Pengusaha-Pekerja Masih Merana

RADAR SIDOARJO      Jumat, 29 Juni 2007
SIDOARJO – Para pekerja dan pengusaha korban lumpur Lapindo masih merana. Nasib sebagian besar mereka masih terkatung-katung karena belum ada jaminan hukum maupun keputusan politis tentang ganti rugi akibat lumpur.

“Padahal, kami memiliki semua syarat untuk pembayaran ganti rugi,” kata Ketua GPKLL (Gabungan Pengusaha Korban Lumpur Lapindo) L. Ritonga, manajer pabrik jam PT Catur Putra Surya (CPS).

Menurut dia, saat ini ada 26 pengusaha yang tergabung dalam GPKLL. Tiga di antaranya sudah menutup usaha dan mem-PHK seluruh pekerja. “Yang tutup karena lumpur dan mem-PHK seluruh karyawan adalah PT De Brima, PT Gunung Mas Sentosa Raya, dan PT Primafindo Pangan Makmur,” beber Ritonga.

Akibat penutupan itu, 381 pekerja menganggur. Rinciannya, dari PT Primafindo 65 orang, PT Gunung Mas 119 orang, dan PT De Brima 197 orang. Sebenarnya, kata Ritonga, Lapindo sudah menawarkan ganti rugi kepada GPKLL dengan perundingan business to business. Artinya, pengusaha dilobi satu per satu.

Hasilnya, 10 pengusaha menerima uang ganti rugi tersebut, sedangkan 16 masih menolak. “Nilai uang penggantinya tidak sepadan dengan kerugian kami,” ujarnya. Kerugian 16 pengusaha yang masih menolak mencapai Rp 200 miliar. PT CPS saja rugi Rp 48,6 miliar.

Fenny, salah satu direktur Primafindo, menambahkan, pabrik makanan ringan yang dipimpinnya itu sudah tutup sejak Juni 2006 lalu. Sampai sekarang Primafindo belum mampu eksis kembali. “Padahal, merek dagang kami sudah terkenal. Waktu kena lumpur, kami sedang banyak-banyaknya order,” kisah Fenny. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: