Polisi Belum Temukan Keterlibatan BP Migas dalam Kasus Lumpur

Selasa, 26 Juni 2007 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:
Kepolisian Daerah Jawa Timur belum menemukan bukti keterlibatan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dalam kasus semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Ketiadaan bukti ini membuat polisi kesulitan mengaitkan peran BP Migas ke dalam kasus semburan lumpur, serta menjerat para pimpinannya menjadi tersangka.

“Kami belum menemukan bukti konkret keterlibatan BP Migas,” kata Kepala Satuan Tindak Pidana Tertentu Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar I Nyoman Sukena saat dihubungi Tempo, Selasa (26/6) siang.

Pertengahan tahun 2006 lalu polisi pernah memeriksa beberapa pejabat teras BP Migas. Mereka adalah Deputi Perencanaan Achmad Luthfi, Kepala Divisi Eksplorasi Boy Yulian, Kepala Divisi Pengkajian dan Pengembangan Sumitro Kardi, Kepala Divisi Operasi Lapangan Sutjahyo Pratomo, Kepala Divisi Operasi Penunjang Mulyani Wahyono, Kepala Divisi Operasi Lapangan Sutjahyo Pratomo, dan Deputi Operasi Doddy Hidayat. Mereka dimintai keterangan seputar kebijakan dalam hal pemberian ijin pengeboran. “Sampai saat ini status mereka masih sebatas saksi,” ujar Sukena.

Polisi, kata Sukena, masih meyakini bahwa terjadinya semburan lumpur tersebut akibat faktor kelalaian manusia, terutama yang dilakukan oleh para petugas pengeboran di lapangan dari kotraktor PT Lapindo Brantas, yakni PT Medici Citra Nusa dan PT Tiga Mas Jaya. Berangkat dari keyakinan itu, polisi kemudian menjerat 13 orang dengan status tersangka. “Belum ada tambahan tersangka,” ia menambahkan.

Para tersangka dijerat dengan pasal 187 dan 188 KUHP serta pasal 41 dan 42 UUPLH tentang kelalaian yang menimbulkan banjir lumpur. Berkas acara pemeriksaan para tersangka itu pernah dua kali dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, namun dikembalikan lagi dengan alasan belum lengkap. “Saat ini revisi berkas sudah hampir selesai dan siap untuk dilimpahkan lagi,” kata Sukena.

Penyidik belum akan memeriksa lagi para pegawai BP Migas, karena bukti yang didapat masih minim. Selain itu, polisi memandang kasus yang melibatkan BP Migas tidak berkaitan langsung dengan terjadinya semburan. “Polisi masih menangani masalah pokoknya dulu, yaitu kelalaian yang memicu terjadinya semburan. Kami melihat kepentingan yang lebih besar,” kata Sukena. Kukuh S Wibowo

Iklan

One Response to Polisi Belum Temukan Keterlibatan BP Migas dalam Kasus Lumpur

  1. adrianto berkata:

    Pak, yang sudah jadi tersangka di proses saja dulu, sidangkan, baru nanti pasti ketahuan keterlibatan BP Migas. Tapi kalau mau gampangnya, setiap perusahaan minyak ngebor pasti setiap harimengirim kegiatan pengeboran kepada BP Migas, nah sebagai pengawas seharusnya BP Migas bisa mencegah kalau terjadi apa-apa. Tapi saya heran sampai lebih dari satu tahun ini dan sudah ada tersangkanya tapi Polisi kok kayaknya hanya meproses terus……dibayar berapa sih sama Lapindo kok kasusnya kayaknya dipeti eskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: