Lapindo Gagal Cairkan Ganti Rugi Korban Lumpur

02/07/07 20:31 Sidoarjo (ANTARA News) – Rencana pencairan uang muka ganti rugi warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang menurut rencana dilakukan Senin petang gagal dilakukan, karena lambannya proses penyerahan berkas warga dari Tim verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) ke Lapindo.

PT Minarak Lapindo Jaya selaku anak perusahaan Lapindo Brantas, Senin siang telah menyetorkan dana penampung senilai Rp100 miliar di Bank Mandiri dan BNI yang akan digunakan untuk uang muka ganti rugi warga korban lumpur.

Namun, karena gagal mencairkan uang ganti rugi, maka suasana Gedung Eks BTPN di Jalan Sultan Agung, Sidoarjo yang biasa digunakan untuk tempat pembayaran uang muka ganti rugi, nampak kosong.

Meski Tim verifikasi BPLS berhasil memproses dan menyatakan 44 berkas surat tanah milik warga korban lumpur telah lolos verifikasi, namun hingga Senin belum ada satupun berkas yang lolos verifikasi yang diberikan tim verifikasi BPLS Kepada PT Minarak Lapindo Jaya.

Belum diketahui secara pasti, kendala tim verifikasi yang terkesan lamban, sehingga tidak satupun anggota maupun ketua tim verifikasi yang mau memberikan keterangan terkait lambannya penyerahan berkas.

Vice President PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam mengatakan, penyerahan dana penampung di dua bank milik pemerintah itu, merupakan perintah Presiden dalam pertemuan antara Presiden dengan BP2LS, pimpinan pemerintah Sidoarjo dan PT Minarak Lapindo Jaya, 25 Juni 2007 lalu.

Sesuai perintah Presiden, PT Minarak Lapindo Jaya diwajibkan menyimpan dana penampung senilai Rp100 miliar setiap minggu, untuk pencairan uang muka ganti rugi warga korban lumpur.

Andi menambahkan, saat ini pencairan uang muka ganti rugi, tergantung pada tim verifikasi BPLS. PT Minarak Lapindo Jaya akan mencairkan seluruh uang muka ganti rugi, sesuai berkas yang lolos verifikasi tim. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

2 Responses to Lapindo Gagal Cairkan Ganti Rugi Korban Lumpur

  1. YANGYUNG berkata:

    Waktu 10 minggu yang dideadline oleh Presiden tidak ada pengaruhnya.pihak lapindo memang setengah hati untuk membayar ganti rugi,saya termasuk korban yang mengalami sendiri dari rumah/tanah saya diTAS yang sudah ada sertifikat,namun proses berkas-berkas yang diminta terlalu rumit(nama diserifikat sama dengan KTP,tetapi nama diKTP karena terlalu panjang jadi tertulis disingkat pada nama akhir) yang begini ini saja proses dilapindo memerlukan surat pengantar dari birokrsi yang sangat melelahkan!!!,tidak terbayangkan kerumitan warga korban lain yang sertifikatnya masih diBank atau masih atas nama keluarga/orang lain, apalagi yang masih petok D. LAPINDO INGAT KAMI TIDAK PERNAH BERNIAT MENJUAL TANAH/RUMAH KAMI….,TAPI KARENA KECEROBOHAN PROSES PENGEBORAN ANDA YANG MEMBUAT BENCANA INI TERJADI

  2. adrianto berkata:

    Wah senenge rek Lapindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: