Ngantor Dekat Lumpur, SBY tanpa Ical

Selasa, 26 Juni 2007,
Situasi terbaru di sekitar pusat semburan lumpur.

Bawa Tujuh Menteri, Tiga Hari “Beristana” di Juanda
SIDOARJO – Sehari setelah menerima pengaduan dari puluhan warga korban lumpur Lapindo di Cikeas Minggu sore lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin membuktikan janjinya. Bersama tujuh menteri, RI 1 itu terbang ke Surabaya dan menurut rencana akan mengunjungi lokasi semburan lumpur.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto yang ikut dalam rombongan SBY, agenda presiden sementara ini hanyalah mengumpulkan informasi tentang penanggulangan musibah semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo.

“Sebab, setelah berjalan beberapa waktu, dirasakan bahwa proses yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan. Itu dapat dilihat dari beberapa tulisan di media massa dan laporan dari masyarakat bahwa ada ketidakcepatan dari pelaksanaan Perpres 14/2007,” bebernya.

Presiden SBY dan rombongan mendarat di Lanudal Juanda sekitar pukul 15.15. Selanjutnya, dia beristirahat di mes perwira Lanudal hingga selepas magrib. Setelah itu, presiden bertemu para pejabat Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim sekitar pukul 19.00.

Rapat itu berlangsung tertutup dan baru berakhir sekitar pukul 22.00 tadi malam. Begitu keluar dari ruang rapat, SBY menyatakan tidak akan memberikan pernyataan apa pun. “Malam ini yang bicara menteri (PU) dan bupati (Win Hendrarso). Saya terakhir saja setelah semuanya konkret,” ujarnya sambil menuruni tangga.

Dalam konferensi pers, Djoko Kirmanto yang juga menjabat ketua Dewan Pengarah BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) itu membeberkan agenda SBY selama berada di Surabaya dan Sidoarjo.

Agenda utamanya hanyalah mengumpulkan informasi. Antara lain, mendengarkan paparan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso. Juga rapat dengan pimpinan Lapindo dan mengunjungi lokasi semburan lumpur yang dijadwalkan hari ini.

“Setelah itu, ada penjelasan dari badan pelaksana BPLS. Baru, setelah semua informasi dirasa terkumpul lengkap, presiden akan rapat dengan kami semua untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk memperlancar penyelesaian masalah lumpur Sidoarjo,” beber Djoko Kirmanto.

Saat meninjau lapangan, imbuh Djoko, SBY tidak mengagendakan pertemuan dengan warga korban lumpur Lapindo. “Besok (hari ini) peninjauan ke lapangan hanya melihat ke lokasi semburan Lumpur. Tidak melihat pengungsian karena presiden sudah pernah ke sana dan bertemu dengan pengungsi,” tandasnya.

SBY terbang ke Surabaya bersama beberapa menteri. Selain Djoko Kirmanto, para menteri yang kemarin tampak ikut dalam rombongan adalah Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Juga ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menkominfo Mohammad Nuh, Menteri LH Rachmat Witoelar, serta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Paskah Suzetta.

Sebelum bertolak ke Surabaya, SBY berkoordinasi dengan para menteri yang diajak meninjau lumpur di Sidoarjo. SBY meminta Sri Mulyani untuk memikirkan kemungkinan menalangi pembayaran uang muka ganti rugi rumah dan tanah warga. Langkah itu akan diambil seandainya dipastikan Lapindo memiliki masalah pendanaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, soal dana talangan merupakan salah satu opsi alternatif. Pihaknya sedang menghitung kebutuhan dan efek anggaran yang ditimbulkan bila pemerintah menalangi ganti rugi warga. “Tapi, semuanya bergantung hasil kunjungan presiden ke Sidoarjo,” kata Sri Mulyani di kantor presiden kemarin.

Hingga sekarang belum bisa dipastikan apa masalah yang ada di Lapindo sehingga menunda-nunda pembayaran uang muka ganti rugi kepada warga. “Sampai sekarang kita masih konsisten dengan Perpres 14/2007. Kalau ada perubahan, mekanismenya akan dibicarakan dengan DPR,” katanya.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang juga wakil ketua dewan pengarah BPLS mengatakan, presiden akan memastikan laporan warga yang datang ke Cikeas Minggu sore lalu. Hasil penelusuran Purnomo, dari 522 kepala keluarga, yang sudah diselesaikan baru 303 KK. Sisanya 219 KK belum dibayar. “Kita usahakan Lapindo harus membayarnya. Saya sudah koordinasi dengan bupati dan BPLS. Menurut mereka sudah ada kesepakatan untuk diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Purnomo menolak jika dikatakan presiden tertipu dengan laporan BPLS. Bagi Purnomo, apa yang terjadi di lapangan kadang memang tidak sesuai dengan yang diatur sebelumnya. “Karena itu, presiden datang ke Sidoarjo selama beberapa hari untuk memastikan semuanya,” katanya.

Mengenai rencana SBY berkantor di Sidoarjo tiga hari dua malam, dijelaskan Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan. Selama ini SBY hanya menerima laporan dari BPLS dan menteri-menteri terkait. Hatta menolak jika kedatangan SBY itu dikaitkan dengan rencana interpelasi Lapindo yang digagas DPR. “Tidak ada kaitannya. Presiden hanya ingin melihat langsung,” kata Hatta.

SBY kali ini tidak mengajak Menko Kesra Aburizal Bakrie, kakak kandung Nirwan Bakrie, bos Lapindo. Untuk membahas persoalan dampak sosial pengungsi, SBY memilih mengajak Mensos Bachtiar Chamsyah. Padahal, masalah itu juga area kerja Aburizal yang populer dipanggil Ical.

Ical yang diwawancarai sebelum SBY berangkat menjelaskan, dirinya memang tidak diperintahkan presiden ke Sidoarjo. Biasanya, katanya, selama presiden ke luar kota, para Menko menjaga gawang di Jakarta. “Itu bentuk kepedulian presiden. Kan boleh (ngantor) ke Sidoarjo,” kata Ical. (sat/tom/riq/ded)

Iklan

One Response to Ngantor Dekat Lumpur, SBY tanpa Ical

  1. Joyo.S berkata:

    “Ngantor Dekat Lumpur, SBY tanpa Ical”
    ===============================

    🙂 Kalo Ical ikut SBY, bisa jdi kambing rebus nanti 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: