Pipa PDAM di Porong Pecah Lagi

Kamis, 05 Juli 2007 Lumpur Panas SIDOARJO, KOMPAS – Pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Surabaya yang berada di bawah ruas Jalan Raya Porong, Sidoarjo, kembali pecah, Rabu (4/7). Kejadian itu merupakan ke-10 kalinya yang merugikan PDAM, ribuan pelanggan air, dan pengguna jalan.Pecahnya pipa PDAM itu diketahui sekitar pukul 08.00 saat air menyembur dari bawah jalan. Setidaknya ada lima titik semburan yang tampak.

Meskipun PDAM Surabaya telah menutup aliran air di pipa itu pada pukul 08.00, tetapi sampai sekitar pukul 11.00 air masih menyembur hingga menggenangi jalan setinggi 30 sentimeter pada ruas sepanjang 300 meter.

Air bahkan masuk ke jalur rel kereta api di sisi timur Jalan Raya Porong. Genangan air membuat kendaraan berjalan pelan sehingga kemacetan terjadi di Jalan Raya Porong sepanjang sekitar 4 kilometer.

Kepala Subdinas Pemeliharaan Pipa Luar Kota PDAM Surabaya Bambang Agus menduga ada dua pipa yang pecah, yaitu pipa yang mengalirkan 110 liter air per detik dari Umbulan, Pasuruan, ke Sidoarjo dan Surabaya, serta pipa dari Tamanan, Pasuruan, yang mengalirkan 220 liter per detik ke Sidoarjo dan Surabaya.

Perbaikan baru dilakukan sekitar pukul 19.00. Selama perbaikan pipa, Polres Sidoarjo menutup Jalan Raya Porong dari arah Surabaya ke Malang/Pasuruan dan mengalihkannya melalui jalur alternatif Mojosari.

Staf Humas PDAM Delta Tirta Sidoarjo Gatot Budi Utomo mengatakan, pecahnya pipa itu mengakibatkan 3.000 pelanggan PDAM di sejumlah perumahan di Sidoarjo tidak mendapat pasokan air. Demikian juga pelanggan di sepanjang Jalan Raya Porong sampai Jalan Raya Gedangan.

Menurut Direktur Produksi PDAM Surabaya Joni Handoso, pecahnya pipa PDAM kemarin merupakan kejadian ke-10 kalinya. Sembilan kejadian sebelumnya pipa pecah akibat pergeseran tanah atau penurunan tanah yang terjadi di sekitar semburan lumpur Lapindo Brantas Inc.

Ganti rugi dibayar

Perkembangan lainnya, PT Minarak Lapindo Jaya kemarin membayar uang muka ganti rugi terhadap 43 bidang sawah bersertifikat milik 30 petani warga Desa Pejarakan, Mindi, dan Renokenongo yang luasnya 81.467 meter persegi. Mereka menerima uang muka 20 persen dari total ganti rugi Rp 1,9 miliar.

Di Bekasi, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyatakan, penanganan para korban dampak semburan lumpur panas di Sidoarjo benar- benar serius dilakukan. Dia mengingatkan agar para korban diberi kompensasi selayaknya.

Menurut Rachmat, pemerintah terus berupaya mencari solusi penanganan semburan lumpur yang sampai saat ini belum berhenti. Luas wilayah luberan lumpur panas itu sudah mencapai 600 hektar. (APA/COK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: