Interpelasi Lumpur Bukan Solusi Terbaik

Nasional 23/06/07 19:28Surabaya (ANTARA News) – Fraksi Demokrat DPR RI menilai kalau interpelasi lumpur yang kini sedang digalang sejumlah anggota DPR RI, bukan solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jatim.

“Mengajukan hak interpelasi sah-sah saja, namun bukan berarti kami tidak peduli. Kami mengganggap interpelasi bukan jalan terbaik,” ujar anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Marcus Silano SIP di Surabaya, Sabtu.

Anggota dewan dari Daerah Pemilihan Surabaya dan Sidoarjo tersebut, mengemukakan hal itu usai melakukan kunjungan ke Kantor BPLS di Gayung Kebonsari, Surabaya dan Kantor Lapindo Brantas Inc di Apartemen Somerset Lantai 18.

Marcus melakukan kunjungan itu dalam rangka menjalankan tugas dari Fraksi Demokrat, untuk memantau kinerja dari BPLS dan Lapindo.

“Solusi terbaik yang harus dikerjakan adalah bagaimana para pengungsi hidup normal seperti sebelum terjadi semburan lumpur, dan menangani semburan,” ucapnya.

Kalau interpelasi dilakukan, menurut dia, paling-paling nanti pemerintah datang ke DPR RI, kemudian memberikan penjelasan dan kalau tidak ada solusi yang terbaik akan sama saja hasilnya.

“Interpelasi itu soal selera saja, ibarat masakan rendang, anggota DPR ingin yang masak Presiden SBY, bukan para menteri. Interpelasi juga memakan waktu lama, nanti dibawa ke paripurna kemudian dibawa ke Bamus,” ujarnya.

Lebih baik DPR RI memanggil menteri terkait, BPLS dan Lapindo terlebih dahulu untuk melaporkan pekerjaan dan tanggung jawabnya.

Mantan Ketua Partai Demokrat Jatim ini menyatakan, saat ini tidak ada satupun anggota Fraksi Demokrat yang ikut menandatangani interpelasi lumpur Lapindo.

“Semula ada dua orang yakni Ahmad Fauzi dan Adji Massaid, mungkin mereka mengira biar menteri-nya yang kena. Namun begitu interpelasi harus menghadirkan Presiden mereka akhirnya membatalkan,” tuturnya.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

2 Responses to Interpelasi Lumpur Bukan Solusi Terbaik

  1. Edi S berkata:

    ternyata pak. Marcus, sebagaimana kebanyakan anggota DPR, belum banyak belajar sisi lain kehidupan ini juga ya.., jadi wajar berpikir oportunis, berpikir seperti kuda berkaca mata, berpolitik tanpa nilai kebenaran.
    jika seperti ini, rasanya DPR disebut taman kanak-kanak juga kurang layak. di taman kanak-kanak, selain kelucuan, kita juga dapati kejujuran, kejernihan, kesantunan, dan kepolosan seorang anak manusia; berbeda dengan di DPR.
    kalau interpelasi hanya dianggap selera, interpelasi tentang Iran juga bagian dari selera juga. urusan kemanusiaan hanyalah selera, dan ternyata masalah resolusi PBB terhadap Rakyat Iran lebih menarik ketimbang bau rakyat sendiri.
    jika kebanyakan anggota DPR berpikir seperti ini, jangan haraplah rakyat bisa hidup layak sebagaimana nilai kemanusiaan yang mereka miliki. semua resources yang dimiliki rakyat justru dirampok oleh mereka yang oportunis, yang justru duduk di dewan terhormat.

  2. adrianto berkata:

    Nah ketahuan kan tujuannya dewan pakar Partai Demokrat, rupanya mengalihkan perhatian ke masalah geothermal hanya untuk melindungi pemimpinnya dan seseorang dari segi politik. Dibayar berapa sama Bakri nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: