Pembuangan Lumpur Belum Optimal

RADAR SIDOARJO      Selasa, 24 Juli 2007
Penanganan luapan lumpur belum juga menunjukkan tanda-tanda optimal. Pembuangan lumpur ke Kali Porong melalui spillway terus dilakukan. Caranya, mendorong lumpur dengan alat ekskavator long arm.

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus berupaya agar persoalan teknis seperti itu teratasi. BPLS juga membagi aliran lumpur dari pusat semburan ke utara dan selatan.

Dari pengungsian, pemerintah kabupaten berharap pengungsi dari Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, yang masih bertahan segera pindah dari Pasar Porong Baru (PPB). Sebab, suatu saat Lapindo pasti mencabut fasilitas di pengungsian, seperti air, listrik, dan pasokan makanan.

Jumlah warga Renokenongo yang menolak pindah dari pengungsian 718 KK atau 2.153 jiwa. Mereka menolak uang kontrak dari Lapindo dan menyatakan tidak akan pindah sebelum tuntutan dipenuhi.

Sayang, tuntutan warga Renokenongo itu berbeda dengan skema yang diatur dalam Peraturan Presiden No 14 Tahun 2007 dan telah dipatuhi warga korban lumpur lain. Warga Renokenongo menuntut uang muka ganti rugi dibayar minimal 50 persen. Mereka juga meminta lahan yang telah mereka tentukan sendiri lokasinya.

“Sampai sekarang, sangat sulit memenuhi tuntutan mereka,” kata Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Hisyam Rosyidi. Dia berharap, para pengungsi mau menjalani proses seperti korban lumpur lain. “Kehidupan di pengungsian sangat tak layak. Karena itu, disediakan paket uang kontrak,” katanya.

Hisyam menyatakan mendukung langkah Lapindo yang bakal mencabut fasilitas di pengungsian. “Bagaimana lagi, memang tidak bisa terus seperti sekarang ini,” ujarnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: