Jalur Alternatif Segera Rampung

RADAR SIDOARJO      Jumat, 03 Agt 2007
SIDOARJO – Korban kemacetan akibat banjir lumpur bakal bisa sedikit bernapas lega. Pemkab Sidoarjo hampir merampungkan pembangunan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan Jl Raya Porong. Namun, pengguna jalan masih harus bersiap-siap menemui banyaknya pungutan.

Jalur alternatif itu berada di sisi timur lokasi luapan lumpur. Jalur tersebut memanfaatkan jalan desa yang ditingkatkan sehingga layak untuk dilalui kendaraan dari arah Sidoarjo ke Gempol atau sebaliknya (baca grafis).

Menurut Kadis PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo Bambang Joelianto, jalur alternatif tersebut ada dua. Jalur itu hanya ditujukan mobil pribadi nonbus dan truk.

Untuk arah Surabaya Malang, jalur akan dibangun melewati Desa Ngaban-Sentul-Glagaharum-Renokenongo-hingga eks bundaran tol Gempol. Panjangnya sekitar 9,3 kilometer. Arah sebaliknya, jalur akan melalui wilayah eks tol Gempol-Porong-Renokenongo-Gempolsari dan keluar di lintasan rel KA Desa Kalitengah. Panjangnya sekitar 4,2 kilometer.

Menurut Bambang, pengerjaan jalan alternatif itu akan diselesaikan secepatnya. “Sebelum musim mudik Lebaran, semoga sudah selesai,” katanya. Dalam dua pekan ke depan, jalur alternatif diperkirakan sudah rampung.

Menurut Bambang, peningkatan jalur tersebut menelan dana Rp 3,5 miliar. Bina Marga Sidoarjo sudah mengajukan dana itu ke Pemprov Jatim. “Sementara itu, pembangunan jalur alternatif di wilayah barat masih dibahas,” tambahnya. Dananya diperkirakan mencapai Rp 4,7 miliar.

Dalam pengoperasian, PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo dan Dishub Sidoarjo untuk pemasangan penerangan dan rambu-rambu lalu lintas. “Semua dilakukan untuk mempermudah pengendara yang lewat,” jelasnya.

Di lapangan, jalur di Desa Gempolsari sudah diperbaiki. Kondisi jalan sudah mulus teraspal. Kini, peningkatan kualitas jalan sedang dilakukan di Desa Renokenongo dan sekitarnya.

Untuk melihat kesiapan jalan itu, kemarin pagi (2/8) sejumlah anggota Komisi D DPRD Jatim mengunjungi lokasi jalan yang melewati Desa Renokenongo, Kecamatan Porong. Mereka melihat situasi di lapangan guna menyiapkan langkah konsolidasi selanjutnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi D Edy Wahyudi, pemprov menyanggupi untuk membiayai seluruh pembangunan jalan alternatif tersebut. Dana Rp 3,5 miliar yang dibutuhkan diambilkan dari alokasi dana tak terduga yang diperuntukkan penanganan bencana. Edy menambahkan, pembangunan jalur alternatif lebih diutamakan pada peningkatan kualitas jalan. Jalan tersebut akan dilapisi aspal setebal 4 sentimeter sehingga mampu menampung kendaraan yang melintasinya.

Lebih lanjut, Edy mengatakan bahwa dengan adanya jalur alternatif tersebut, pemerintah bisa lebih berkonsentrasi untuk membangun jalan Krian Mojosari sebagai jalur pengganti Jalan Raya Porong. (dyn/cie)

Iklan

4 Responses to Jalur Alternatif Segera Rampung

  1. semoga cepet selesai, dech.

  2. mang Ipin berkata:

    Mendengar berita bahwa jalan alternatif sudah hampir tuntas kita semua patut ber-
    syukur! lah wong selama ini gak ada yang memikirkan bahwa setelah terjadinya kasus
    pipa Gas PLN meledak /22 Nov’06 telah terjadi pemborosan alias pengeluaran mubazir yang suanget significant dari kemacetan jalur raya Porong tsb, akibat tertutup
    nya ruas tol Gempol-Porong,semisal jarak tsb +- 7Km, maka setiap hari telah terjadi
    antrian sebanyak +- 2000 Kendaraan kiri kanan Raya Porong tsb dalam jeda waktu ngantri s/d 1jam,dimana tanpa disadari apabila tiap kendaraan mengeluarkan BBM untk ngantri tsb 1Ltr saja dalam waktu macet mulai jam 06.00 s/d 22.00 maka telah
    terjadi pemborosan/hari sebanyak 2000X16jamX1Ltr = 32.000Ltr/hari, dus sampai
    dengan hari ini tekah terjadi biaya mubazir sebanyak 32.000LtrX30hariX9bulan=
    8.640.000Ltr,kalau disetarakan dengan solar saja maka dalam rupiah sebesar 4.300X
    8.640.000 = Rp5.832.000.000,- plus minus hampir 6Miliar Rph yang telah dikeluar
    kan secara sia2,belum lagi kendaraan yang berputar melalui Mojosari!so bagi para pejabat berwenang Pemda/Dinas PU/Jasa Marga,dll segeralah jalan alternatif tsb
    dapat cepat dioperasikan,walaupun kata Mas.Kakap kondisi jalan gak ckp lapang untuk
    dilewati dua arah?namun masih lebih baik daripada ngantri seperti yang ogut alami bulan lalu,matur nuwun sanget!

  3. kakap berkata:

    Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melalui jalur desa gempolsari yang telah diaspal dengan mulus tersebut. Lumayan kaget. Jalur yang awalnya jalan makadam telah berubah. Kaget yang kedua, dulu untuk sedemikian lama, sempat mikir kenapa tidak ada yang mikir infrastruktur alternatif untuk mengurangi kemacetan di raya porong, ternyata ada yang mikir. Kaget yang ketiga, kenapa kok nanggung membikinnya. Tak cukup lapang untuk dilewati dua arah…

    Sudahlah. Semoga cukup waktu untuk membenahinya …

  4. ario dipoyono berkata:

    Yooo semoga semburan lumpur LAPINDO (Lumpur kok ada merknya) :-)) semoga cepet mandek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: