Ivone Dwi Ratna, Notaris Independen Verifikator Berkas Korban Lumpur

RADAR SIDOARJO      Kamis, 26 Juli 2007
Lembur sampai Subuh, meski Hamil Tujuh Bulan
Ledakan emosi mewarnai sepanjang proses ganti rugi warga korban lumpur. Insiden ancaman pistol korban lumpur terhadap staf PT Minarak pun meledak. Bagaimana perempuan hamil seperti Ivone berada di tengah-tengah semua itu?

LUCKY N. HIDAYAT, Sidoarjo

KERUT wajahnya tampak lelah. Kerap terlihat Ivone memilih merebahkan setengah punggungnya ke sandaran kursi bertumpu tembok. Sesekali dia mengusap-usap perutnya yang membesar. Ivone memang sedang mengandung anak keduanya yang sudah mencapai bulan ketujuh.

Suasana ramai warga korban lumpur yang mengurus ganti rugi mulai terbiasa bagi dia. Setiap hari, ratusan orang hilir mudik mengurus ganti rugi ke bekas gedung BTPN di Jl Sultan Agung. Kantor itu memang nyaris harus buka nonstop untuk mengejar penyelesaian uang muka ganti rugi.

Karena itu, setiap notaris hanya punya waktu sempit untuk beristirahat. Salah satunya, Ivone. Dia bersama delapan notaris lain adalah tim notaris independen yang ditugasi oleh Departemen Sosial (Depsos) RI. Mereka bekerja dengan surat tugas dari menteri sosial. Namun, di antara mereka, hanya Ivone yang hamil. “Saya aktif sejak awal Juli,” katanya.

Di usia kehamilannya yang menginjak tujuh bulan, Ivone harus merelakan sebagian besar waktunya untuk mengurus pekerjaan baru, melayani korban lumpur. Dia mulai bekerja pukul 08.00. Apabila normal, pekerjaan itu selesai pukul 23.00. Maklum, verifikasi berkas tersebut sangat detail dan rinci. Mulai kelengkapan berkas sampai keaslian dokumen. Kalau pas menumpuk, butuh waktu panjang untuk menuntaskannya.

Meski si jabang bayi berusia tujuh bulan dalam kandungan, Ivone dituntut harus lembur sampai dini hari, bahkan subuh. “Kalau lelah, saya istirahat sebentar sambil mengusap-usap perut. Tidur dulu ya, Nak,” ujarnya menceritakan kata hatinya.

Tuntutan kerja nonstop untuk verifikasi itu membuat staf-staf lain sudah masuk rumah sakit karena drop. Bahkan, dua asistennya berhenti karena tidak kuat lembur. Namun, ibu hamil berumur 31 tahun tersebut tetap bertahan. “Saya pakai ’doping’ temulawak dan banyak minum air,” ungkapnya.

Bagi Ivone, energi ekstra itu sangat berguna untuk menghadapi berbagai karakter orang yang datang menemuinya. Mereka terkadang tidak sabar untuk antre. Ada pula yang emosional karena merasa sudah berusaha melengkapi berkas, ternyata masih kurang juga.

Menghadapi hal tersebut, dirinya berusaha sabar dan berempati. Semampunya, dia akan berusaha melayani warga dengan baik. “Kalau sangat banyak, saya sering mengalah untuk menunggui meski sebenarnya ingin ke toilet,” tuturnya sambil tersenyum.

Beruntunglah Ivone. Suaminya, Laurentius Ony Priono, mau mengerti pekerjaan sang istri. Dia juga terpaksa menitipkan anak pertama yang berusia 1,5 tahun kepada ibunya di kantor merangkap rumah, di Jl Gajah Mada, Sidoarjo. Kewajiban memasak atau urusan rumah lain juga banyak dibantu keluarganya. Tak hanya itu, teman-temannya selalu menelepon, menanyakan keadaan Ivone. “Untung, semua ada yang mau bantu,” katanya.

Dia merasa selalu mendapat support sehingga punya tenaga ekstra setiap terus bekerja dengan teliti dan cermat. Menurutnya, kunci pekerjaan yang dia geluti sekarang adalah kesabaran. Alumnus Pendidikan Profesi Notariat Unair tersebut selalu berusaha meredam pertanyaan warga yang mungkin sudah tidak sabar mendapat realisasi.

Warga yang semula emosional juga sering berubah santun begitu mengetahui orang yang mereka hadapi ternyata sedang hamil tua. Mereka pun kemudian akrab dan mendoakan semoga kandungan Ivone tetap sehat sampai lahir. Sejauh ini, dia menyatakan bahwa kandungannya baik-baik seperti kata dokter saat periksa USG. “Bahkan, beberapa orang sempat mengusulkan anak saya diberi nama Lavinda (agar mirip Lapindo, Red),” tuturnya sambil tersenyum. (*)

Iklan

2 Responses to Ivone Dwi Ratna, Notaris Independen Verifikator Berkas Korban Lumpur

  1. Hey, I think your website might be having browser compatibility issues.
    When I look at your website in Chrome, it looks fine but when opening in Internet Explorer,
    it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
    Other then that, awesome blog!

  2. erik berkata:

    orang gila yang mau nuruti skenario yang enggak-enggak. buat mbak ivone gak usah terlalu dituruti deh, kasihan si adek bayi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: