Kondisi Kanal dan Spillway Kritis

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 16 Juni 2007
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) bingung menghadapi amukan lumpur panas kemarin. Semburan lumpur meningkat hingga menyebabkan kanal dan spillway kritis. Rencana menyudet tangkis Kali Porong diganjal warga.

Kondisi kritis itu bermula saat terjadi peningkatan volume lumpur di pusat semburan. Hal tersebut menyebabkan lumpur panas mengancam tanggul cincin di pusat semburan. Karena berbahaya, pekerja di sekitar pusat semburan langsung ditarik. Lumpur juga nyaris menenggelamkan kanal. Elevasinya tinggal 20-30 cm. BPLS pun menjebol sebagian tanggul di Jatirejo selebar 2 meter.

“Kami putuskan tanggul kanal di Jatirejo dibuka sebagian,” kata Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen. Kondisi kritis menjalar ke spillway. Volume lumpur di saluran pelimpah itu nyaris menenggelamkan jembatan bailey yang menghubungkan Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, dengan Desa Besuki, Kecamatan Jabon.

Satu-satunya harapan mengatasi kondisi itu, lanjut Zulkarnaen, ialah membuat sudetan ke Kali Porong di samping pompa spillway. Jika sudetan itu terwujud, lumpur panas bisa dialirkan ke Kali Porong tanpa pompa. Namun, rencana itu terus ditentang warga. Warga meminta kepastian janji PT Lapindo untuk mengganti uang boyongan saat mereka mengungsi beberapa waktu lalu. (dyn)

Iklan

6 Responses to Kondisi Kanal dan Spillway Kritis

  1. mang Ipin berkata:

    Iya betul juga mas Arsolim gak semudah kita mbayar kompensasi kepada yang memang berHAK menerimanya ,karena pasti ada saja yang akan ikut2an untuk mengail di air keruh iya toh mas!jadi di inventarisir aza berapa banyak rakyat didaerah
    tsb yang terkena dampak apabila dibuatkan sudetan,dan kepada mereka yang nggak berHak yo ojo ngono!!!!jadi yang paling berkompeten dan paling hafal sekali adalah
    kepala desa ybs untuk pendataan nya,tentunya fihak LBI juga tidak akan mudah untuk
    mengeluarkan dana boyongan yang diminta oleh rakyat tsb,buktinya saja yang sudah
    ada kelengkapan semua data2 kepemilikan ladang/sawah/pekarangan/rumah,..etc
    masih dipersulit tuk mendapatkan penggantiannya. . . .opo rek jadinya dengan semua
    saudaraku yang tertimpa musibah LUSI tsb. . . .yo embuh!!!!!

  2. aj berkata:

    disalurin ke kali kan tambah merusak lingkungan, tp kalinya udakotor ini

  3. Arsolim berkata:

    Mang Ipin, masalahnya tidak sesederhana itu, kalau satu atau beberapa orang dibayar sekarang maka yang lainnya akan nuntut semua pak dan PT Minarak belum siap dana untuk mbayar seluruh korban lumpur tersebut bukan begitu pak ?

  4. mang Ipin berkata:

    Sambil beramal pekerjaan sukses yaitu dengan cara tuntutan warga yang meminta dana kompensasi boyongan segera dibayarkan .maka saya yakin dengan dibuatnya sudetan maka aliran si LUSI tsb kekali Porong tanpa memakai segala pompa2 akan
    menjadi lancar,ya mbok dengan sudah adanya dana operation tsb bayarkan sajalah
    biaya boyongan tsb jadi gak nunda2 sampai terjadinya pelimpasan lumpur baru akan di
    bayarkan juga dana kompensasi tsb. . . .iya gak??????jangan pengalaman me-nunda2
    yang sudah terjadi berulang kali dilakukan lagi!!!!!sehingga setelah gejolak makin
    besar baru biaya dibayarkan , salam

  5. Arsolim berkata:

    Maaf, saya jawab sendiri dulu, mungkin TIMNAS waktu itu eman-eman dengan proyek pompa spillwaynya, sekarang setelah terbukti pompa tidak efisien sering macet, jadi mau di-non aktifkan dan diganti dengan sudetan langsung kekali Porong.

  6. Arsolim berkata:

    Jika Sudetan kekali Porong terwujud, lumpur panas bisa dialirkan kekali Porong tanpa pompa ?

    LALU KENAPA KALAU ADA SOLUSI SEMUDAH INI TIDAk DIWUJUDKAN DARI DULU2, WAKTU ITU MUNGKIN BELUM ADA TENTANGAN DARI WARGA ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: