Lembaga Pendidikan Korban Lumpur Merana

RADAR SIDOARJO      Kamis, 26 Juli 2007
Rehab Sekolah Digerojok Rp 19 M
Lembaga Pendidikan Korban Lumpur Merana
SIDOARJO – Penantian sekolah-sekolah di Sidoarjo yang gedungnya bobrok bakal segera berakhir. Sebab, pemkab mengalokasikan anggaran Rp 19 miliar untuk merehabilitasi 59 gedung sekolah yang rusak. Tender proyek rehab gedung itu sudah selesai dan segera dilaksanakan.

Menurut Kepala Dinas PU Cipta Karya Sulaksono, rehabilitasi gedung sekolah itu termasuk dalam upaya menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun. “Dalam waktu dekat, rehab sudah bisa dimulai,” ujar Sulaksono kepada wartawan saat ditemui di sela-sela acara sumpah warga korban lumpur di Pendapa Delta Wibawa kemarin (25/7).

Kegiatan rehabilitasi mencakup hampir 18 kecamatan di Sidoarjo. Total anggarannya mencapai Rp 19,225 miliar. Namun, tak seluruhnya digunakan merehabilitasi gedung sekolah. Sebagian anggaran digunakan untuk perbaikan perpustakaan dan pembangunan gedung baru, seperti di SMPN 1 Sidoarjo.

Rinciannya, antara lain, di Kecamatan Balongbendo ada dua SD, SDN Jabaran 2 dan SDN Wonokarang. Di Kecamatan Buduran ada tiga SD, yaitu SDN Buduran 2, SDN Pagerwojo 1, dan SDN Sawohan 1. Di Kecamatan Candi, ada lima SD, yakni SDN Balonggabus, SDN Candi, SDN Ngampelsari, SDN Sepande, SDN Sugihwaras. Juga, perpustakaan SMPN 1 Candi.

Untuk Kecamatan Gedangan, Sulaksono menyebut tiga SD, yaitu SDN Gemurung, SDN Keboanom, SDN Ketajen 2 dan SDN Sawotratap 2. Di Kecamatan Jabon, ada 4, yakni SDN Jemirahan, SDN Kupang 1, SDN Tambak Kalisogo 1, dan SDN Trompoasri 3.

Di wilayah Kecamatan Krembung ada tiga SD. Yakni, SDN Balonggarut, SDN Keret, dan SDN Mojoruntut 3. Di Kecamatan Krian, ada dua, SDN Watugolong 1 dan Watogolong 2.

Di Kecamatan Prambon ada lima SD, yakni SDN Bulang 2, SDN Prambon 2, SDN Wirobiting 2, dan SDN Wonoplintahan 2. Untuk Kecamatan Sedati, ada pengerjaan pengurukan halaman SDN Betro dan pengurukan halaman SDN Pepe serta rehabilitasi SDN Cemandi dan SDN Sedatigede 2.

Setiap sekolah rata-rata akan mendapat anggaran rehabilitasi antara Rp 250 juta-Rp 350 juta. Namun, untuk Kecamatan Sidoarjo Kota, SMPN 2 Sidoarjo mendapat anggaran terbesar yaitu Rp 2,079 miliar.

“Sebab, khusus untuk SMPN 2 Sidoarjo itu, nggak sekadar rehabilitasi gedung sekolah. Tapi, juga relokasi sekolah dan pembangunan gedung baru,” terang Sulaksono.

Sayangnya, nasib gedung-gedung sekolah korban lumpur tidak semujur sekolah yang mendapat jatah rehab. Sebanyak 23 gedung sekolah negeri dan swasta korban lumpur masih merana. Tidak ada kejelasan akan dibangun atau tidak. Saat ini, nasib TK sampai SMA yang terendam lumpur masih terkatung-katung.

Dikkab baru mengajukan gedung SMPN 2 Porong kepada Lapindo untuk segera direlokasi. Nilai anggarannya Rp 10 miliar. “Tapi, saya belum optimistis bisa segera disetujui,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap pemerintah harus segera berperan. Pemerintah bisa menekan Lapindo untuk segera mencairkan dana tersebut atau memberikan izin untuk menggunakan dana pemerintah.

Dikkab Sidoarjo juga terpaksa memerger beberapa sekolah di lokasi lumpur. SDN Siring I dan II telah dijadikan satu. Begitu pula dengan SDN Jatirejo I yang telah digabung dengan SDN Jatirejo II.(sat/dyn)

Iklan

One Response to Lembaga Pendidikan Korban Lumpur Merana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: