Serbuk Ajaib untuk Hentikan Lumpur

RADAR JOGJASelasa, 19 Juni 2007

Jumat, 15 Juni 2007
Serbuk Ajaib untuk Hentikan Lumpur
UPN Jogja Tawarkan Metode Baru

JOGJA – UPN Veteran Jogja menawarkan metode baru untuk menghentikan semburan lumpur panas di Sidoarjo, yakni dengan metode serbuk ajaib. “Kami meyakini metode serbuk ajaib ini bisa menghentikan semburan lumpur itu,” ujar Dr Ir Nur Suhascaryo, dosen Jurusan Teknik Perminyakan UPN Veteran, kemarin.

Nur menjelaskan, metode yang dimaksud dengan menyuntikkan serbuk ajaib itu ke pusat semburan. Serbuk ini terdiri campuran bahan semen, batu gamping, keramik dan ekomik.

Dikatakan, berbeda dengan campuran bahan lain, campuran serbuk ini justru akan mengeras bila terkena panas. Bahkan semakin panas suhunya, semakin mempercepat pengerasan cairan. “Pengerasan lebih efektif pada suhu di atas 110 derajat celsius. Setelah membeku dan menutup lubang keluarnya lumpur,” terang doktor lulusan ITB ini.

Ia menjelaskan, campuran serbuk ini juga diyakini bisa menutup rekahan dan lubang semburan di daerah tambang. Caranya dengan memasukkan campuran yang berbentuk cair ke dalam lubang dan pori-pori rekahan. “Dalam waktu 2,5 jam, cairan bisa membeku dan menutup lubang. Hanya bekuan ini sifatnya elastis seperti karet,” ungkapnya, sambil menambahkan untuk memasukkan cairan bisa dilakukan dengan pipa tahan panas yang dipompakan dari atas.

Nur menambahkan, metode ini pernah dipraktikkan UPN Veteran Jogja tahun 1980 lalu dan sejak 2001 penelitian ini terus dikembangkan. “Untuk serbuk ajaib ini saya kira lebih murah, karena bahan-bahannya tergolong murah dan mudah didapat. Semoga ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi bencana ini,” kata Nur, optimistis. (sam)

Iklan

12 Responses to Serbuk Ajaib untuk Hentikan Lumpur

  1. Arsolim berkata:

    Pak Yudhi, malu ach pak! mosok urusan lumpur aja sampe minta bantuan LN! mau ditaruk dimana muka kita, bukankah kita disini juga punya banyak ahli dari (ITB, ITS UGM, UPN dll) ini yang mungkin ada dalam benak TIM penanganan lumpur tersebut pak !

  2. Yudhi Arie Baskoro berkata:

    apa gak bisa, sewa ahli dari US aja, biar cepet selesai tuch problem,
    atau sengaja dipanjang-panjangin biar dana proyek mengalir terus….. terus…. terus…. dan terusssssss…………..

    aduh, ane bisa buat apa ya biar problem ini cepet selesai, jangan2 pulau jawa bisa amblas tertelan bumi akibat mulut-mulut rakus pemegang proyek ini, yang sengaja memperpanjang problem …. ach gak tau dech mau bilang apa lagi supaya semua sadar, bahwa Ibu PErtiwi ini hampir hilang di telan bumi

  3. irdix berkata:

    nuke ’em
    nuke ’em
    nuke ’em

    ehhehehe… :p :p

  4. the23wind berkata:

    hhhhhh,pokoke terserah dech mw pake cara apa za, yg penting lumpur cepat terselesaikan, rakyat gak menderita…

  5. HN berkata:

    Seharusnya para pakar Geologi sekarang sudah bisa menarik kesimpulan dengan adanya semburan baru yang hanya mengeluarkan air dan pasir. Di titik manakah kiranya terjadi percabangan, sehingga yang keluar hanya air dan pasir. Apakah di 1000 m, ataukah di 3000 m? Dengan tidak adanya suhu panas pada air yang keluar, apakah sumber airnya berbeda dengan sumber air/lumpur di pusat semburan? Tetapi jelas kalau sumber gas/dorongan seharusnya sama sumbernya dgn yang di pusat semburan.

  6. Syad berkata:

    Mas AJ,
    Kita blum tau apa semburan ini akan berhenti atau tidak jadi kita blum tau berapa banyak beton yg harus dibuat dan berapa biayanya

  7. aj berkata:

    solusi terbaik:

    GATAL: GAli Tanah Atas Lumpur

    caranya tanah diatas digali semua, biar lumpur keluar. daerah yg kena yg terbatas sebesar daerah yg digali. kemungkinan semburan2 kecil jg hilang. untung menangkal kemungkinan lumpur dalam lebih byk, dibangun beton disekitar daerah galian. dan sekiar bbrp km diluar galian.

    setelah lumpur keluar semua, nah dimanfaatin deh lumpur yg ada. jd batu bata, pertanian, dst.

    semoga ide ini di pertimbangkan sebaik2nya.

    klo berhasil tolong kirim persenan (email provided)

  8. Arsolim berkata:

    Apakah Cairan serbuk yang sudah mengental ini cukup kuat untuk menahan tekanan lumpur dari bawah minimal 10Bar = 145Psi ? atau jangan2 belum sempat mengental dalam waktu 2.5 jam sudah dimuntahkan lagi bersama lumpur kepermukaan.

  9. jhonrido berkata:

    Kenapa ngak langsung, dicoba mas..kasian tu saudara2 kita disana

  10. Puhu berkata:

    Mas Nur rupanya lupa, menyuntikkan itu kalau mau memasukkan suatu zat ke sesuatu yang padat, biasanya melalui media pipa yang relatif kecil. Tapi kalau memasukkan zat ke kolam cair, itu istilahnya lebih tepat “menaburkan” (serbuk). Kalau kawah diameter 50m sehingga pipanya harus diameter 50m, itu mah bukan nyuntik.

  11. zain berkata:

    apa yg dimaksud dengan “menyuntikkan”?

  12. mulyadi berkata:

    Mas Nur,

    Adaikata semburan itu dapat ditutup, karena tekanan tinggi dari bawah akan “mecotot” (keluar) ditempat lain, contoh : semburan baru yang muncul beberapa waktu yang lalu.

    Mungkin dicari sumbernya, baru dicari solusinya. Masalahnya, bukan hanya nutup semburannya saja, tetapi masalah lainnya cukup banyak. Misal masalah lain yang akan muncul dan sangat perlu dicermati …… Subsidence.

    regards,
    mul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: