BPLS – Minarak Beda Data

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 28 Juli 2007
Soal Transfer Uang Berkas Korban Lumpur
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) membuka data yang mengejutkan terkait dengan realisasi uang muka ganti rugi harta korban lumpur. BPLS menyebutkan, baru 130 berkas warga yang dananya sudah ditransfer ke rekening pemiliknya. PT Minarak menyatakan, sebagian besar berkas yang sudah bertransaksi jual-beli justru telah dibayar.

Staf Deputi Sosial BPLS Syahrul Arif, menyatakan, hingga Kamis (26/7), berkas milik warga yang sudah dibayar melalui rekening masih sangat sedikit, yakni baru 130 berkas. Padahal, warga yang sudah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Minarak Lapindo Jaya mencapai 1.578 orang.

Syahrul menyatakan, BPLS telah menerima 6.473 berkas untuk diverifikasi. Yang lolos verifikasi dan dikirim ke PT Minarak mencapai 4.359 berkas. “Data itu kami dapatkan setelah petugas BPLS menginventarisasi ke berbagai pihak,” ungkapnya.

Data tersebut, jelas dia, merupakan data BPLS sejak 1 Juli 2007, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan target penyelesaian pembayaran uang muka ganti rugi korban lumpur. Batas waktu target itu sampai 10 pekan, yaitu sekitar pertengahan September mendatang. Dalam sepekan, realisasi ditarget sekitar 1.000 berkas. “Jadi, kami sebenarnya sudah melebihi target,” ujarnya.

Mengapa terjadi hambatan? Dia menyatakan, faktor administrasi perbankan menjadi salah satu kendala. Misalnya, banyak rekening warga yang telah diblokir. “Saya tidak menyalahkan warga karena memang masih awam dalam dunia perbankan,” jelasnya.

Menurut Syahrul, seharusnya persoalan administrasi perbankan bisa dicegah sejak awal. Sikap proaktif untuk mengecek rekening warga seharusnya bisa dilakukan bank sejak awal. “Jadi, tidak sampai memunculkan keresahan di tingkat warga,” tegasnya.

Direktur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo membantah data BPLS tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Wiwid itu, PT Minarak telah membayar sebagian besar berkas korban lumpur yang sudah bertransaksi jual-beli. “Setiap selesai tanda tangan, langsung kami bayar,” ujarnya.

Dia mencatat, hanya kurang dari 5 persen berkas yang sudah transaksi, tapi belum dibayar. Selisih waktu antara penandatanganan dengan pembayaran hanya lima hari. “Kami punya bukti ceknya,” tegasnya.

Kepala Cabang Bank Mandiri Sidoarjo Jantefanus Sihaloho menjelaskan, Bank Mandiri akan menambah personel untuk memfasilitasi warga membuka rekening baru jika terblokir. Langkah itu diharapkan memperlancar transfer uang muka ganti rugi.

Kesalahan lain, kata dia, terjadi kekeliruan dalam penulisan nomor rekening dari PT Minarak. Misalnya, kurang titik dalam penulisan nomor rekening saja bisa berakibat hambatan. “Kurang titik saja sudah tidak bisa diproses,” ungkapnya. (dyn/sat)

Iklan

One Response to BPLS – Minarak Beda Data

  1. yangyung berkata:

    ye………..yo opo rek!nasib awak apes temen……
    kelihatannya pola pikir birokrat indonesia memang susah diubah,KALAU BISA DIPERSULIT ….KENAPA DIPERMUDAH’.
    sabar-sabar…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: