Mayoritas Anak Korban Lapindo Tidak Ceria

Minggu, 22 Juli 2007 | 16:16 WIB TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Sebanyak 90 persen dari 400 anak korban Lapindo yang masih bertahan di pengungsian Pasar Baru Porong memahami kesulitan yang dialami orang tuanya. Kondisi itu membuat mereka tidak bisa ceria ketika bermain.

“Permainan sehari-hari yang sering mereka mainkan terasa hampa tanpa keceriaan,” ujar Okta Reno, Koordinator Lembaga Kajian Peduli Korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo pada Ahad (22/7).

Untuk menghibur mereka, lembaga ini mengajak puluhan mahasiswa dari Surabaya dan Malang memberikan permainan kepada sekitar 400 anak korban Lapindo. Permainan di lokasi pengungsian ini diharapkan mengurangi beban mental mereka.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, setiap sembilan dari 10 anak yang diteliti mengatakan mengetahui peneritaan orang tua mereka. Mereka juga paham lumpur Lapindo sebagai pemicu masalah. “Seharusnya mereka tidak boleh tahu permasalahan orang tua,” katanya. Rohman Taufiq

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: