Cuma Dilihat dari Udara, Warga Porong Kecewa

Rabu, 27 Juni 2007, JawaPOS
SIDOARJO – Warga korban lumpur Lapindo kecewa berat. Harapan untuk bertemu dan mengadukan unek-unek kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terwujud. Pada hari kedua kunjungannya ke Sidoarjo kemarin, SBY hanya meninjau kawasan pusat semburan lumpur dan penampungan pengungsi dari udara melalui helikopter.

Keinginan kuat warga korban lumpur untuk menyambut presiden sudah terlihat sejak pagi. Para pengungsi dan sejumlah korban lumpur dari beberapa desa berduyun-duyun ke penampungan pengungsi di Pasar Porong Baru (PPB). Meski tersiar kabar bahwa presiden tak akan singgah ke pengungsian, warga tetap mengharapkan bisa bertemu langsung dengan SBY.

Berbagai aktivitas dilakukan warga saat menunggu rombongan presiden. Selain bertegur sapa dengan saudara sekampung yang tercerai berai akibat desanya direndam lumpur, sebagian warga asyik menyaksikan lomba karaoke.

Sekitar pukul 10.30 beberapa helikopter sempat melintas di atas lokasi lumpur, termasuk di atas pengungsian PPB. Bahkan, ada salah satu helikopter milik TNI-AL yang tak hanya berputar-putar di udara. Namun, helikopter itu juga sempat mendarat di Markas Brimob Porong, tak jauh dari lokasi penampungan. Melihat hal itu, warga sempat senang. Mereka menyangka presiden benar-benar akan mengunjungi lokasi pengungsian.

Kekecewaan warga benar-benar memuncak. Helikopter yang sempat mendarat itu ternyata terbang kembali meninggalkan lokasi Markas Brimob beberapa menit kemudian.

“Mengapa Pak Presiden tak mau melihat kami yang keleleran di sini barang sebentar saja,” kata Nafsiah, 75, salah seorang pengungsi di sana. Sambil menangis, salah seorang warga RT 3 RW 1 Desa Renokenongo itu meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan pembayaran ganti rugi yang belum jelas hingga kini.

“Kami sangat kecewa karena hanya dilihat dari udara,” keluh Ketua Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) Sunarto. Menurut dia, kunjungan presiden ke Sidoarjo tak akan banyak berarti jika tak menemui langsung warga masyarakat yang berada di bawah.

Kekecewaan warga di penampungan PPB itu akhirnya diwujudkan dengan aksi unjuk rasa. Mereka membuat poster dan spanduk yang berisi ungkapan kekesalan dan kekecewaan. Sementara yang lain bergantian berorasi. “Kalau seperti ini, kami sangsi kedatangan presiden akan menyelesaikan masalah,” teriak Pitanto, salah seorang warga.

Kekecewaan bukan hanya dirasakan warga korban lumpur di PPB. Hal yang sama juga dirasakan warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, yang juga mengharapkan SBY menengok kondisi mereka. Mereka meluapkan kekecewaan dengan memblokade bekas tol Porong-Gempol Km 41. Aksi itu dimulai sekitar pukul 12.30 saat dipastikan presiden tak jadi datang.

Akibat aksi blokade tersebut, pasokan pasir dan batu (sirtu) ke areal pusat semburan menjadi terganggu. Sebab, seluruh armada truk pengangkut sirtu, baik yang masuk maupun keluar, dihadang oleh barisan warga.

Selain memblokade jalan, warga menempelkan sejumlah stiker di kendaraan, selain truk sirtu, yang tetap diizinkan melintas. Sejumlah stiker itu, antara lain, bertulisan “Lapindo! Kami Butuh Kepastian, Bukan Janji”, “Lapindo! Jangan Bohongi Rakyat”, dan “Gubernur, Bupati, DPRD, Berpihaklah pada Rakyat”.

“Kami hanya ingin bertemu dengan presiden untuk menyampaikan berkas-berkas tuntutan kami. Ternyata presiden tidak datang. Ini yang menyebabkan kami kecewa,” tegas Ali Mursid, salah seorang warga.

Tuntutan warga Besuki adalah wilayahnya dimasukkan ke kawasan peta terdampak seperti kawasan yang sudah masuk peta terdampak yang dilansir Timnas 22 Maret lalu. Selain itu, warga meminta pembayaran ganti rugi gagal panen, uang evakuasi, suplai air bersih, dan perbaikan infrastruktur.

Aksi tersebut berakhir setelah sekitar pukul 14.30 Kapolres Sidoarjo AKBP Adnas dan Danramil 0816 Sidoarjo Letkol Dedi Solikin mendatangi lokasi pemblokiran warga. Warga membubarkan diri setelah Kapolres dan Dandim bersedia menjembatani untuk menyampaikan berkas tuntutan warga ke presiden.

Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng di mes Perwira Lanudal Juanda menyatakan, Presiden SBY hanya melihat lumpur menggunakan helikopter dan tidak akan mengunjungi korban yang mengungsi di Pasar Porong Baru. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: