Paranormal Berupaya Hentikan Luapan Lumpur Lapindo

Nasional

24/06/07 02:38

Sidoarjo (ANTARA News) – Dalam posisi bersila seorang pria paruh baya nyaris plontos itu terlihat berkonsentrasi di kegelapan malam di atas tanggul lumpur di Kelurahan Siring, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Itulah salah satu kegiatan seorang paranormal yang ikut berupaya menghentikan luapan lumpur dari proyek PT Lapindo Brantas Inc.

Mulutnya terlihat komat-kamit tak jelas apa yang terucap. Sejurus kemudian ia mengambil sebuah botol berisi air dan diminumnya. Setelah beberapa saat kumur-kumur, air itu disemprotkan ke kolam penampungan lumpur Kelurahan Siring yang tak jauh jaraknya dari tanggul cincin pusat semburan.

Pria paruh baya itu tak sendiri. Ada beberapa orang yang melakukan ritual, namun dengan cara yang berbeda. Mereka ada yang datang sendiri, namun juga ada yang berkelompok. Ada yang datang dari Jawa Timur saja, tapi tak sedikit juga yang datang dari luar Jawa, namun dengan tujuan yang sama, yakni menghentikan semburan lumpur dengan metode alternatif supranatural.

Ketika ANTARA News mencoba mendekati sekelompok orang berbaju putih, terlihat mereka masih belum melakukan ritual tersebut. “Nanti mas. Mulai jam 10 sampai jam 12 malam,” kata seorang pengikut aliran Sapto Darmo asal Kediri yang enggan disebut namanya.

Dalam keyakinan pria tersebut, semburan lumpur di Porong merupakan fenomena ketidakseimbangan antara jagad cilik dan jagad gedhe. “Manusia atau jagad cilik terlalu banyak membuat ketidakseimbangan ini. Sebagai responnya, jagad gedhe marah. Manusia harus menjaga keseimbangan itu kembali,” katanya.

Sejak lumpur menyembur, sudah tak terhitung paranormal yang mencoba melakukan ritual di sana. Semenjak lumpur masih ditangani Timnas hingga Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), hampir tiap hari ada paranormal yang melakukan aktivitas di sana.

Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Pelaksana BPLS Achmad Zulkarnaen di Sidoarjo, Jumat mengatakan pada prinsipnya BPLS tak melarang upaya yang dilakukan paranormal selama tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Kami juga memberi kesempatan pada mereka untuk melakukan upaya penghentian semburan dengan cara alternatif. Masak hanya yang bersifat ilmiah saja yang diakomodasi BPLS. Selama tidak minta kompensasi ke BPLS akan kita layani, bahkan kita antarkan ke dekat tempat semburan,” katanya.

Ia mengaku, hampir setiap malam, tanggul ring 2 titik 15 di Kelurahan Siring tak ubahnya seperti pasar malam. Mereka menebar tikar di sepanjang tanggul dan beberapa di antaranya melakukan aktivitas ini tak hanya satu malam saja, bahkan sampai berminggu-minggu.

Semntara itu, Koordinator Safety Service Fergaco Doddy Irmawan mengatakan, aktivitas para normal itu memiliki potensi bahaya yaitu dikhwatirkan menghirup gas H2S yang keluar dari pusat semburan. Untuk itu, ia selalu memantau gerombolan paranormal itu sambil membawa alat ukur digital kadar H2S di udara.

“Bahaya juga kalau mereka melakukan aktivitas semalaman dekat semburan lumpur. Untuk itu mereka memang kami batasi tak boleh sampai ke tanggul utama, hanya di tanggul ring 2 ini saja,” katanya menambahkan. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

19 Responses to Paranormal Berupaya Hentikan Luapan Lumpur Lapindo

  1. totok berkata:

    wong gendeng kabeh, ora mampet malah kesembur.

  2. usil berkata:

    Ha? PERMUTASI…RAPAL….MACAPAT, ilmu apa lagi ini Om?
    Wua..ha…ha…ha…tak kira yang terakhir bakal jebul INUL…

    Om itu gak bedanya dengan pak Arsolim di judul sebelah. Ya…
    gitu kalo pada gatal tangan dan otak, gara2 penantang yang
    setara gak muncul2. He..he..pak Arsolim! tak buka kartu lho…

  3. ompapang berkata:

    Pak Usil, bukan kebetulan,itu memang takdir.Biar tambah bingung,tak mistik pakai permutasi dan kombinasi ya ? Siapa tahu teman pak USIL di blog LUSI ini tidak hanya pak LISU. Nih, tak carikan teman-teman yang namanya menjadi RAPAL dalam bentuk MACAPAT (macane papat-papat) sebagai berikut :

    LUSI LISU LUIS LIUS
    SIUL SUIL SILU SULI
    ISUL ILUS ILSU ISLU
    ULSI ULIS USLI USIL

    Btw,percaya atau tidak, bila kita duduk ditanggul pusat semburan sambil membaca RAPAL tersebut sampai 70.000 X ( 7 laksa ),mulai jam 24.00,so pasti semburan lumpurnya akan berhenti. Yang penting jangan keliru, RAPAL dibuka dengan LUSI ditutup dengan USIL.Nek percaya !!!

  4. usil berkata:

    Mohon maaf lah kalo terasa lucu tapi sebetulnya ‘gak lucu’, anggap
    aja gak ada.

    Setelah omPapang “jelaskan”, usil lebih bingung lagi…..
    koq bisa ada LUSI, USIL, LISU (???)
    Apa betul ini hanya kebetulan?

  5. ompapang berkata:

    Wah bingung aku, ada USIL, LISU disemburan LUSI !!! LUSA pak SBY pulang jakarta lho!

  6. lisu berkata:

    komentar pak usil lucu, sangat mencirikan pemandu sorak
    atau MC pak ya.

  7. Roffi berkata:

    paranormal lieur ah

  8. usil berkata:

    Gara2 omPapang tidak punya teman main catur, makanya usil
    agak ngerem nongolnya. Disamping itu, memang kerjaan lagi peak.
    Tapi usil optimis lambat atau cepat pak RIrawan akan muncul.
    Kalo sampe gak muncul, beneran tak kasih label “anasionalis”.
    Om, diskusi HDCB sudah “stop” sejak tgl 8 Juni. Padahal saat
    itu lagi rame membahas klaim “sukses” HDCB, tapi dijudul yg lain.
    Lalu pada tgl 12 usil seret pembahasan ke topik HDCB yang
    langsung direspon oleh om sendiri. Nah selanjudnya…ya…Muri..he2x

    Mudah2an pak Dhe berhasil! mosok pak RIrawan ngumpetnya kelamaan.

    Om! pak Dhe! ada teman baru yang sepaham nih….Aku curiga pak
    Kinantiasih juga punya kompilasi atas postingan terdahulu. Usil punya!

  9. kinantiasih berkata:

    Betul, aku klop sama pak ian, pak ompapang dan pak usil juga yg lain. Lucu, jaman modern gini banyak pula yang masih gandrung non-ilmiah. Tiap hari hidup kita ini bisa berlanjut hanya dengan produk ilmiah. Bepergian harus naik mobil atau pesawat terbang, bukan kuda ajaib atau permadani terbang. Buang lumpur tanah ya pakai excavator atau dumptruk, tidak ada yang bisa pakai tenaga goib atau ilmu memindahkan gunung. Sesakti apapun orang tidak makan ya pasti mati. Dan makanannya harus tumbuhan atau hewan yang merupakan rantai biologi, bukan beling batu atau pangan dari langit.
    Tulisan ilmiah disini hebat2. Aku banyak belajar di blok ini dan pak ompapang betul, yang paling menakjubkan adalah nalar dan hitungan2 nya pak RIrawan. Aku rindu tulisannya, sekarang kemana ya? Dulu beliau menentang semua pakar dengan mengatakan semburan lumpur itu geothermal, dan sekarang mulai banyak yang ikutan bilang geothermal. Beliau yang pertama memprediksikan bola beton salah dan nyatanya betulan gagal mengenaskan. Hitungan beliau mengenai tanggul dan spilway sama pompa air yang dipakai adalah tidak cocok buat lumpur atau salah konsepnya. Nyatanya memang ambyor berantakanan semuanya diterjang lumpur.
    Sayangnya itu kanal V ciptaannya pak RIrawan yang pakai rumus lengkap kompre detil, kok tak ada kelanjutannya. Tidak ada yang menyanggah, pakar dosen universitas dan institut teknologi pada bungkam. Tetapi tidak juga dilaksanakan. Padahal semua lainnya sudah gagal total dan semakin banyak orang Sidorjo menderita. Payah, mau nunggu sampai kapan?

  10. Rovicky berkata:

    Aku panggilin Pak RIrawan ya … smoga blio ga sibuk.
    Kayaknya ga seru tanpa analisa angka2 dari beliau ini 😛

  11. ompapang berkata:

    Pak Usil, dengan pak RIrawan kita bisa berduet sebagai kawan sekaligus berduel sebagai lawan main catur. Tapi barangkali pak RIrawan sudah sibuk sendiri dan menutup kotak caturnya. Sayang ya kalau kita kehilangan jejak ilmuwan yang misterius, kita nggak bisa dapat ilmu dari beliau.
    Omong-omong, coba pak Usil hitung yang posting komen di Diskusi HDCB, kan bisa masuk MURI !

  12. usil berkata:

    Saya harus akui apa yang omPapang tulis diatas, terutama dengan
    sosok ilmuwan RIrawan adalah benar. Hanya saja omPapang agak
    “mengecilkan” peran om sendiri. Padahal menurut catatan saya
    (saya punya kompilasinya), sejak pembahasan di mulai pada sekitar
    akhir Feb yang lalu, ada sekitar 6-7 orang yang terlibat aktif. Dan
    omPapang sendiri salah satu aktor yang paling seruh berdebat dengan
    RIrawan. Pada saat itu saya ingat kalian malahan sudah memprediksi
    bahwa HDCB akan gagal total. Termasuk dapat memprediksi akan
    munculnya seburan dirumah penduduk pasca HDCB. Juga sejak awal
    RIrawan mengatakan, ada baiknya saat ini tindakan yang harus kita
    prioritaskan adalah: Bagaimana Mengendalikan Lumpur. Detilnya,
    ada di topik Diskusi kanan atas.
    Kalau sekarang ramai dibahas dimedia tentang: Bernoulli, Geothermal
    dll. Justru RIrawan, omPapang dkk sudah membahasnya sejak akhir
    Feb yang lalu.
    Kenapa RIrawan dan lain2 gak muncul lagi? Saya kira mereka menjadi
    “frustrasi” sebab banyak waktu habis dengan percuma, tapi ide mereka
    tidak didengar oleh mereka yang berwewenang. Dapat kita bayangkan
    berapa banyak man-hour yang habis, untuk mebuat suatu proposal
    teknik yang sarat dengan hitungan ilmiah. Saya yakin orang2 itu pasti
    bukan pengangguran. Tarif “Pengacara Hitam” per jam sudah berapa?
    (USD 300-500 per jam?)
    Om, kita sudah berupaya “mengajak” RIrawan agar kembali aktif dapat
    berdiskusi lagi diblog ini, tapi kita gagal. Saya sempat berpikir beliau
    itu koq “anasionalis”. Tapi mungkin saja dia memang tinggal di LN, dan
    sekarang sudah kembali kesana.
    Harapan saya RIrawan dapat kembali berduet dengan omPapang dalam
    waktu dekat diblog ini.

  13. rizko berkata:

    Tambah gak bener aja, paranormal lah, cek dulu kedekatan Paranormal itu dengan Allah. Jangan2 Allah tambah marah dan bikin tuh lumpur tambah ngalir deras…

  14. ompapang berkata:

    Selamat sore pak Usil ! Terima kasih atas beslit menjadi anggota TIM PENILAI . Tapi jangan ngumpet terus lho pak Usil!

  15. Arek Doarjo berkata:

    Lantas apa kriteria layak dan tidak layak ?
    Lah kalau dampaknya buruk apa iya paranormal mau menanggung juga ?
    Wong ITB saja angkat celana (lari …)

  16. hugy78 berkata:

    ya lebih baik berusaha dari pada sama sekali….. ya siapa tau juga berhasil
    baik ilmiah maupun non ilmiah itu semua layak dicoba

  17. usil berkata:

    Selamat pagi omPapang!
    Begitu buka blog pagi ini, usil langsung “santap” ulasan om
    yang sangat analitis. Usil rasa omPapang salah satu yang paling
    kompeten menilai, karena gak pernah absen dari blog ini.
    Teruskan om.

  18. ompapang berkata:

    Saya sependapat dengan Ian, lha wong saya juga mengalami “pola pikir aneh” seperti yang Ian katakan. Sebagai contoh,sebelum ada amblesan saya berpikir bahwa dibawah bumi Porong ada “danau lumpur” yang bertekanan tinggi akibat adanya gas atau tergencet oleh batuan diatasnya, kemudian dibor oleh Lapindo dan muncratlah ia keluar. Karena jalan pikiran saya demikian,maka saya anggap persoalannya sederhana, yaitu asal ditutup dimulut semburan atau dimasuki bolton, semburan mesti dapat berhenti karena kita dibantu tekanan hidrostatik setinggi kolom lumpur itu sendiri, kita tinggal menambah “sedikit”.
    Jebulannya pikiran saya itu salah, terbukti setelah sampai dipermukaan. lumpur cepat mengendap. Jadi apa yang saya anggap danau lumpur sebenarnya bukan danau lumpur melainkan danau air, sebab kalau diatas saja bisa mengendap berarti didalam sana lumpurnya juga sudah mengendap. Di blog ini wawasan saya bertambah dan menyadari bahwa yang mengalir keatas adalah air yang membawa material padat menjadi lumpur dipermukaan kemudian air dan material padat berpisah lagi seiring terjadinya endapan. Karena material padat terbawa keatas, terbentuk ruang kosong dibawah, maka terjadi amblesan. Dengan terjadinya amblesan, pikiran saya yang menganggap sederhana tadi berubah menjadi komplek/rumit.
    Menurut saya, ilmuwan yang berpikir jernih (tidak aneh) adalah Pak RIrawan, pengunjung setia blog ini, yang dengan perhitungan-perhitungannya berdasar asumsi ilmiah, beliau dapat memprediksi dan membuktikan tentang hal yang seharusnya dilakukan dan yang tidak dilakukan dalam penanganan semburan lumpur baik dipermukaan maupun dipusat semburan. Saya akui solusi yang beliau kemukakan di blog ini adalah yang paling “ketemu nalar”.
    Tentang “keanehan pola pikir” mengenai danau lumpur tersebut ternyata juga menghinggapi golongan paranormal, terbukti ada mitos dibawah sana ada jin KEPITING RAKSASA dari Kraton Pajajaran sebagai penunggu bumi Porong. Yang bisa berkomunikasi adalah paranormal keturunan raja Pajajaran yang tinggal di Purwakarta. Keyakinan itu timbul karena menganggap lumpur yang menyembur berasal dari GENANGAN lumpur dari dalam bumi ,dan KEPITING kan hidup didalam lumpur, maka terjadilah mitos JIN KEPITING mendiami bumi Porong.

  19. ian berkata:

    Seberapa banyak masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa metode seperti ini adalah jalur utama solusi dari permasalahan teknis seperti semburan lusi ini?. Metode non-ilmiah, semi ilmiah, meta-ilmiah atau apapun namanya ini kadang muncul dalam media massa atau bahkan dalam formum ilmiah. Ada yang murni tanpa penjelasan ilmiah, ada yang mengandung penjelasan yang tidak cukup ilmiah, atau mengandung dasar-dasar ilmiah yang campur aduk dengan pemikiran-pemikiran non-ilmiah.

    Hal diatas belum termasuk ide-ide “ilmiah” yang kurang didukung dengan justifikasi teknis yang mumpuni. Kadang-kadang menjadi kehilangan “ilmiah” nya karena adanya embel-embel bombastis mengenai jaminan keberhasilan yang sulit difahami secara probabilistik.

    Seberapa luar biasa kesenjangan antara kemampuan rekan-rekan kita di negara-negara maju dengan masyarakat kita ini yang nota bene masih euforia reformasi kebebasan berpendapat dalam bernalar mencari solusi suatu permasalahan.

    Adakah rekan-rekan lain yang merasakan hal sama mengenai adanya “keanehan pola fikir” masyarakat kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: