Minarak Bayar 44 Bidang Lahan

RADAR SIDOARJO      Rabu, 11 Juli 2007
SIDOARJO – PT Minarak Lapindo Jaya merealisasikan lagi pembayaran ganti rugi untuk 44 bidang sawah, tanah pekarangan, plus bangunan. Sebagian berkas itu baru diterima kemarin pagi, tetapi langsung direalisasikan.

Direktur Operasional Minarak Bambang Prasetyo Widodo mengatakan, 44 bidang lahan itu terdiri atas tanah sawah, tanah pekarangan, dan tanah pekarangan plus bangunan. “Saya tidak ingat berapa yang sertifikat dan berapa yang nonsertifikat,” ujarnya.

Menurut dia, 38 di antara 44 bidang itu adalah hasil kerja Tim Verifikasi BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) yang baru diterima Minarak kemarin pagi. Adapun 6 bidang lain adalah sisa transaksi pada 4 Juli lalu. “Tapi, yang jelas, kami berkomitmen tidak menunda-nunda pembayaran. Begitu kami terima, langsung kami bayar,” imbuh Bambang yang akrab disapa Wiwid itu.

Secara terpisah, Bupati Win Hendrarso mengungkapkan, hingga kemarin sudah ada 4.400 berkas yang diajukan untuk diverifikasi. “Di antaranya, yang sudah saya tanda tangani berita acaranya ada 1.177 berkas,” katanya.

Kepada wartawan, Ketua Tim Verifikasi BPLS Yusuf Purnama menyebutkan, 1.177 berkas tersebut terdiri atas dokumen-dokumen lahan yang besertifikat maupun yang nonsertifikat. “Dan, hari ini (kemarin, Red) kami sudah memverifikasi 446 berkas,” tuturnya, tanpa menyebutkan kapan ke-446 berkas itu akan diserahkan ke Minarak.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berencana memotong pipa gas baru Pertamina di bekas jalan tol. Pemotongan pipa tersebut dilakukan demi menyelamatkan Jl Raya Porong.

Koordinator lapangan Deputi Operasional BPLS Agung S. mengatakan, keberadaan pipa gas itu menghalangi aliran lumpur dari pusat semburan. Akibatnya, lumpur tidak bisa mengalir ke utara, tetapi justru ke barat mendekati Jl Raya Porong. Padahal, pembuangan lumpur melalui spillway ke Kali Porong belum maksimal. “Jadi, mau tidak mau, pipa gas memang harus dipotong,” ujarnya.

Menurut rencana, sambungan pipa gas yang dibangun sebagai pengganti jalur pipa lama yang meledak 22 November 2006 itu akan dipotong 75 meter. “Langkah itu salah satu upaya kami untuk menyelamatkan Jalan Raya Porong,” jelasnya.(sat/dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: