulah yang akan berfungsi mengalirkan lumpur.

Sudetan itu akan dibangun dengan membuat saluran menembus tangkis Sungai Porong. Karena klep penutup, saluran itu akan difungsikan dengan sistem buka tutup.

Dari spillway, saluran akan dibuat miring mengikuti arus sungai. Hal itu ditujukan untuk memperkecil, kemungkinan air malah masuk ke spillway saat Sungai Porong pasang. “Jadi kekhawatiran warga sebenarnya sudah kami antisipasi,” jelasnya.(dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: