Dikawal Sniper Pasukan Amfibi TNI-AL

Selasa, 26 Juni 2007, JAWAPOS
Sejak kemarin sore hingga dua hari ke depan, Kantor Kepresidenan berpindah ke Wisma Perwira Lanudal Juanda Surabaya. Wisma yang selama ini menjadi tempat bermalam para perwira tinggi TNI-AL itu “dipinjam” SBY sekaligus menjadi tempat bermalam presiden.

Alasan menginap di wisma yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Bandara Juanda itu adalah agar posisi presiden yang penuh protap steril tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Bila menginap di hotel selama tiga hari, tentu akan mengganggu tamu-tamu lain. Sebab, sesuai prosedur tetap (protap), presiden mendapatkan pengamanan secara khusus. “Agar tidak mengganggu masyarakat, Presiden SBY memilih menginap di Wisma Perwira Lanudal Juanda,” jelas Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Di wisma berlantai dua itu ada ruang rapat, ruang tamu, hall yang biasa dijadikan ruang lobi, serta lima kamar tidur. Begitu tiba di wisma, SBY dan rombongan langsung menuju lantai dua tempat rapat. Dia mengadakan pertemuan dengan bupati Sidoarjo untuk membahas perkembangan terakhir lumpur panas Lapindo.

Lima kamar tidur VIP terletak di lantai bawah. Presiden tidur di Admiral Room yang biasa digunakan perwira tinggi TNI-AL seperti KSAL. Di kamar tidur seluas 5 x 4 itu, ada ruang tamu yang tidak terlalu besar. Para menteri dan staf tidur di kamar lain. Setiap kamar diisi dua orang.

Selain kamar tidur yang lengkap dan ber-AC, terdapat dua ruang rekreasi perwira. Ruang itu biasanya juga digunakan menonton televisi oleh para perwira.

Di sayap timur Wisma Perwira terdapat ruang lobi yang lumayan besar. Tempat tersebut biasa digunakan untuk acara-acara seperti ramah-tamah. Misalnya, peringatan HUT ke-51 Penerbangan TNI-AL yang berlangsung Senin pekan lalu.

Untuk pengamanan SBY, selain Paspampres (Pasukan Pengaman Presiden), Pangkalan Udara TNI-AL Juanda mengerahkan satu tim khusus antibahan peledak atau yang dikenal dengan Gegana serta satu tim pasukan antiteror Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Disiagakan pula dua regu jago tembak, yakni sniper dari Batalyon Intai Amfibi Marinir (Yon Taifib) yang dikenal sebagai pasukan elite Marinir. Setiap regu terdiri atas tujuh personel yang disebar di sekitar lokasi penginapan presiden serta rombongan.

Di belakang Wisma Perwira terdapat lahan kosong penuh rumput. Tapi, jangan coba-coba muncul di sana dengan lagak mencurigakan. Sebab, di sekitar ruang tidur RI-1 (presiden) dijaga tim Pamatan (pengamatan dan penyelamatan) VVIP yang lengkap dengan senjata laras panjang beserta peluru tajam. Pelapis lain penjagaan RI-1, ada Rider 500 yang dikenal sebagai pasukan elite Kodam V/Brawijaya. “Itu bukan berarti tidak aman, tapi prosedurnya memang harus demikian,” ujar seorang sumber koran ini.

Pengamanan tersebut dikomandani Kapten (POM) Agus Musrikin selaku komandan Pomal Lanudal Juanda yang dipercaya sebagai komandan flek. “Karena berada di kawasan TNI-AL, pengamanan dipimpin TNI-AL,” ungkapnya.

Hari ini, rencananya SBY dan rombongan meninjau lokasi semburan lumpur Lapindo. Rombongan SBY akan menuju lokasi menggunakan tiga helikopter Super Puma kepresidenan yang tiba di base ops pukul 18.00 kemarin. Heli tersebut terbang dari Lanud Atang Sanjaya, Bogor. (din)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: