Joko Tersangka

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 21 Juli 2007
SIDOARJO – Polres Sidoarjo kemarin (20/7) resmi menetapkan Joko Suprastowo, salah seorang korban lumpur asal Siring, Porong, sebagai tersangka kasus ancaman dengan pistol terhadap Hasrial, staf PT Minarak Lapindo Jaya. Joko bakal dijerat pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Joko diperiksa di Mapolres Sidoarjo sejak Kamis (19/7) malam hingga kemarin. Pemeriksaan dilakukan di ruang penyidik secara tertutup. Di dalam ruang pemeriksaan, Joko tampak tenang dan sering tersenyum. Dia sempat mengobrol dengan warga yang mengunjunginya. Sayang, Joko tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. “Besok saja, Mas. Besok saja, ya,” ujar Joko sambil melambaikan tangan.

Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Isbhari menyatakan telah memeriksa saksi-saksi yang terkait dengan insiden di Kantor PT Minarak, lantai dua bekas gedung BTPN Jl Sultan Agung, Kamis petang lalu. Salah seorang saksi adalah korban Hasrial.

Menurut Isbhari, Hasrial memberikan keterangan bahwa dirinya telah diancam Joko dengan senjata api. Joko mengancam dengan meletakkan pistol di atas laptop tempat dia bekerja. “Awas, nanti kalau nggak diproses, saya bedil,” kata Isbhari menirukan keterangan Hasrial tentang ancaman Joko.

Hasrial diperiksa dua kali, Kamis malam dan Jumat siang. Polisi mengajukan 44 pertanyaan tentang urutan kejadian dan apa yang dialami korban terkait dengan insiden tersebut. Hasrial juga menyatakan, Joko waktu itu tidak datang sendiri. Dia bersama Bambang dan Doyok, dua rekannya. Bambang dan Doyok juga diperiksa polisi sebagai saksi.

Kepada Jawa Pos, Bambang menyatakan tidak terjadi apa-apa dalam peristiwa itu. Dia membantah pada saat kejadian ada saksi bernama Doyok. Sebab, dalam ruang kaca lantai dua kantor tersebut hanya ada tiga orang, yaitu Hasrial, Joko, dan Bambang. “Sebelumnya, Doyok ada. Tapi, kemudian dia merokok di luar,” kata Bambang.

Bambang juga membantah telah terjadi intimidasi Joko terhadap Hasrial. “Kami hanya guyon. Pistol itu hanya akan jatuh dan dibetulkan posisinya oleh Joko,” katanya. Bambang menyatakan, saat ini dirinya sedang mengusahakan proses perdamaian dengan Minarak. “Ini hanya salah paham. Kalau bisa diselesaikan secara baik-baik, kenapa tidak,” kata dia.

Kemarin pagi, belasan warga dari empat desa juga datang ke Kantor Minarak Lapindo Jaya untuk mencari penyelesaian damai dari kasus itu. Mereka berasal dari Jatirejo, Reno Kenongo, Siring, dan Kedungbendo. Mereka juga datang ke polres untuk memberikan dukungan moral kepada tersangka.

Namun, polisi menilai, kedatangan tersangka dengan membawa pistol ke proses realisasi pembayaran uang muka ganti rugi harta milik korban lumpur sudah jadi indikasi awal dia beriktikad tidak baik. “Kami jerat tersangka dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan,” kata Isbhari.

Soal kepemilikan pistol, Isbhari menyatakan, pistol tersangka adalah pistol gas dan berpeluru karet. Izin senjata nonorganik itu juga lengkap dan masih berlaku. Meski demikian, polisi menyita pistol gas dan lima amunisi beserta surat-suratnya sebagai barang bukti. (luq/dyn)

Iklan

One Response to Joko Tersangka

  1. Joyo.S berkata:

    “Joko Tersangka”
    =====================

    🙂 Kelas teri memang cepat jadi tersangka, harap maklum 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: