Soal Pengungsi, Jangan Dipolitisasi

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 14 Juli 2007
SIDOARJO – Sejumlah pedagang Pasar Porong memilih hijrah ke Pasar Sidoarjo karena Pasar Porong Baru (PPB) masih ditempati pengungsi korban lumpur dari Desa Renokenongo, Kecamatan Porong. Mereka menunggu penyelesaian polemik penolakan pengungsi yang ngotot menempati PPB.

Kepala Dinas Pasar Sidoarjo Ahmad Sholeh menyatakan, pedagang hijrah untuk menyelamatkan diri agar tidak gulung tikar. Sebab, lokasi Pasar Porong sudah lama sangat sepi. Dinas Pasar memberikan waktu berjualan kepada mereka malam hari.

“Tapi, kami belum bisa memfasilitasi semuanya karena kapasitas Pasar Sidoarjo terbatas,” ujar Sholeh. Jumlah pedagang Pasar Sidoarjo sudah mencapai sekitar 3.500 orang. “Kami harap, pengungsi di Pasar Porong Baru mengerti kondisi ini,” ujarnya.

Menurut Sholeh, relokasi Pasar Porong mestinya sudah dilakukan sejak Agustus 2006. Namun, karena lokasi tersebut digunakan sebagai tempat penampungan sementara korban lumpur, relokasi pun tertunda. Hingga kemarin (13/7), para pengungsi yang tergabung dalam Paguyuban Warga Desa Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) ngotot bertahan di PPB.

Mereka menolak uang kontrak dari Lapindo dan minta ganti rugi dibayar dengan uang muka 50 persen. Padahal, 11 ribu warga korban lumpur lain bersedia menerima uang kontrak, jatah hidup, dan uang muka ganti rugi 20 persen.

“Kami berharap, pengungsi juga mengerti kondisi pedagang,” ujarnya. Sebab, tambah Sholeh, sebagian pedagang di Pasar Porong Lama sebenarnya juga korban lumpur. Selain rumah yang sudah tenggelam, usaha mereka pun terancam bangkrut.

Ketua Umum Himpunan Pedagang Pasar Porong Abdul Fanan Ahmad menyesalkan pernyataan anggota DPR yang mempolitisasi persoalan pengungsi hanya untuk kepentingan sesaat. “Kami (pedagang, Red) dan para pengungsi itu sama-sama rakyat kecil. Tolong kami jangan diadu,” katanya. (dyn)

Iklan

One Response to Soal Pengungsi, Jangan Dipolitisasi

  1. syafruddin berkata:

    Yth. DIREKSI / KOMISARIS PT. MINARAK LAPINDO JAYA
    Up. Bpk. NIRWAN D. BAKRIE

    USUL SAYA , BAGAIMANA BILA WARGA YG KENA DAMPAK LUMPUR LAPINDO, DISAMPING DIPINDAHKAN KESUATU TEMPAT YG BAIK, SEMUA KELUARGA DIBERIKAN JUGA SAHAM DIPERUSAHAAN YG MENGELOLA LAPINDO . AGAR MASYARAKAT MASIH MEMILIKI BEKAS TANAH MEREKA.

    SALAM N HORMAT SAYA. SYAFRUDDIN – PS.MINGGU, JAKSEL
    HP. 0856.817.4384 , E-MAIL : SYAFRUDDIN04@YAHOO.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: