Tulis Buku Lumpur

RADAR SIDOARJO      Rabu, 04 Juli 2007
SIDOARJO – Menjadi korban lumpur Lapindo tak membuat H M. Maksum Zubeir larut dalam kesedihan. Pria yang akrab disapa Gus Maksum itu justru menghasilkan sebuah buku. Buku yang ditulis pengasuh Pondok Pesantren Abil Hasan Asy Syadzily, Kelurahan Jatirejo, itu berjudul Titanic Made in Lapindo.

Dalam bukunya, Gus Maksum menulis cerita-cerita seputar penderitaan para korban luapan lumpur panas. Buku setebal 122 halaman dan terbit Juni itu merupakan buku pertama tentang lumpur yang ditulis seorang korban.

“Bahan-bahan penulisan buku itu memang dari apa yang saya lihat dan rasakan sendiri selama ini,” jelasnya. Selain itu, tambah Gus Maksum, dirinya menuliskan sejumlah cerita yang didapat dari keluh-kesah warga.

Potret penderitaan korban lumpur dalam buku yang memuat 53 cerita itu terasa lebih dekat. Misalnya, penggambaran kehidupan para korban lumpur di pengungsian yang diberi judul Makan Bersama Kucing dan Tikus.

“Tapi, saya ini hanya pemula,” kata alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang 1978-1987 itu. Gus Maksum berharap karyanya mampu menjadi dokumen yang bisa dikenang sepanjang masa. “Minimal agar orang tak lupa kalau dulu ada masyarakat yang tinggal di Jatirejo, Siring, dan sebagainya,” ujarnya. (dyn)

Iklan

One Response to Tulis Buku Lumpur

  1. Joyo.S berkata:

    “Tulis Buku Lumpur”
    ================

    🙂 Denger2, setiap pembelian 1 buah buku berhadiah 1 ember lumpur 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: