Puluhan Bangunan Terendam Semburan

RADAR SIDOARJO      Rabu, 20 Juni 2007
SIDOARJO – Memasuki hari keempat, semburan baru di Kelurahan Jatirejo masih belum bisa ditangani. Upaya percobaan penyumbatan oleh tim yang dipimpin Djaja Laksana, alumnus ITS yang mengenalkan penerapan metode Bernoulli dalam penanganan luapan lumpur, juga gagal.

Warga kemarin mengizinkan percobaan penyumbatan yang dilakukan tim yang dipimpin Djaja Laksana. “Kalau yang dilakukan Pak Djaja ini kan cuma riset. Jadi kami perbolehkan menyumbatnya. Tapi hanya uji coba, bukan permanen,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Jatirejo Ali Usman.

Kalaupun berhasil, kata Ali, semua peralatan harus dilepas kembali seperti awal. “Ini sudah harga mati. Lapindo harus bayar dulu kalau mau menangani semburan ini,” tegas Ali.

Percobaan penyumbatan semburan yang dilakukan tim Djaja tersebut mengadopsi salah satu prinsip ilmu fisika, yaitu hukum Bernoulli. Secara singkat, metode itu berusaha menyeimbangkan tekanan air semburan dengan gaya gravitasi bumi. “Prinsipnya adalah menyumbat dengan memanfaatkan kekuatan semburan sendiri,” jelas Djaja.

Upaya itu ditempuh dengan memasang pipa vertikal tepat di pusat semburan. “Sementara memang belum berhasil,” kata Djaja.(dyn)

Iklan

17 Responses to Puluhan Bangunan Terendam Semburan

  1. ompapang berkata:

    Saya setuju pemakaian persamaan Bernoulli dimodifikasi dengan memperhitungkan pengaruh kehilangan energi akibat adanya gesekan, turbulensi dll sesuai hukum Newton II, dengan persamaan h= h’ +hL,dimana h’ = energi(head) pada titik yang diamati, hL = kehilangan energi akibat gesekan ,tubulensi dll selama fluida mengalir dari sumbernya ke titik pengamatan. Kalau saluran dianggap pipa ,mungkin perlu pula melibatkan koefisien Darcy.

  2. Arsolim berkata:

    Maaf maksud sy V=1600 Liter/detik

  3. Arsolim berkata:

    ompapang, sy ingin menambahkan sedikit tentang bilangan reynold

    Re = Density(D) x Kecepatan alir rata2 (V) x Diameter (D) / Viscosity (u)

    dimana kalau Re lebih kecil 2000 maka Flow is LAMINAR
    kalau Re lebih besar 4000 maka Flow is TURBULENT
    antara 2000 dan 4000 Flow is Transition

    sekarang ditrapkan ke Lumpur Lapindo sbb :
    Density untuk lumpur anggap saja = 2 dimana 1 liter lumpur = 2Kg (perlu ditimbang)
    V = 1.6 liter/detik (150,000M3 / hari)
    D = ambil saja diameter lubang semburan rata2 2 meter

    viscosity untuk air 21 derajat celcius 9.8 x (10) pangkat -4 Kg/m detik
    atau dibulatkan menjadi (10) pangkat -3 Kg/m detik)

    Untuk lumpur 90 derajat celcius belum tahu kalau tidak di ekperimen

    kalau dianggap yang keluar air maka
    Re = 1 X 1600 x 2 / (10) pangkat -3 = 3.200.000 (sangat besar sekali)
    maka jelas2 ini aliran turbulent bukan laminar.
    kalaupun viscosity lumpur diangap 10 atau 100 kali viscosity air
    Re = 2 x 1600 x 2 / (10) -1 = 64000
    Tetap hasilnya akan TURBULENT

    Sedangkan Bernouli Equation mensyaratkan harus aliran Laminar, barangkali bisa ditrapkan cuma harus ada modifikasi supaya cocok entah gimana rumusnya.

    kalau prinsip Bernouli dianggap berlaku maka kecepatan semburan lumpur dapat diukur dengan mudah menggunakan VENTURIMETER dengan demikian volume semburan setiap hari nya dapat diketahui dengan pasti

  4. Arsolim berkata:

    ompapang, sy ingin menambahkan sedikit tentang bilangan reynold

    Re = Density(D) x Kecepatan alir rata2 (V) x Diameter (D) / Viscosity (u)

    dimana kalau Re 4000 maka Flow is TURBULENT
    2000

  5. a berkata:

    tersebutlah juga di https://hotmudflow.wordpress.com/2007/06/19/serbuk-ajaib-untuk-hentikan-lumpur/#comment-13830
    maka Archimedes,
    Jika lumpur berasal dari tanah growong yang terangkat ke atas karena tekanan uap air (sumber panasnya apa ya, magma atau sifat alamiah yang makin ke bawah makin panas),
    maka benamkanlah tanah di sekitar pusat semburan. Percobaan I, tanah di dalam radius tanggul utama (terlebih dulu buatlah tanggul cadangan I berjarak sekitar 100-200 m dari tanggyl utama), gagal, coba lagi membenamkan tanah dalam radius tanggul cadangan I (buat juga tanggul cadangan II berjarak sama sekitar 100-200 m dari tanggul cadangan I).

    Harapannya: Volume tanah yang berat dan cukup luas yang amblas dan berserakan / terurai ini akan memecah “arus utama supply” air dan panas ke “kuali semburan”.

    Harapan lainnya: secara alamiah material yang padat terurai ini akan lebih menyatu dengan air (seperti membuat adukan semen) dibandingkan dengan bola atau material asing lainnya sehingga mengurangi keenceran / lumpur menjadi lebih padat dan sulit naik ke atas. Secara alamiah pula diharap material baru ini sedikit demi sedikit akan menyatu dengan lubang semburan.

    Pada dasarnya prinsip ini bukan menimbun sumur, lagipula pamali untuk menimbun sumur (=sumber air = sumber kehidupan), tetapi mengkentalkan lumpur sampai membentuk material tanah baru seperti endapan / sampah yang memacetkan aliran sungai atau yang membentuk delta di muara.

    Melanjuti pertanyaan di atas, selain sumber panasnya, sumber airnya darimana ya?

    Terima kasih.

  6. ompapang berkata:

    Pak Arsolim, sepanjang yang saya pahami ,semua zat alir atau fluida dalam gerakannya tunduk pada hukum Bernoulli, kalau dalam bentuk cair (inkompresibel) digolongkan hidrodinamika, sedang bila dalam bentuk gas digolongkan aerodinamika. Hidrodinamika tunduk pada hukum kontinyuitas Q=A1V1 =A2V2 karena inkompresibel., sedang aerodinamika tidak tunduk karena kompresibel. Sedang sifat aliran turbulen atau laminer ditentukan oleh bilangan Reynold , untuk fluida air 4 der C, kalau tidak salah batas turbulen-laminer pada bilangan Reynold=1600.
    Dalam persamaan Bernoulli ada 3 komponen variabel energi fluida, p (tekanan), z( ketinggian terhadap datum/titik acuan , (sebagai energi statik) dan v kecepatan (sebagai energi dinamik)
    Khusus untuk lumpur Lapindo, yang jelas:
    – ia dapat mengalir dari dalam bumi ke permukaan , jadi dapat digolongkan zat alir atau fluida ( mengandung komponen z dan v)
    – ia dapat menimbulkan tekanan sebesar tinggi kolomnya X masa jenis nya. (mengandung komponen p)
    Jadi hukum/teori Bernoulli dapat dikenakan pada lumpur Lapindo, soal nanti muncul bilangan Reynold dan viscositas serta kerugian gesekan berapa itu masalah teknis. Yang penting disini hukum Bernoulli dan Newton berlaku untuk lumpur Lapindo.
    Pertanyaan yang putus asa/pikirannya buntu : Kalau gak pakai Bernoulli dan Newton ,ngetungnya pakai rumus apa?

  7. Arsolim berkata:

    Ompapang kalau melihat syarat berlakunya :

    Bernoulli Equation (rumusannya ngak saya tulis disini)
    A non-turbulent, perfect, compressible, and barotropic fluid undergoing steady motion is governed by the Bernoulli Equation

    laminar (non-turbulent) an organized flow field that can be described with streamlines. In order for laminar flow to be permissible, the viscous stresses must dominate over the fluid inertia stresses.

    barotropic a barotropic fluid is one whose pressure and density are related by an equation of state that does not contain the temperature as a dependent variable

    compressible a fluid flow is compressible if its density r changes appreciably (typically by a few percent) within the domain of interest. typically, this will occur when the fluid velocity exceeds Mach 0.3. Hence, low velocity flows (both gas and liquids) behave incompressibly.

    Perfect a perfect fluid is defined as a fluid with zero viscosity (i.e. inviscid).

    Lumpur lapindo bukan fluida perfect bahkan sangat kental, bergolak (turbulent), kecepatan aliran tidak steady ditunjukkan oleh volume semburan yang berubah2
    temperaturnya tinggi mungkin berubah-ubah jadi sebagai dependent variable, rasanya hukum Bernouli ini kok tidak cocok ditrapkan untuk lumpur Lapindo

  8. ompapang berkata:

    Pak Arsolim, kalau lumpur masih dapat dialirkan, hukum Bernoulli masih berlaku, kecuali kalau memblek-memblek. Hanya saja parameternya di RAPAT JENIS (rho) dan KEKENTALAN(viscosity)nya yang menentukan besarnya kerugian geser yang timbul. Untuk etung-etungannya yang paling ahli adalah Pak RIrawan. Menurutku semua zal alir/fluida atau yang sering disebut sebagai medium continue tunduk pada hukum Bernoulli.

  9. usil berkata:

    Mbak Hime! Pak RIrawan! tolong dong, barengan omPapang
    agar menjawab pertanyaan pak Arsolim. Kebetulan usil juga
    mau tanya seperti itu (?)….
    Ini sangat penting, sebab disebelah sana mungkin juga mewakili
    ITS (bukan hanya terbatas alumni). Ini hanya rabaan usil lho..

  10. Arsolim berkata:

    ompapang, btw mengenai hukum Bernouli dikaitkan dengan lumpur Lapindo, lumpur ini sekarang kan 90% nya zat padat dan 10% nya saja berupa air (Zat padatnya sangat dominan) apakah masih bisa disebut sebagai FLUIDA / cairan dan diberlakukan hukum Bernouli tlg om dijelaskan ! trims

  11. usil berkata:

    Pak Arsolim! bukannya usil pingin skak-mat, tapi boleh dong
    niru gayanya mbakyu Hime to? Sapa tahu mbakyunya masih
    ada disini, belum pulang. Uuuuh! kalo dia ikut komen, bakal
    rame lagi nih.

    Ompapang! bukan usil yang salah tulis ‘metode’, tapi dari sononya
    memang nulisnya udah gitu, lagian pak Dhe main copy paste aja tuh.
    Jadi menurut omPapang, eyang Bernoulli punya 2 teori to? Naah!!
    ini sudah makin jelas kenapa pak Djaja gagal. Kelihatannya pak
    Djaja hanya mahir teori kontinyuitas, tapi yang satunya lagi dia lupa.
    Besok tak SMS dia rumus yang satunya lagi.
    Usil gak liburan om, hanya kerjaan lagi menumpuk aja.

  12. ompapang berkata:

    lho pak Usil muncul lagi to? Tak kira sudah tenggelam di Lusi eh Lula.
    Setahuku eyang Bernoulli gak punya metode, beliau penemu teori kontinyuitas dan kekekalan energi yang berkaitan dengan aliran fluida baik cair maupun gas. Rumusnya yang tahu pak Usil he 3X Selamat bergabung lagi Pak Usil ! Bagaimana liburannya ?
    Pak Edo, hak PATEN hanya diberika kepada siapa yang bisa MATENI semburan lumpur Lapindo.

  13. Arsolim berkata:

    Bukannya ngak ada ahli pak, usulan2 sdh buanyak yang masuk cuman ngak ada yang di follow-up pak, lama2 kan bosan juga ya ngak ?

  14. Arsolim berkata:

    Wah Pak usil anda ini baru aja nongol, terus langsung skak mat tanpa ba bi bu !

  15. usil berkata:

    Ha??? baru seminggu usil absen, gak ada ahli yang nongol.
    padahal ada berita yang bukan main menarik (diatas): ALUMNUS ITS
    PAK DJAJA LAKSANA, GAGAL MENANGANI LULA DENGAN
    METODE BERNOULLI.

    Kalau gak ada ahli yang mau komentar, biar usil aja….

    Alasan kegagalan pak Djaja adalah: Dia menerapkan teori Bernoulli
    tanpa memperhitungkan Hukum Kekekalan Energi.
    itu saja alasannya…..???? Rumusnya belakangan (kalo ada bantahan)

  16. edo tas ii berkata:

    pak djaja buktikan teorimu, dan memang itu hak patenmu bukan milik orang jepang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: