Enam Warga TAS Dapat Ganti Rugi

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 23 Juni 2007

SIDOARJO – PT Minarak Lapindo Jaya mulai merealisasikan pembayaran ganti rugi untuk warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I korban lumpur Lapindo. Kemarin enam warga TAS menandatangani perjanjian jual beli.

Transaksi jual beli sebagai wujud pembayaran ganti rugi itu berlangsung pukul 14.00 di gedung eks Kantor Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan berakhir pukul 15.30. Mereka yang menandatangani transaksi jual beli tersebut adalah Supriyadi (blok E5-9), Masnunah (blok AC1-24), Bambang Sujatmiko (blok E8-9), Machmodin (blok B2-23), Siti Janah (blok E4-21), dan Trini Sukanti (blok AA-4).

“Saya sangat bersyukur (ganti rugi) ini bisa terbayar. Sebab, saat proses untuk (paket uang) kontrak rumah, saya nggak dapat,” kata Bambang Sujatmiko, polisi berpangkat inspektur tingkat satu (iptu).

Bambang yang bertugas sebagai Kanit Patroli Satlantas Polres Mojokerto menambahkan, rumah miliknya tersebut tipe 36 dengan luas tanah 84 m2. Namun, rumah itu sudah direnovasi sehingga luas bangunannya melebihi tipe 36.

“Tapi, ganti ruginya dihitung berdasar IMB (izin mendirikan bangunan) lama, yang masih tipe 36. Untuk uang mukanya, saya dapat Rp 27 juta lebih. Saya rasa itu cukup sepadan,” ujar Bambang.

Dia mengaku membeli rumah tersebut dengan tunai. Namun belum sempat ditinggali karena renovasi belum selesai, Bambang ditugaskan ke Mojokerto. Akibatnya, dia kehilangan hak mendapatkan paket uang kontrak rumah. “Waktu itu, saya tinggal di asrama. Mau ngurus (paket) uang kontrak rumah, kok prosesnya berbelit-belit. Harus melalui RT RW segala. Akhirnya, saya lepas saja,” tutur Bambang, yang masih berseragam dinas saat menandatangani transaksi jual beli itu.

Vice President Minarak Andi Darussalam Tabusalla menegaskan, realisasi pembayaran ganti rugi untuk warga TAS itu adalah bukti komitmen Minarak untuk memperlancar pembayaran ganti rugi bagi warga korban lumpur Lapindo.

Menurut Andi, siapa saja yang merasa sebagai korban sesuai peta wilayah terdampak yang ditetapkan pada 22 Maret 2007 dapat mengajukan klaim ganti rugi ke Minarak. Setelah lolos verifikasi oleh Tim Verifikasi BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo), lanjut Andi, Minarak akan segera membayar ganti rugi. (sat/luq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: