Banjir Mengancam Surabaya-Pasuruan

RADAR SIDOARJO      Rabu, 25 Juli 2007
Jika Sedimen Lumpur Menumpuk di Satu Titik
SIDOARJO – Perum Jasa Tirta mengkhawatirkan sedimentasi lumpur di Kali Porong. Jika lumpur menumpuk di satu titik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, dan Kota Surabaya bakal menghadapi ancaman banjir pada musim hujan mendatang. Badan sungai hanya tersisa satu meter untuk aliran air.

Direktur Teknis Perum Jasa Tirta I Sukistiono mengatakan sudah lama mengkhawatirkan kondisi Kali Porong itu. “Berkali-kali sudah kami sampaikan, jangan sampai lumpur mengumpul di satu titik,” ujarnya.

Jika hal itu terjadi, lanjut Sukistiono, ancaman banjir akan sangat besar di Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan. Tinggi endapan lumpur diperkirakan akan terus naik. Sebab, tidak ada upaya mendorong aliran lumpur menuju muara. Padahal, sudah hampir setahun pembuangan lumpur ke Kali Porong berlangsung melalui saluran pelimpah (spillway).

Kalau endapan lumpur tinggi, arus air akan menekan sisi-sisi tanggul. Akibatnya, tanggul Kali Porong yang sudah banyak keropos karena penambangan pasir liar rawan jebol. “Kalau jebolnya di sebelah utara, Sidoarjo yang terancam,” ungkapnya. Sebaliknya, jika tanggul sisi selatan yang jebol, Pasuruan dan sekitarnya yang akan terimbas,” kata Sukistiono.

Dia mencontohkan tingginya debit air di Kali Porong pada musim hujan pada 2004. Saat itu, air dari Sungai Brantas mencapai 1.700 meter kubik per detik. Waktu itu, muncul kekhawatiran tanggul akan jebol. Tapi, karena arus air saat itu lancar, tanggul masih terselamatkan. “Apa pun caranya, penggelontoran harus segera mereka (BPLS, Red) usahakan,” ujarnya.

Menurut Sukistiono, selama ini, pembuangan lumpur tidak terlalu mengkhawatirkan karena dapat mengisi rongga-rongga di dasar sungai. Rongga-rongga itu muncul karena penambangan pasir liar. “Tetapi, jika endapannya kering, debit air kali yang tinggi pun akan sulit menggelontor,” jelasnya.

Di lapangan, sedimentasi lumpur di Kali Porong sudah sangat tebal, mencapai 2 meter lebih di atas dasar Kali. Endapan lumpur meluas hampir memenuhi seluruh badan kali. Aliran air di sana pun terhambat.

Upaya teknis membuang lumpur ke Kali Porong masih menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi luberan lumpur sejak masa kerja Timnas Penanggulangan Lumpur. Kini, upaya itu makin dimaksimalkan untuk mengatasi kondisi kritis di sejumlah tanggul, terutama di pusat semburan.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnaen mengatakan, hingga kemarin, BPLS belum menemukan langkah efektif untuk mengatasi sedimentasi lumpur yang memang meninggi di Kali Porong. “Kami tadi (kemarin, Red) telah rapat, khusus membahas persoalan tersebut. Tapi, memang belum ada solusi tepat,” ungkapnya.

Kata Zulkarnaen, sedimentasi lumpur terjadi karena kadar airnya sangat sedikit. Akibatnya, ekskaponton pengeruk lumpur yang mengendap tidak bisa beroperasi. “Menggunakan ekskavator arm juga tidak bisa karena tidak cukup panjang,” tambahnya.

Karena itu, lanjut Zulkarnaen, sementara ini BPLS masih akan terus meningkatkan pengawasan pada tiap perkembangan kondisi Kali Porong. “Sambil jalan, kami akan terus mengkaji solusi penanganan yang mungkin diterapkan,” jelasnya. (dyn)

Iklan

22 Responses to Banjir Mengancam Surabaya-Pasuruan

  1. usil berkata:

    SUKISTIONO bilang: ancaman banjir bisa sampai ke Surabaya, jika kali
    Porong meluap akibat sedimentasi.

    USIL bilang: Siapa suruh gak kerjakan sesuai info pak Inyo diatas pada
    Jul 25, at 9:20 AM

  2. usil berkata:

    Hi..yah, siapa dulu gurunya….yang dulu ngarang puisi ATOM!!!
    Yang ginian mang Ipin dilarang membaca, ya????? ngintip boleh!

  3. ompapang berkata:

    Tak kira Butet Kertarejasa baca MONOLOG, jebulannya Pak Usil, ….oh ingatan!

  4. usil berkata:

    Lewat sudah 14 bulan dengan sia2. Semua upaya menstopkan
    semburan…tiada hasil. Dana sekian besar terbuang percuma…oh!

    Dulu ada yang menulis (lagi2 usil lupa siapa): “dari pada buang waktu
    dan energi menstopkan semburan yang hampir nol peluangnya, mendingan
    siapkan MANAGEMENT PENGENDALIAN LUMPUR dari sekarang”.

    2 hari terakhir (tgl 29/30) pak Dhe menulis 6 judul disini, 3 diantaranya
    tentang gawatnya sedimentasi lumpur saat ini. Semua pada was2 baik
    BPLS, Pemda dan juga masyarakat sekitar kali porong. Ini artinya, urgent
    harus segera ada MGT PENGENDALIAN LUMPUR

    Lagi2 ramalan tokoh tsb. akan jadi kenyataan…..oh ingatan ini!

  5. ompapang berkata:

    Pagi juga mang Ipin, iya sudah pikun aku, trims.
    Btw,kalau sampai terjadi amblesan 300 m, maka Biro-biro perjalanan tahun 2020 nanti bisa bikin PAKET WISATA BENCANA dengan DTW BALI (bekas BOM BALI), JURANG LAPINDO ( di PORONG) dan GUNUNG MURIA (bekas PLTN yang NJEBLUG).

  6. mang Ipin berkata:

    Met pagi Om Papang, sori salah alamat mungkin maksudnya untuk dek.Inyo atas tulis
    an diatas……btw pendapat dek Inyo bahwa ada kemungkinan daerah sekitar BPJ-1 khususnya Porong menjadi tandon alias rawa lumpur/swamp di Florida adalah sangat
    besar sekali terjadinya……lah kalo amblesan yang terjadi mencapai 300m maka dengan sendirinya air laut pada waktu pasang akan ramai2 ngisi ke cekungan yang
    terjadi akibat subsidence tsb, karena sudah adanya sarana jalan melalui batang air S.Porong!!!!!! so nanti kita bakal punya DTW satu lagi yang mirip Laut Mati di TimTeng??????????kita lihat aza apa yang bakal terjadi next!!!!!!!!!!!

  7. ompapang berkata:

    Mang Ipin, saya gak tahu kalau menyusuri tepi sungai Porong mencapai jarak berapa km, tapi ide menghindari biaya pembebasan tanah untruk kanal V dengan mengalirkan lumpur mlipir tepi sungai Porong bagus juga. Tapi kanal mungkin agak jauh dari batas bantaran sungai. Bisa dibilang diluar rooi/sempadan sungai. Hal ini bisa mengadopsi tata letak kanal irigasi yang dibuat berdampingan dengan jalan raya dan dibangun diluar DMJ(Daerah Milik Jalan), sejajar dengan saluran drainase air hujan bagi jalan raya ybs. Dalam fungsi pengaliran lumpur ini, saluran irigasi diganti dalam bentuk saluran lumpur, jalan raya dalam bentuk Sungai Porong. Mungkin nanti sejajar kanal V , ada saluran PDAM, Kabel serat optik untuk telpon,saluran gas,saluran minyak Pertamina dll, Pokoknya seprti dijalan raya itulah !. Karena tidak berada diaerah aliran sungai (DAS) jadi kanal V dan saluran-saluran yang lain tersebut tidak kena air kali Porong.

  8. inyo berkata:

    iya om maaf, sy kurang cermat..neh 🙂
    maksud posting sy kemarin…: rasan2 kita (di diskusi penanganan permukaan) tempo hari khan baru sampe tahap sungai porong…trus mandeg (“stlh P. Usil
    nyaur utang”), nah ternyata teori P. RIrawan terbukti “terjadi endapan”
    – Skr kita lanjutin aja disini Om, ke jangka panjangnya(kanal-v kaskade), gitu:
    dalam woro2 P. R.Irawan diasumsikan jarak BPJ1 ke selat madura 18 – 20 Km ,
    Jika kanal-v tsb dipsg lurus dr BPJ1 – SELAT MADURA, khan nantinya nginjek2 lahan penduduk(problem lagi..!)
    Lha.. maksud sy kanal-v tsb lbh baek di-psg mengikuti saluran pembuangan yg ada skr ( BPJ-1-Sungai porong ≈ 2 km.. ) dan stlh mendekati sungai porong kanal-v tsb di tekuk/belokkan( 60º ) ke timur trus meliuk2 ngikutin pola bantaran sungai sampe selat madura/17 km(siapa tau, maybe kanal-v ini bisa dimaanfaatkan utk lomba skatting lho, byuur…anget bo !)
    – poit 4. Tidak memerlukan lahan yang lebar, maximum 3 m…dst, lahan ini bisa diambil dr 1/2nya lahan bantaran sungai & 1/2nya lagi nyemplung ke air, tujuannya utk naruh+”nggocek’i” ponton yg Om buat, utk meng-antisipasi debet + arus air yg ga periodik mustinya di ponton tsb dipasang alat/mesin kontrol biar kanal-v nya tetep tidur pules.
    NB: yg ga habis pikir, jika suatu saat nanti bumi porong “ambles..bles!”, perpukaan laut > bumi porong, lak bisa2 bumi porong jadi “tandon air” dr 2 arah(air Hulu sungai porong+air laut)…dst2, apakah episode ke-2 ini kita biarkan terjadi kawan2… ? .

  9. ompapang berkata:

    Pak Inyo mesti tidak baca keseluruhan etung-etungannya Pak RIrawan, disana Pak RIrawan menulis dengan huruf KAPITAL, yaitu UNTUK JANGKA PANGJANG KANAL V TIDAK DIANJURKAN UNTUK MEMBUANG LUMPUR KEKALI PORONG. Pada bagian berikutnya beliau menyarankan lumpur dibuang/dialirkan langsung kelaut/selat Madura yang berjarak 18-20 Km dengan KANAL V KASKADE . Coba cermati lagi Pak Inyo.
    Ponton sih hanya dibangun kampul-kampul diatas danau lumpur, tidak diatas sungai.
    Btw, dalam perang Dunia Ke-II di Eropa, jembatan ponton sangat efektif menyeberangkan tank dan kendaraan perang SEKUTU ( Amerika Cs) lainnya menyeberangi sungai-sungai besar yang deras airnya sebagai pengganti jembatan yang sudah runtuh kena bom.

  10. inyo berkata:

    – OmPapang, sungai porong khan skr bermasalah?, berarti “kanal-v”nya Pak RIrawan musti dipanjangin lagi sampe ke laut donk https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/mengalirkan-lumpur-secara-optimal/
    dipasang diatas sungai porong pake pontonnya OmPapang, tapi siapa yg mau “nyekeli/nggoceki” pontonnya Om papang, spy
    ga hanyut diterjang derasnya arus sungai porong saat musim hujan? P. Usil kali :)) ato Pasukan Jinnya mbah kyai.
    https://hotmudflow.wordpress.com/2007/07/24/tokoh-aceh-tawarkan-penghentian-semburan-lumpur-lapindo/
    – Utk urusan bawah permukaan, biar “Serbuk Ajaib buatan UPN Yogya https://hotmudflow.wordpress.com/page/8/ dimasukkan ke dalam
    kawah pake mesinnya P. W. Hernowo https://hotmudflow.wordpress.com/2007/07/24/bullhead-reverse-squeeze-cementing/
    – utk mengelola pond2 urusanya PakDhe vicky dan P. Santos biar “disebari” eceng gondok
    https://hotmudflow.wordpress.com/2006/08/12/sebari-saja-dengan-enceng-gondok/
    https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan

  11. ? berkata:

    Tapi ,yaitu …nunggu kalau sudah terjadi subsidence yang meluas seperti ramalan Pak Dhe.

    Subsidence nya dicepetin, aja Om / Pak Dhe.

  12. La An berkata:

    waduh… kok bahan padat dimasukkan kedalam bahan padat um windu. klo air yg dipompakan itu mungkin, tp ini lumpur. bukannya yg ada nanti malah luber karena kepenuhan. lumpur itu dibuang kemanapun pasti beresiko. di sungai ato dilaut sama aja. rsikonya besar. mau korbanin orang 1jt ato 10jt. klo mau korbanin 1jt orng, dana yg keluar sumbernya dr 1 kantong. klo ngorbanin 10jt orng, dana yg kluar dr pajak seluruh rakyat indonesia.

  13. usil berkata:

    Menurut firasat saya, ada yang lagi siapin makalah ber-lembar2…
    Hmmmmm…tunggu aja tanggal mainnya!!
    (Kecuali ybs. lagi sakit kepala karena belibis piaraannya terbang….)

  14. Windu Hernowo berkata:

    Semua kita prihatin akan masalah Lumpur yang menumpuk dan mengancam banjir. Namun bisa diselesaikan dan akan lebih sederhana bila dimasukkan kembali ke dalam tanah. Kita bisa pompakan lumpur berat nya namun kerikil dan split disaring dulu dengan strainer.Dengan mengebor 100 shallow wells disekitar genangan Lumpur yang ditargetkan pada weak and porous zone berdasarkan data geologi yang ada, kita akan bisa mengembalikan genangan Lumpur ke bumi dengan sedikit masalah. Bila satu sumur kita pompakan 10 bpm (barrels per minute)HPHV triplex pump yang biasa digunakan unuk well fracturing, maka Secara simultan pemompaan 100 titik sumur akan menyerap 1000 bpm atau sekitar 9,538,200 ltr per jam, dan sehari 228,916,800 ltr= 228,918.8 Tons. dalam beberapa hari akan tuntas Selesai kan????

    Memang akan menyedot banyak resources (dana dan alat), tapi akan tuntas tanpa menyisakan banyak masalah. berapapun besar biaya dan kesulitannya, saya yaqin lapindo dan tim BPLS bisa melihat sisi feasibility dan cost vs benefit ratio-nya.

  15. mang Ipin berkata:

    Pak Dhe sugeng benjang,tuk memisahkan lempung/padatan dengan airnya dapat me-
    makai sejenis Polymer yang biasa dipakai di WWTP,dengan asumsi 10 s/d 20 ppm
    maka sudah dapat dipisahkan antara lempung/padatan dengan air,sekiranya ada manfaat dapat dihubungi kontraktor yang biasa menangani masalah WWTP tsb yaitu
    PT.Tirta Kreasi up Ibu .Maya or Bpk.Dicky telp 021-7373016/7373019 moga ada jalan keluarnya, salam

  16. ompapang berkata:

    Kalau sudah jadi kawah yang besar, kecepatan naik dari lumpur lambat sekali, sebelum sampai keatas sudah mengendap Pak Dhe. Jadi tinggal airnya saja yang mengalir terpisah dari butiran padat. Tapi ,yaitu …nunggu kalau sudah terjadi subsidence yang meluas seperti ramalan Pak Dhe.

  17. Rovicky berkata:

    sudah dibilang sejak dulu buang saja airnya, lempungnya dibiarkan saja disitu 🙂
    http://rovicky.wordpress.com/2006/11/25/buang-saja-airnya/
    Tapi inget, memisahkan air dan lempungnya juga tidak mudah looh 😦

  18. mang Ipin berkata:

    Nasi ud jadi bubur kata pepatah,tapi kalo sekarang banyak yang hobi makan bubur ayam?????? abis enuaak sich,apalagi kalo bubur ayamnya Kang Yungyun??? he.he..he
    Mumpung masih ada waktu 3bulanan sampai ke musim penghujan berikutnya,ogut usulkan untuk pihak2 terkait baik Pemda/Dinas PU/BPLS,etc etc untuk segera mengeruk kali Porong yang sudah kadung tertumpuk LuSi binti LuLa tsb,karena kalo
    pakai alat2 berat dan bekerja 8jam/hari niscaya musibah bakal terjadi
    nya banjir yang dikuatirkan tsb akan dapat teratasi…….tak iyeu cak!!!!!!!!!!!!so mari
    segera kerja keras untuk kesejahteraan rakyat ojo NATO ae??????ogut yakin dengan
    dana yang ada pasti dapat membayar kontraktor pekerjaan tsb, lam kompak

  19. dian berkata:

    SAYA JUGA SEDIH, SEBETULNYA SAYA JUGA TAHU BAHWA SEMUA YANG SEKARANG SEDANG DILAKUKAN OLEH SEMUA TIM-NAS DAN JUGA METODE YANG DILAKUKAN OLEH TIM-TIM YANG LAIN, TIDAK AKAN JALAN. LHA WONG LACK OF LEADERSHIP. TAPI YA SUDAHLAH SAYA KAN CUMA BISA BERKOMENTAR. BIARLAH NANTI ONE-ONE TO GOD WHO HAD ALREADY DONE.

  20. usil berkata:

    Whooo!!! thanks alot pak Inyo, benar ini yang usil cari.
    Luarbiasa!!! ramalan RIrawan…semua menjadi kenyataan:
    mulai dari HDCB, semburan dirumah penduduk, sampai dengan
    pengendapan sungai porong sekarang.
    Ini memang zamannya ILMU PASTI !!!, ilmu gaip mah…telat!!!

    Ck..ck..ck..Gak salah omPapang bilang…”RIrawan itu jadi ketua
    Team Penguji”
    Tapi, sungguh sayang! gak pernah muncul lagi….hayah!

  21. inyo berkata:

    Pak Usil, maybe bisa dilihat disini:
    https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/mengalirkan-lumpur-secara-optimal/

    Mengalirkan Lumpur Secara Optimal
    oleh: RIrawan
    06 April 2007

    dsblm….Meskipun metode sistim desain ini dapat mengalirkan seluruh lumpur dari BPJ1 secara efektif, murah dan aman hingga ke Kali Porong, namun sesungguhnya membuang lumpur ke Kali Porong TIDAK DIANJURKAN DAN MERUPAKAN TINDAKAN YANG TIDAK BIJAKSANA UNTUK JANGKA PANJANG, karena:…dst.

  22. usil berkata:

    Dulu, yang mengizinkan lumpur dibuang ke kali porong itu…ya Tim-Nas!
    Mestimya sudah koordinasi dan sudah ada persetujuan dengan Pemda
    bahwa itu layak. Koq sekarang ribut!
    Padahal sudah dihitung dengan rumus matematika (bukan materamal!)
    bahwa pasti mengendap dalam tempo sekian waktu. Sayang sekali usil
    lupa siapa yang nulis dan dipostingan mana (yang jelas di-blog ini).
    Mestinya tak copy-pastekan lagi hitungannya untuk “dijual” ke BPLS
    dan Pemda. Duitnya buat traktir capucino para komentator….maknyus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: