Relokasi Infrastruktur Disosialisasikan

RADAR SIDOARJO      Selasa, 31 Juli 2007
SIDOARJO – Pemerintah memulai sosialisasi rencana relokasi infrastruktur yang hancur akibat lumpur. Sosialisasi itu dilakukan kemarin kepada warga Kecamatan Jabon dan Porong di Kantor Kecamatan Porong karena terkait dengan pembebasan lahan. Warga menyambut baik rencana itu, asal harga lahan mereka layak.

“Ini masih tahap awal. Penetapan harga belum kami lakukan. Musyawarah soal itu nanti awal Oktober,” jelas Asisten Pemerintah Pemkab Sidoarjo Djoko Saptono. Menurut Djoko, infrastruktur yang akan direlokasi, ialah jalan tol, jalan arteri, rel KA, saluran air bersih, saluran gas, serta beberapa yang lain. Biayanya murni dari pemerintah melalui APBN perubahan yang mungkin baru digedok September nanti.

Djoko menambahkan, sosialisasi akan dilakukan hingga akhir Agustus. Bulan berikutnya, proses negosiasi. Diharapkan, pada November proses sudah masuk tahap pembayaran tanah dan bangunan warga. “Kami sangat berharap warga tidak mempersulit proses pembebasan lahan karena relokasi infrastruktur ini sangat penting,” ujarnya.

Diperkirakan, relokasi semua infrastruktur akan melewati Desa Kali Tengah, Kludan, Kalisampurno, dan Ketapang, di Kecamatan Tanggulangin. Lalu, Desa Wunut, Pamotan, Kesambi, Juwet Kenongo, Desa Kebonagung, di Kecamatan Porong. Serta, Desa Kedungcangkring di Kecamatan Jabon. Sebagian lokasi juga akan membutuhkan lahan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Warga menyatakan tak keberatan. Menurut Kusaini, warga Desa Juwet Kenongo, harga yang diajukan pemerintah harus layak dan tidak boleh merugikan warga. “Sebab, kalau lihat peta, tak hanya sebagian sawah saya yang kena, tapi juga saluran irigasi,” ungkapnya. Karena itu, uang ganti rugi yang dia dapat sebagian akan digunkan untuk membuat saluran baru.

Warga lain dari Desa Kesambi, Joni, juga meminta hal yang sama. Bangunan ruko tempatnya menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga akan terkena proyek tersebut. “Kalau harganya tak layak, bagaimana nanti saya bisa melanjutkan usaha,” katanya. Dia berharap, pemerintah bersedia memberikan kompensasi dengan menyediakan tempat usaha baru. “Tapi, jika tidak, otomatis, harganya harus tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi Jalan Raya Porong, sebagai akses utama dari Surabaya ke Malang/Pasuruan dan sebaliknya, semakin rusak. Hal itu terjadi setelah pipa PDAM bocor lagi. Air pun menggenangi Jalan Raya Porong setinggi sekitar 10 cm.

Kemacetan tinggi tak terelakkan. Yang lebih mengkhawatirkan, lubang-lubang yang banyak terdapat di sepanjang jalan itu tak kelihatan karena ditutupi genangan air. Pengguna jalan, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati saat melintas di sana. (dyn).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: