Tenggelamkan Gedung Sekolah, Lumpur Tak Benamkan Prestasi SMP Negeri 2 Porong

RADAR SIDOARJO      Selasa, 25 Juni 2007
Rasa Senasib Orang Tua dan Siswa Jadi Kunci Sukses
Hambatan belajar tidak menyurutkan semangat civitas akademika SMPN 2 Porong. Meski riwayat gedung sekolah sudah tamat dan belum ada gantinya, sekolah itu berhasil meluluskan semua siswanya dalam ujian nasional (unas) lalu. Bagaimana perjuangan mereka?

LUCKY N. HIDAYAT, Sidoarjo

Salah satu ruang sederhana pinjaman SMP Negeri 1 Porong kini jadi kantor penting bagi SMPN 2 Porong. Di sanalah, Kepala SMPN 2 Porong M. Kayis, guru-guru, maupun pegawai tata usaha mempersiapkan dan mengatur kegiatan belajar-mengajar (KBM) sekolah tersebut. “Maaf, Mas, harus berdesak-desakan seperti ini,” kata Kayis.

Pria yang setengah rambutnya memutih itu terkenal sabar dan dicintai murid-muridnya. Karena tragedi lumpur panas di Porong sejak Juli 2006, gedung SMPN 2 Porong lumpuh. Lumpur panas merendam seluruh area sekolah, mulai 28 ruang kelas, musala, perpustakaan, hingga rumah penjaga sekolah.

Bahkan, kotak base transmisi system (BTS) di sekolah itu juga lumpuh. Padahal, BTS tersebut dibutuhkan sedikitnya 16 sekolah negeri lain di Sidoarjo untuk pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) tahun lalu. Beruntung, sebelum benar-benar tenggelam, Kayis dibantu guru-guru dan siswa dengan cekatan menyelamatkan seluruh dokumen dan peralatan sekolah.

“Kami waktu itu dapat tempat di rumah Bu Lurah Machmudah (Kades Renokenongo, Red),” kata Kayis. Siswa-siswa pun mengungsi belajar di SDN Renokenongo 1 dan 2. Berbulan-bulan mereka bertahan menumpang dan hanya bisa belajar pada siang. Kayis mengaku setelah lumpur menerjang sekolah dan hampir seluruh rumah siswanya, banyak masalah yang muncul.

Masalah itu, antara lain, konsentrasi belajar siswa yang terganggu karena harus membantu orang tua mengungsi. Banyak juga orang tua siswa yang tidak mampu lagi membiayai anaknya. “Sekarang iuran kami paling murah. Banyak orang tua yang datang kepada saya untuk meminta penundaan pembayaran. Bahkan, sebagian minta dibebaskan,” jelasnya.

Karena Desa Renokenongo juga nyaris tenggelam oleh lumpur, Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo memutuskan merelokasi aktivitas KBM ke SMPN 1 Porong, sekitar 5 kilometer dari lokasi semula.

Setelah pindah ke SMPN 1 Porong, ada 55 siswa memilih pindah sekolah mengikuti orang tua yang mengungsi ke luar kota. Hanya kelas sembilan yang tidak bisa mutasi ke lain sekolah karena mereka sudah terdaftar sebagai peserta ujian di SMPN 2 Porong.

Meski menumpang di SMPN 1 Porong, Kayis mencoba menata KBM hingga normal. Apalagi 230 siswanya di kelas sembilan harus bersiap menghadapi ujian nasional. Semangat belajar mereka tidak boleh surut. Lebih-lebih, banyak di antara siswa adalah korban lumpur dan harus mengungsi di tempat berbeda.

“Kami minta semua wali kelas memantau perkembangan seluruh siswanya,” tutur Kayis. Tidak hanya itu. Yang tidak kalah penting, lanjut dia, ialah menyertakan wali murid dalam upaya meluluskan semua siswa pada unas. “Saya tidak ingin nasib buruk rumah siswa dan sekolah juga diikuti kegagalan dalam unas. Bagaimana masa depan mereka nanti?,” tambahnya.

Hampir dalam semua aktivitas persiapan unas itu, kepala sekolah, guru, orang tua, maupun siswa terlibat. Tidak seperti SMP-SMP lain yang bisa mengadakan try out hingga beberapa kali seminggu, SMPN 2 hanya mengadakannya maksimal satu kali seminggu. Untunglah, tak satu pun siswa absen setiap kali try out. “Guru-guru terharu melihat semangat anak-anak. Kami jadi ikut bangkit,” ujar Kayis.

Dewanti Budi, salah seorang siswa, mengaku tidak ingin lagi mengeluhkan kondisi sekolah yang rusak karena lumpur. Mereka merasa senasib. Ingin memulai belajar bersama-sama dan mengakhiri masa SMP bersama-sama pula. “Sesama teman, kami selalu saling menolong agar semuanya bisa lulus,” kata Budi.(*)

Iklan

One Response to Tenggelamkan Gedung Sekolah, Lumpur Tak Benamkan Prestasi SMP Negeri 2 Porong

  1. arizal berkata:

    terus semangat sisa siswi smpn negeri 2porong ayo bangkitkan kembali prestasimu buktikan jika smpn 2 porong itu berhak berpestasi
    “smpn 2 porong BANGKIT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: