ITS Bantah Skorsing Mahasiswa Terkait Demo Lumpur Lapindo

Kamis, 14 Juni 2007 Republika
SURABAYA — Pembantu Rektor (PR) IV (bidang Komunikasi) ITS Surabaya, Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD, membantah skorsing tiga mahasiswa terkait dengan demonstrasi (demo) mahasiswa tentang lumpur panas Lapindo. ”Kami tidak menjatuhkan DO (drop out) tapi skorsing sebagai bentuk pendidikan, lalu kami juga tidak menskorsing mereka karena demo lumpur, tapi karena mereka mengeluarkan umpatan kepada ITS,” ujarnya di Surabaya, Rabu (13/6). Ia mengemukakan hal itu menanggapi demo yang digelar sekitar 15 mahasiswa yang mengaku mahasiswa ITS di depan kantor Depdiknas, Jakarta (13/6). Aksi serupa juga digelar beberapa kali di depan gedung negara Grahadi Surabaya dan DPRD Surabaya.

Menurut dia, Tomy Dwinta Ginting, Benny Ihwani, dan Yuliani yang diskorsing sudah dipanggil untuk klarifikasi dan mereka mengakui bahwa mereka ikut dalam ‘Seminar Jalanan’ pada 6 Maret 2007. ”Dua mahasiswa yakni Tomy Dwinta Ginting dan Benny Ihwani mengakui telah mengucapkan kata-kata kotor dan umpatan terhadap ITS. Pengakuan mereka dikuatkan dengan kesaksian Komandan SKK ITS, sedangkan Yuliani mengakui sebagai moderator acara,” tegasnya.

Ia menyatakan tindakan mereka melanggar Peraturan Tata Kehidupan Kampus Nomor 3709/K03/KM/2006 tertanggal 28 Juli 2006 yang menyangkut tulisan, kata-kata yang diucapkan, dan tindakan yang dilakukan sekelompok mahasiswa. Para mahasiswa, menurut Eko Budi, mencoba mengembangkan persoalan pemberian sanksi menjadi ancaman DO, sehingga informasi yang sengaja dilakukan itu berdampak pada pencitraan yang buruk terhadap ITS. ”Kami menyesalkan hal itu, karena kami sesungguhnya tidak hanya ingin mencetak lulusan yang cerdas, tapi juga mencetak lulusan yang santun, tata krama, etika, dan sopan santun,” paparnya.

Secara terpisah, Presiden BEM ITS Surabaya, Detak Yan Pratama, menyatakan pihaknya sudah mencoba membangun jembatan komunikasi antara rektor dan ketiga mahasiswa yang diskorsing. ”Sayang sekali, rektor sudah menetapkan jadwal pertemuan pada 24 Mei 2007, tapi ketiga mahasiswa memilih menggugat ke PTUN, sehingga komunikasi gagal, karena itu BEM menilai upaya kooperatif tetap merupakan jalan terbaik,” paparnya.

Dalam berbagai kesempatan, mahasiswa yang diskorsing menilai skorsing yang diterimanya merupakan upaya ITS mengalihkan isu “perselingkuhan” ITS-Lapindo menjadi skorsing. ant ( )

Iklan

8 Responses to ITS Bantah Skorsing Mahasiswa Terkait Demo Lumpur Lapindo

  1. hadziQ berkata:

    bukan begitu mas imabaik,,,

    permasalahannya bukan karena demonya, tapi karena terlontarnya ucapan2 kotor saat demo itu berlangsung…

    Insyaqjji begitu 🙂

    wa qjji a’lamu bi ash showab

  2. imabaik berkata:

    emang susah jadi mahasiswa….:( pengen kritis malah dibilang gak sopan,mungkin maksudnye….kalo demo harus muji-muji penguasa…itu baru dibilang sopan hwehe….he…

  3. leo berkata:

    susah ya jadi mahasiswa kritis 😛
    turut berduka cita buat kawan yang sedang berjuang…

  4. dian berkata:

    ya itulah, akhirnya bukan masalah profesi lagi yang engineer katanya tapi malah jadi politikus, yang make upnya dengan agama. sudah banyak engineer tapi jadi politikus, kalau gitu kuliahnya harusnya di sospol saja. biar mengurus masalah publik dan tata negara lebih baik.

  5. […] anda nganggur silakan baca juga berita ini, ini, ini, ini, dan […]

  6. Rino berkata:

    Oooooooooo saya nya yang tulalit…tapi kan udah ga jadi “don” lagi di ITS

  7. dian berkata:

    lho kan sudah jadi menteri setelah adanya reshufle, kan lobby ke jk pas datang masalah lapindo. itu kamsudnya. gitu aja kok repot

  8. Rino berkata:

    perselingkuhan ITS-Lapindo apa maksudnya?
    gosip baru….mirip artis aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: