Presiden Diminta Mengubah Skema Penanganan Lumpur

Senin, 25 Juni 2007 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:
Koordinator ahli penggagas bola beton, dari Kelompok Keahlian Fisika Kompleks Institut Teknologi Bandung (ITB), Bagus Endar B. Nurhandoko, mengatakan penanganan lumpur Lapindo akan lebih efekti bila Presiden mengubah skemanya. “Caranya dengan menarik keluar perusahaan itu dari penanganan langsung semburan lumpur tersebut,” katanya kepada Tempo, Senin (25/6).

Dari pengalamannya, Bagus memaparkan. penanganan semburan lumpur terlalu bergantung pada PT Lapindo Brantas, yang sebenarnya lebih kerap mengganggu teknis pelaksanaan.

Dia mencontohkan, pengalamannya melaksanakan insersi bola beton yang terpaksa berhenti karena PT TGU, penyedia crane untuk mengangkut bola beton ke dalam semburan lumpur utama, akhirnya menolak melanjutkan pengoperasian alat itu karena tidak kunjung dibayar. “Bahkan kontrak mereka juga tidak kunjung ditandatangani Lapindo,“ katanya.

Tim ITB sendiri, katanya, akhirnya bekerja tanpa kejelasan pembayaran. “Uang muka pelaksanaan saja tidak pernah dibayarkan,” ujarnya “Kami bahkan harus menombok sampai Rp 1 miliar.”

Bagus mengaku belum tahu kejelasan apakah inersi bola beton akan dilanjutkan atau tidak. Padahal, ia mengklaim teknik ciptaan ahli-ahli fisika ITB itu berhasil menurunkan debit semburan sampai 30 persen.

Ia menjelaskan, untuk melanjutkan teknik itu tinggal mencemplungkan bola beton yang sudah disiapkan dengan ditambah jaring baja laba-laba sebagai pelengkap teknik, untuk mengurangi semburan lebih drastis lagi. “Tim sudah menyiapkan penambahan teknologi Spider-Web untuk menyempurnakan insersi bola beton.”

Layaknya jaring laba-laba, sistem jaring baja ini didesain membuka pada kedalaman 1.200 meter. Diameternya ketika membuka mencapai 4 meter, dan gunanya untuk menahan bola beton di kedalaman yang diperkirakan sebagai pusat semburan lumpur. Jaring itu akan menahan bola beton di kedalaman itu, sekaigus memastikan agar bola beton yang tercemplung terkonsentrasi di kedalaman yang ditargetkan.

Bagus menyarankan, agar Indonesia mencontoh cara penanganan bencana lumpur Lapindo seperti ketika Amerika menanganai kecelakaan kapal tangker pengangkut minyak mentah. Menurutnya, perusahaan pemilik tangker diwajibkan mendepositkan sejumlah uang untuk membayari penanganan muntahan minyak mentah, sementara pelaksanaannya diserahkan pada negara melalui pihak ketiga. “Cara ini lebih efektif,“ katanya. Ahmad Fikri

Iklan

One Response to Presiden Diminta Mengubah Skema Penanganan Lumpur

  1. Rovicky berkata:

    ini seperti yang diusulkan oleh Dr Andang Bachtiar sebelumnya ketika ada pertemuan ahli2 di Australia bulan lalu.
    beritanya disini :
    https://hotmudflow.wordpress.com/2007/06/03/keluarkan-lapindo-dari-tim-penanganan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: