Warga Sekitar Kurang Air

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 21 Juli 2007
SIDOARJO – Warga sekitar lokasi luapan lumpur mengeluhkan pasokan air bersih yang kian terbatas. Pasokan air dari PDAM Sidoarjo sering terlambat dan kurang. Padahal, air sumur warga sudah tercemar lumpur. Community Development Officer PT Lapindo Brantas Wafi Khalid menyatakan tidak akan menambah pasokan air karena dianggap cukup.

Yang mengeluhkan air itu ialah warga yang tinggal di Desa Gempolsari dan Ketapang, Kecamatan Tanggulangin; Desa Besuki dan Kedungcangkring, Kecamatan Jabon; serta Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong. Meski sangat dekat dengan lokasi lumpur, empat desa tersebut tidak masuk dalam peta bencana.

“Kami ini korban, tapi tak diakui sebagai korban,” ungkap Ketua RT 8 RW 1 Desa Pejarakan Ali Nurdin. Menurut dia, suplai air dari PT Lapindo yang bekerja sama dengan PDAM sering terlambat. Mestinya dikirim dua kali seminggu, tetapi sering hanya sekali. Padahal, air sumur warga sudah tidak layak minum setelah banjir lumpur. Air kecokelatan dan terlihat seperti ada larutan minyak di atasnya. Ada endapan lumpur di bagian bawahnya.

Wafi Khalid menyatakan, kiriman air untuk warga saat ini mencapai 25 ribu liter per hari. Pasokan itu seharusnya cukup. “Kami tak akan menambah lagi pasokan air,” ungkapnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: