MESKI ADA PENOLAKAN, LBI TETAP CAIRKAN GANTI RUGI 20%

MEDIA CENTER:2007-07-18 16:20:58
Meski ada sebagian korban lumpur menolak pembayaran uang muka 20%, Lapindo Brantas Inc (LBI) melalui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) akan tetap mengucurkan uang muka 20% tersebut, sebagai uang muka ganti rugi.
Direktur Operasi PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), Bambang Prasetyo Widodo di kantornya, Jl Sultan Agung, Sidoarjo, Rabu (18/7) mengatakan, besaran uang muka ini sudah disepakati bersama dan tinggal menunggu tim verifikasi keabsahan lahan yang akan dibeli PT LMJ.

Dia mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses jual beli, asal semua ketentuan dan syarat terpenuhi. “Mulai dari lahan bersertifikat maupun non sertifikat yakni dalam bentuk Petok D dan leter C, kalau memang aspek legalitasnya terpenuhi, PT MLJ akan memberikan ganti rugi. Sementara, untuk saat ini kami masih meverifikasi lahan yang ada di Kecamatan Tanggulangin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, transaksi terakhir yang dilaksanakan pada Selasa (17/7) kemarin, merupakan transaksi jual beli terhadap 39 lahan pekarangan yang bersurat tanah letter C dan Petok D dengan luas 9.757 meter persegi. Selain itu, juga diberikan ganti rugi pada 182 orang warga Perum TAS I, dengan total luas tanah 13.820 meter persegi.
Hari ini, MLJ baru menyelesaikan transaksi jual beli tanah dan bangunan milik warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) I dan warga Desa Renokenongo. Tanah dan bangunan milik 30 orang warga dari dua desa tersebut sudah melalui proses verifikasi tim notaris.” Kami tidak ingin menunda transaksi. Begitu selesai verifikasi, langsung kami transaksikan,” katanya.
Tanah pekarangan yang diverifikasi kali ini, seluas 2.948 meter persegi, dan bangunan seluas 1.195 meter persegi. Sementara nilai transaksi sebesar Rp 948.100.000.
Bambang mengatakan, pihaknya tetap mengupayakan segera melakukan transaksi jual beli dengan warga, jika lahannya telah lolos verifikasi. “Bagi warga yang tak memenuhi undangan pemberian ganti rugi untuk sementara kita pending dulu,” katanya.
PT MLJ berkomitmen untuk sesegara mungkin membayar uang muka 20% kepada seluruh korban luapan lumpur dalam waktu 10 minggu, sesuai dengan instruksi Presiden RI. Meski demikian, pengungsi Pasar Baru (PB) Porong Sidoarjo, dari Desa Renokenongo yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Renokenongo (Pagar Re Kontrak), kemarin masih menolak pembayaran ganti rugi yang diberikan PT MLJ. Mereka menolak pindah dari pengungsian sebelum tuntutannya dipenuhi, yaitu ganti rugi 50% dibayar tunai dan disediakan lahan 30 hektar untuk relokasi mandiri. Sedangkan sisa ganti rugi 50% harus dibayar tiga bulan sesudahnya.

-rif,sti, 2007-07-18 16:20:58

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: