PEMERINTAH DIMINTA MENJELASKAN PENYEBAB SEMBURAN LUMPUR LAPINDO

YLBHI meminta pemerintah menjelaskan penyebab terjadinya semburan lumpur Lapindo Brantas dan mengaudit aset yang dimiliki PT Lapindo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta pemerintah menjelaskan penyebab terjadinya semburan lumpur Lapindo Brantas dan mengaudit aset yang dimiliki PT Lapindo. Permintaan itu disampaikan Direktur YLBHI Taufik Basari dalam sidang lanjutan gugatan legal standing terhadap pemerintah dan PT Lapindo Brantas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (18/6).

Taufik Basar yang juga menjadi Koordinator Tim Advokasi Korban Kemanusiaan Lumpur Panas Sidoarjo meminta pengadilan untuk mengungkapkan surat bukti Medco kepada Lapindo terkait kelalaian yang dilakukan saat mengebor sumur. Bukti lainnya yang harus diungkap, menurut Taufik, yaitu laporan harian pengeboran sehingga masyarakat akan mengetahui penyebab terjadinya semburan.

Namun, permintaan ini ditolak oleh kuasa hukum PT Lapindo Brantas, Ahmad Mutosim. Ahmad mengatakan, dalam hukum perdata, siapa yang mendalilkan maka dia yang harus membuktikan. Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Muchri, YLBHI menyerahkan 30 bukti awal penyebab terjadinya semburan. Selanjutnta YLBHI mempertanyakan nilai aset yang dimiliki Lapindo terkait kemampuan pembayaran ganti rugi perusahaan tersebut kepada masyarakat yang menjadi korban lumpur.

Sidang legal standing ini pertama digelar pada 22 Januari 2007. Saat itu, Taufik meminta, berkaitan dengan gugatan yang mereka ajukan ini, pemerintah mengeluarkan jaminan PT Lapindo tidak keluar dari kewajibannya untuk memenuhi hak-hak rakyat yang terkena dampak lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur.

Taufik menilai, sejauh ini, pemerintah belum melakukan apa pun. Kebijakan-kebijakannya pun dinilai tidak progresif. Menurut Taufik, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berupa instruksi presiden dan keputusan presiden untuk menyelesaikan kasus lumpur panas Lapindo, tidak maksimal. Kebijakan itu lebih bersifat imbauan. Sampai saat ini korban masih diberi janji akan mendapat ganti rugi, tapi belum sepenuhnya direalisasikan.(DEN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: