Anggap Minarak Berbelit

RADAR SIDOARJO      Jumat, 15 Juni 2007
Warga Demo Menteri
SIDOARJO – Puluhan warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, berusaha menghadang kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro ke lokasi pusat semburan dan spillway kemarin. Mereka bermaksud mengadukan sikap PT Minarak Lapindo Jaya yang dianggap berbelit-belit dalam membayar uang muka ganti rugi.

Sejak sekitar pukul 10.00, warga berkumpul di jalan akses menuju pusat semburan di Siring. Aksi itu dipicu sikap tidak sabar warga terhadap berlarut-larutnya proses pembayaran ganti rugi dengan persyaratan yang dianggap berbelit-belit. Mendengar rencana kunjungan Purnomo ke pusat semburan, warga pun berbondong-bondong menghadang di sana.

“Pemerintah sudah lemah dan kalah dengan PT Lapindo,” tegas salah seorang koordinator aksi, Djor Sutomo. Buktinya, pengesahan bupati terhadap bukti kepemilikan warga korban lumpur ditolak PT Minarak Lapindo Jaya.

Sambil menunggu kedatangan menteri, mereka berorasi. Sambil membawa sejumlah poster, tuntutan utama warga ialah segera realisasikan ganti rugi. “Kami ingin bertemu menteri dan menanyakan semua ketidakjelasan ini,” kata Sutomo yang juga ketua RT 4 RW 1 Desa Kedungbendo itu. Mereka meminta pemerintah bersikap tegas terhadap PT Lapindo Brantas. “Kalau pemerintah benar-benar membela rakyatnya, tentu Minarak tak akan berani berbelit-belit,” tegasnya.

Warga lain, Ahmad Hadi, menyatakan Minarak terus mengulur-ulur pembayaran. Bahkan, Minarak malah terus menggembor-gemborkan lagi wacana relokasi.

Sayang, warga kecele. Purnomo ternyata tidak melalui akses jalan di Siring, Kecamatan Porong, yang lebih dekat ke pusat semburan. Tetapi, dia memilih mutar lewat Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Keinginan warga untuk mengadu pun tidak kesampaian.

Tahu Purnomo sudah di pusat semburan, warga berniat mengejar ke lokasi. Namun, aksi mereka dihadang polisi, kemudian dibubarkan. Itu pun tidak menyurutkan nyali mereka.

Warga Kedungbendo tetap berniat mengejar Purnomo yang dikabarkan hendak menuju lokasi spillway di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon. Mereka beramai-ramai ke Pejarakan. Tapi, lagi-lagi mereka kecewa karena Purnomo tidak ke spillway.

Bukan hanya warga Desa Kedungbendo, warga lain korban lumpur juga kecewa atas lambatnya pembayaran ganti rugi. Mereka mengancam akan berunjuk rasa lagi Senin mendatang jika proses verifikasi surat-surat bukti kepemilikan tetap berbelit-belit.

“Kami siap turun ke jalan lagi Senin,” ungkap warga Kelurahan Siring, Joko Suprastowo. Joko mengaku sudah sangat kecewa dan kehilangan kepercayaan, terutama komitmen PT Minarak dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

Selama ini, lanjut Joko, warga menuruti dan berusaha memenuhi seluruh permintaan PT Minarak untuk persyaratan berkas-berkas. “Kami ini sudah ganti model formulir berkali-kali,” keluhnya. Padahal, untuk setiap formulir, persyaratan dan model pengisiannya berbeda-beda.

Warga Kelurahan Jatirejo juga tak sabar. Meski belum menentukan waktu, mereka menyatakan siap beraksi kapan saja. “Selama ini, kami masih siap kompromi, tapi jangan lupa, kami juga siap bertindak keras,” ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Jatirejo Aschur. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: